• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mahasiswi Jember.

Kepala Inspektorat Kabupaten Jember Ratno Cahyadi Sembodo. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Penanganan Kasus Rudapaksa Mahasiswi Jember Lambat, Kades Setempat Diperiksa Inspektorat

Dwi Linda by Dwi Linda
8 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Lambatnya penanganan kasus kekerasan yang menimpa seorang mahasiswi Jember di Kecamatan Balung, berujung pada pemanggilan kepala desa (kades) setempat oleh Inspektorat pada Rabu (22/10/2025).

Aparat desa tersebut diduga lambat dalam menangani kasus kekerasan yang menimpa mahasiswi Jember berinisial SF, 21, dan dinilai melanggar etik jabatan serta maladministrasi.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

Kepala Inspektorat Kabupaten Jember Ratno Cahyadi Sembodo mengonfirmasi adanya pemanggilan dan pemeriksaan kades tersebut, yang sebelumnya terdapat laporan melalui kanal Wadul Gus’e. Kades itu diduga melindungi pelaku berinisial SA, 27, yang melakukan upaya pelecehan seksual dan kekerasan terhadap SF.

Baca Juga: Buntut Kasus Kekerasan dan Rudapaksa Mahasiswi Jember, Gus Fawait Gerak Cepat Pastikan Keadilan bagi Korban

“Yang bersangkutan kami periksa karena dinilai tidak menjalankan tugasnya dengan benar. Ini juga sebagai bentuk tanggapan kami setelah mendapat laporan dari Wadul Gus’e” kata Ratno.

Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan kades mengaku bahwa korban mendatangi kediamannya dini hari pada Selasa (14/10/2025). Kedatangan korban itu setelah terjadi insiden upaya pemerkosaan dan kekerasan. Korban berada di rumah kades hingga malam hari dengan kondisi luka di beberapa bagian tubuhnya.

“Kades menawarkan dua pilihan, yaitu menyelesaikan persoalan tersebut dengan jalur kekeluargaan atau melaporkan ke polisi. Namun korban menolak untuk menyelesaikan perkara melalui kekeluargaan dan memilih untuk melapor ke polisi,” papar Ratno.

Kades Ngaku Kerabat dengan Pelaku

Di sisi lain, kades mengaku kepada Inspektorat Jember bahwa memiliki hubungan kerabat dengan SA. Bahkan, dia sempat mendatangi kediaman dan bertemu dengan keluarga SA, tetapi pelaku sudah tidak berada di rumahnya.

Setelah itu, dilakukan pertemuan lanjutan yang dilakukan pada malam hari. Pertemuan melibatkan keluarga korban dan beberapa perangkat desa. Di momen itu, kades setempat masih berupaya memberikan opsi yang telah disampaikan sebelumnya, sehingga korban dan keluarga memutuskan untuk menyeret kasus tersebut ke jalur hukum.

Pada hari berikutnya, tepatnya Rabu tanggal 15 Oktober 2025, korban didampingi anggota keluarganya mendatangi kantor Polsek Balung untuk melaporkan kejadian. Saat dimintai keterangan oleh tim penyidik, sang kepala desa mengaku berhalangan menemani korban dan lantas menginstruksikan kepala dusun sebagai pengganti. Sayangnya, instruksi tersebut diabaikan sehingga proses pelaporan dilakukan tanpa kehadiran representasi pemerintahan desa.

Pihak Inspektorat menilai sikap kepala desa bertentangan dengan prinsip netralitas, tugas melindungi masyarakat, serta kewajiban merespons kejadian secara cepat. Ratno menjelaskan bahwa seorang kepala desa seharusnya berperan melindungi warga dan memfasilitasi berjalannya proses hukum, bukannya menawarkan solusi damai terhadap perbuatan melanggar hukum.

“Berdasarkan hasil klarifikasi kami, teridentifikasi adanya kelalaian dalam penyelenggaraan layanan kepada masyarakat. Kami telah menyusun rekomendasi sanksi administratif yang akan disampaikan kepada Bupati Jember,” imbuh Ratno.

Temuan lain menunjukkan bahwa kepala desa tidak memberitahukan insiden ini kepada camat yang merupakan pembina wilayah desa tersebut. Dampaknya, pengawasan dari level kecamatan baru dimulai setelah kasus menjadi perbincangan publik dan tersebar luas di platform media sosial, yakni seminggu setelah peristiwa terjadi.

Ratno mempertegas bahwa aparatur desa dituntut bertindak profesional dan memihak kepentingan warga, khususnya mereka yang menjadi korban tindak kekerasan.

“Setiap aparatur negara memiliki kewajiban etis dan administratif untuk membela korban, bukan justru membela pihak yang melakukan pelanggaran,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniJemberKabupaten Jember hari iniMahasiswi di Jember diperkosaMahasiswi di Jember korban pemerkosaanMahasiswi Jember korban pemerkosaanPemerkosaan mahasiswi Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
Kasus Kekerasan Seksual Mahasiswi Jember

Kepala Desa Diduga Lalai Tangani Kasus Kekerasan Seksual Mahasiswi Jember

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID