Jokowi Kecam Keras Presiden Prancis yang Menghina Agama Islam

  • Bagikan
Jokowi kecam Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina Agama Islam. Jokowi Ingin Indonesia jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032
Presiden Jokowi (Foto: Channel YouTube Sekretariat Presiden)

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kecam keras tindakan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dianggap melecehakan agama Islam. Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi oleh orang nomor 1 di Indonesia itu, Sabtu (31/10/20202) siang.

“Indonesia juga mengecam mengecam keras pernyataan presiden Prancis yang menghina agama Islam, yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia,” ujar Jokowi dalam pernyataan pers yang disiarkan langsung melalui channel YouTube Sekretariat Presiden itu.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Baca Juga: Taman Nasional Komodo Klaim Pembangunan Proyek Tak Ganggu Habitat Komodo

Menuut Jokowi, pernyataan kontroversial dari Macron dianggap memperkeruh suasana dan bisa memecah belas persatuan antar umat beragama.

“Bisa memecah belah persatuan antar umat beragama di dunia di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi COVID-19,” sambungnya.

Menurutnya, pernyataan Presiden Macron terhadap agama dan umat Islam dianggap mencederai kehormatan agama dan seharusnya tidak disebut kebebasan berekspresi.

“Kebebasan bersekpresi yang mencederai kehormatan dan kesucian serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan,” terang Jokowi.

Sebagai informasi, Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyatakan pernyataan kontroversial yang mengumumkan niatnya untuk melawan Islam separatis. Ia juga menggambarkan bahwa Islam sebagai salah satu krisis di seluruh dunia saat ini.

Baca Juga: Inggris Bakal Kembalikan 5.000 Artefak Kuno ke Irak

Tak hanya di Indonesia, pernyataan tersebut juga memicu keberatan dari beberapa pemimpin negara-negara Islam di seluruh dunia.

Terlebih, banyak pemimimpin dunia yang menganggap Macron gagal untuk menghentikan penerbitan kartun Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo, majalah satir di Paris, Prancis. Macron juga menjelaskan bahwa menggabarkan karikatur Nabi Muhammad adalah kebebasan berekspresi meski hal itu telah melukai banyak komunitas Islam dunia. (gg)

  • Bagikan