• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
KA Jayabaya

Dwi Lindawati, Jurnalis Difabel dari Tugujatim ID diberi keberuntungan penumpang lain duduk di seat 1A KA Jayabaya Malang-Jakarta. (Foto: dok pribadi)

Nyaman Naik KA Jayabaya Malang-Jakarta, Perjalanan Bak Traveling Dapat Keberuntungan Berkali-kali (3)

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
9 months ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Saya, Dwi Lindawati, jurnalis difabel dari Tugujatim ID. Catatan perjalanan saya ini atas undangan kegiatan perdana kick-off Journalism Fellowship on CSR (JFC) Batch II 2025 di Rumah Belajar TBIG Karawaci, Tangerang, Banten, Jakarta.

Untuk diketahui, saya menjadi salah satu yang beruntung mendapatkan undangan ini setelah melalui seleksi bertahap dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

You might also like

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

30/05/2026 8:27 PM
Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

03/05/2026 7:42 PM

JFC sendiri ialah kegiatan pelatihan jurnalistik Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) berkolaborasi dengan Tower Bersama Infrastucture (TBIG).

Saya berangkat dari Stasiun Malang Kota Baru menggunakan kereta eksekutif KA Jayabaya menuju Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. Butuh waktu sekira 12 jam perjalanan jarak jauh dengan menempuh 840 Kilometer untuk sampai di lokasi.

Seorang porter Stasiun Malang pun memberitahukan jika KA Jayabaya sudah datang. Saya pun bergegas menuju peron dibantu porter membawa koper biru dan tote bag abu-abu pada Kamis (28/08/2025), pukul 13.00.

Para penumpang yang hendak ke Jakarta menuju peron 4. Sepi, mungkin itu yang saya rasakan ketika menuju ke sana. Ya, mungkin karena saya berangkat di hari efektif.

Beruntung, peron menuju gerbong 4 sangat akses untuk difabel seperti saya. Peron sejajar dengan pintu kereta sehingga saya tinggal melangkahkan kaki.

KA Jayabaya
Dwi Lindawati, Jurnalis Difabel dari Tugujatim ID di dalam KA Jayabaya, Kamis (28/08/2025) menuju Jakarta. (Foto: dok pribadi)

Tidak seperti pengalaman saya terakhir kali naik kereta api pada 31 Agustus 2022 atau tiga tahun lalu. Saya kesusahan naik ke pintu KA karena harus menggunakan tangga, tanpa ada pegangannya pula. Hal ini cukup menyusahkan difabel seperti saya yang membutuhkan keseimbangan.

Jam menunjukkan pukul 13.07, saya sudah di dalam kereta. Porter pun memberikan layanan terbaik dan ramah dengan mengantarkan saya ke gerbong 4 dengan nomor kursi 1B. Tidak lupa saya memberikan jasa dan mengucapkan terima kasih.

Keberuntungan dari Penumpang KA Jayabaya

Begitu masuk ke dalam kereta, senyum saya tiba-tiba mengembang. Saya merasa jadi orang paling beruntung. Pertama, saya bisa kembali ke Jakarta tanpa mengeluarkan biaya apa pun karena sudah difasilitasi oleh tim GWPP dan PT Tower Bersama Infrastructure Group (TBIG) sebagai penyelenggara acara.

Kedua, saya berkesempatan naik KA Jayabaya dengan fasilitas yang sangat mewah, bagus, dan nyaman. Ketiga, saya mendapat tempat duduk di kursi prioritas paling depan sehingga tidak perlu repot menaruh koper di atas rak bagasi. Cukup ditaruh di depan saya duduk.

BACA JUGA: Nikmati Vibes ‘Bandara’ Stasiun Malang, Naik KA Jayabaya Lewati Skybridge Estetik (2)

Keempat, seorang penumpang pria mempersilakan saya duduk di kursi 1A dekat jendela, sedangkan saya seharusnya duduk di 1B. Dia rela duduk di 1B dan membiarkan saya duduk di dekat jendela. Batin saya, semoga ada keberuntungan-keberuntungan lainnya yang selalu menyertai dan saya aminkan dalam hati.

Sembari menata barang, saya tidak lupa mengirim pesan singkat kepada ibu saya, Heri Purwati, 63, untuk berpamitan. Tiba-tiba pukul 13.35, ada pesan singkat yang juga masuk dari tim Sekretariat Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) Amelia Assalavi. Amel, sapaan akrabnya, menanyakan kondisi saya.

“Selamat siang, Mbak Linda. Bagaimana untuk perjalanan hari ini, sudah aman nggih, Mbak?” ujarnya dalam pesan singkat WhatsApp (WA).

KA Jayabaya
Layar memuat nomor WA kondektur di KA Jayabaya. Jika membutuhkan bantuan cukup kirim pesan ke nomor tersebut. (Foto: Dwi Lindawati/Tugu Jatim)

Saya menjawab sudah di dalam kereta. Sekira 10 menit lagi, kereta akan berangkat dari Malang, Kamis (28/08/2025), pukul 13.45, dengan tujuan menuju Stasiun Jatinegara yang dijadwalkan sampai pada Jumat (29/08/2025), pukul 01.46. Saya pun mengucapkan terima kasih kepada Amel karena sudah mempermudah semua keperluan perjalanan ke Jakarta dengan fast respon-nya.

“Baik Mbak Linda. Semoga lancar perjalanannya nggih, Mbak,” tutupnya.

Saya aminkan doanya Amel, meski di sisi lain masih deg-degan karena sudah lama sekali tidak bepergian ke Jakarta. Pukul 13.45, KA Jayabaya pun berangkat perlahan meninggalkan Stasiun Malang Kota Baru.

Cuaca yang cerah menemani. Serasa perjalanan kali ini bukanlah untuk bertugas menghadiri sebuah acara, tapi bak traveling saja.

BACA JUGA: Doa Ibu Iringi Perjalanan ke Jakarta, Sempat Bingung Pilih Pintu Masuk Stasiun Malang (1)

Selama KA Jayabaya berjalan, saya pun mengamati beberapa fasilitas di dalam kereta. Fasilitas eksekutif KA Jayabaya (rangkaian SS New Generation) mulai dari kursi captain seat yang lebih nyaman. Tentu saja, penumpang bisa mengatur sandaran kursi (reclining seat) dan bisa diputar (revolving seat).

Selain itu, ada public information display system (PIDS) yang menampilkan jam dan suhu, toilet duduk yang bersih masing-masing untuk laki-laki dan perempuan yang ramah difabel, stop kontak di setiap kursi, serta interior yang lebih modern dan segar.

Fasilitas Mewah dari KA Jayabaya:

1. Kursi;

  • Captain Seat: Kursi jenis captain seat yang lebih nyaman dengan armrest sebagai pemisah antar penumpang.
  • Reclining & Revolving Seat: Sandaran kursi dapat diatur kemiringannya dan kursi dapat diputar, memungkinkan penumpang untuk duduk berhadapan dengan teman atau keluarga.
  • Kapasitas: 50 tempat duduk per gerbong dengan formasi 2-2 (AB-CD).

2. Interior;

  • PIDS: Dilengkapi dengan Public Information Display System yang menampilkan jam, suhu, dan informasi perjalanan lainnya.
  • Interior Modern: Desain interior yang lebih modern, segar, dan mewah.
  • Pintu Otomatis: Pintu geser elektrik memudahkan keluar masuk gerbong.
  • Toilet: Toilet bersih dan nyaman dengan fasilitas toilet duduk yang mudah digunakan. Pintu toilet untuk perempuan berwarna pink, sedangkan pintu toilet laki-laki berwarna biru muda.

3. Fasilitas Tambahan;

  • Stop Kontak: Tersedia stop kontak di setiap kursi untuk mengisi daya perangkat elektronik.
  • Musala: Ada musala di dalam kereta untuk kebutuhan ibadah selama perjalanan.
  • Kereta Makan (Restorasi): Penumpang dapat menikmati kuliner di kereta makan yang dirancang dengan mewah.
  • Selimut dan Bantal: Fasilitas dasar seperti selimut dan bantal juga disediakan untuk meningkatkan kenyamanan.

Ada salah satu yang membuat saya senang. Fasilitas kereta api saat ini sudah jauh lebih baik dan ramah untuk difabel. Salah satunya adalah pintu gerbong yang lebih lebar dilengkapi ramp landai sehingga memudahkan pengguna kursi roda.

Padahal tiga tahun lalu, fasilitas kereta api belum sebagus ini. Bahkan, difabel harus turun dari kursi rodanya dan dibopong oleh petugas menuju tempat duduknya.

BACA JUGA: Perjalanan ke Makkah untuk Umrah, Sebuah Perjalanan Sunyi (19)

Bersyukur, saat ini fasilitas kereta api lebih baik dan sangat nyaman untuk difabel. Saya pun berharap semoga suatu saat bisa mengajak dan membawa teman-teman difabel di Malang untuk menjajal semua fasilitas di stasiun maupun di dalam kereta. Tujuannya agar mereka tidak ragu untuk menggunakan transportasi darat ini untuk jarak dekat maupun jarak jauh karena fasilitasnya juga sudah jauh lebih baik.

KA Jayabaya
Fasilitas mewah dalam KA Jayabaya Eksekutif. (Foto: Dwi Lindawati/Tugu Jatim)

Satu lagi, di setiap gerbong akan ada kontak WA kondektur yang bisa digunakan oleh penumpang jika membutuhkan bantuan. Jadi, penumpang tidak perlu ragu jika membutuhkan bantuan apa pun. Termasuk difabel juga bisa menggunakan fasilitas ini.

Untuk diketahui, perjalanan dan pengalaman saya ke Jakarta menggunakan KA Jayabaya kali ini berkat program Journalism Fellowship on CSR 2025 atau JFC 2025 Batch 2 bermitra dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), perusahaan penyediaan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Perusahaan ini bergerak untuk menyewakan menara telekomunikasi, penyediaan sistem sinyal nirkabel seperti distributed antenna system (DAS), dan lain-lainnya.

Direktur Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) Nurcholis MA Basyari menyampaikan isu CSR bersama TBIG ini menjadi bagian pelatihan karena memiliki kepentingan yang sama yaitu menyebar gerakan kebaikan. Hal ini sesuai tagline yang disampaikan Chief of Business Support Offcer PT Tower Bersama Infrastrucutre Group (TBIG) Lie Sie An maju “Bersama untuk Indonesia”.

Kick off JFC Batch 2 berlangsung di Rumah Belajar Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), Jl Boulevard Kawasan Sudirman, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten, Jakarta, Jumat (29/08/2025). JFC berlangsung selama sebulan mulai 1 September-8 Oktober 2025 dengan melibatkan 13 wartawan se-Indonesia sebagai peserta. (Bersambung)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Dwi Lindawati

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Catatan Dwi LindawatiDisabelitasJFC Batch II 2025Jurnalis DifabelKA JayabayaKAIPelatihan Jurnalistik JFC Batch II 2025PT KAI
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

by Dwi Linda
30/05/2026 8:27 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Kepemimpinan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang berada di persimpangan yang tidak mudah. Ketegangan...

Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

by Mochamad Abdurrochim
03/05/2026 7:42 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Tasyakuran 50 tahun pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain berlangsung penuh kesan, syukur, dan inspirasi di Hotel...

AHWA.

Menimbang Pelembagaan AHWA sebagai Otoritas Kepemimpinan NU

by Dwi Linda
14/04/2026 7:52 PM
0

Oleh: Abdur Rahim (Warga NU; tinggal di Desa Simo, Tuban)   TUBAN, Tugujatim.id - Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

Next Post
China-ASEAN Expo 2025

KDMP Sidomulyo Bawa Jember Promosikan Produk Lokal di China-ASEAN Expo 2025

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID