TUBAN, Tugujatim.id – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Abdul Rakhmat menyatakan bahwa perbaikan atap bangunan di SMPN 1 Senori yang ambruk akan menjadi prioritas utamanya.
“Kami akan melakukan rehabilitasi kalau bisa tahun ini, kita lihat dulu ketersediaan anggaran di PAPBD 2024 atau paling lambat tahun depan sudah kita rehab,” ujar Rakhmat pada Minggu (28/7/2024).
Rakhmat juga menekankan keselamatan siswa dan staf adalah hal utama yang harus diantisipasi. Untuk itu akan dilakukan inventarisasi menyeluruh terhadap kondisi fisik sekolah di Kabupaten Tuban.
“Nggih, nanti kita akan inventarisir lagi kondisi sekolah secara keseluruhan. Kadang-kadang memang tanda-tandanya nggak kelihatan, Mas. Kondisi atap tertutup plafon dari luar kelihatan masih baik, ternyata kondisi kayu di dalamnya sudah lapuk. Tapi nanti kita akan cek lagi, Mas,” jelasnya.
Selain itu, Rakhmat menyoroti pentingnya pemeliharaan rutin untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Koordinasi dengan pihak terkait akan ditingkatkan untuk memastikan semua bangunan sekolah berada dalam kondisi aman dan layak digunakan.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa seluruh bangunan sekolah di Kabupaten Tuban dalam kondisi aman dan layak digunakan untuk proses belajar mengajar,” tambah Rakhmat.
Dinas Pendidikan segera mengirim tim untuk menilai kerusakan dan melakukan langkah perbaikan yang diperlukan. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan kondisi sekolah seperti sediakala dan memastikan kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Senori tidak terganggu.
“Kami berharap perbaikan dapat dilakukan secepatnya agar aktivitas sekolah bisa kembali normal. Keselamatan siswa dan staf adalah prioritas kami,” pungkasnya.
Atap salah satu bangunan di kompleks SMPN 1 Senori Kabupaten Tuban, Jawa Timur mendadak runtuh pada Sabtu, (27/72024) pagi. Ruangan bangunan tersebut sebelumnya digunakan sebagai ruang guru dan kerusakan bangunan tersebut mulai terlihat sejak Maret 2024. Selanjutnya, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler di SMPN 1 Senori kini dipindahkan ke fasilitas lain yang lebih aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








