Kali Pertama, Kades Se-Kota Batu Kompak Urunan Sisihkan Gaji untuk 700 Warga Terdampak Covid - Tugujatim.id

Kali Pertama, Kades Se-Kota Batu Kompak Urunan Sisihkan Gaji untuk 700 Warga Terdampak Covid

  • Bagikan
Para kepala desa di Kota Batu urunan menyisihkan gajinya dan dibagikan kepada warga terdampak pandemi Covid-19, Rabu (15/09/2021). (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Para kepala desa di Kota Batu urunan menyisihkan gajinya dan dibagikan kepada warga terdampak pandemi Covid-19, Rabu (15/09/2021). (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

BATU, Tugujatim.id – Para kepala desa (kades) dan perangkat desa se-Kota Batu urunan menyisihkan separo gajinya untuk diberikan kepada warga terdampak Covid-19 dalam bentuk bantuan sosial (bansos). Total urunan yang terkumpul mencapai Rp 203 juta dan akan dibagikan kepada kurang lebih 700 warga yang tersebar di 19 desa.

Inisiatif urunan ini baru kali pertama dilakukan yang digagas oleh Asosiasi Petinggi dan Lurah (Apel). Ketua Apel Wiweko menjelaskan, bansos tunai ini dihimpun dari separo gaji kades sebesar Rp 2 juta, sekdes Rp 500 ribu, dan perangkat desa Rp 400 ribu.

Wiweko mengatakan, total sekitar 7 ribu warga penerima manfaat ini belum pernah menerima bansos dan berasal dari kalangan bawah hingga lansia.

”Masing-masing akan menerima Rp 150 ribu. Rata-rata per desa ada 34 penerima,” ungkap dia pada awak media pada Rabu (15/09/2021).

Warga Desa Tlekung tampak antusias usai menerima bantuan uang tunai dari urunan para kades se-Kota Batu, Rabu (15/09/2021). (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Warga Desa Tlekung tampak antusias usai menerima bantuan uang tunai dari urunan para kades se-Kota Batu, Rabu (15/09/2021). (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Penyaluran bantuan ini dimulai dari Desa Tlekung pada Rabu (15/09/2021). Berlanjut keliling ke desa-desa lain untuk menyerahkan bansos ini secara langsung.

Inisiatif ini muncul mengingat dampak pandemi Covid-19 yang luar biasa, apalagi bagi warga Kota Batu di mana aktivitas perekonomiannya terdampak pembatasan mobilitas. Meski begitu, bantuan dari pemerintah juga tetap berjalan.

Sebagai aparat desa, Wiweko melanjutkan, juga punya kewajiban memperhatikan masyarakatnya.

”Ini murni inisiatif kami untuk membantu, tidak ada kepentingan apa-apa. Jangan dilihat nominalnya, yang penting merata,” imbuhnya.

Warga Desa Tlekung tampak tertib menerima bantuan uang tunai dari urunan para kades se-Kota Batu dengan memakai prokes pada Rabu (15/09/2021). (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Warga Desa Tlekung tampak tertib menerima bantuan uang tunai dari urunan para kades se-Kota Batu dengan memakai prokes pada Rabu (15/09/2021). (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Meski nominal bantuannya tidak seberapa, Wiweko berharap, bantuan ini bisa bermanfaat bagi warga. Dia berharap urunan bantuan ini bisa berlanjut ke depannya.

”Harapannya begitu, bisa berlanjut terus,” tandasnya.

Terpisah, salah seorang penerima bernama Kasiadi Warsito mengaku bersyukur bantuan ini dapat digunakannya untuk tambahan modalnya berdagang bakso. Pria yang tinggal di Dusun Gangsiran, Desa Tlekung, ini mengucapkan banyak terima kasih.

”Kebetulan selama berdagang belakangan ini mulai menurun pendapatannya dan kesulitan balik modal lagi. Nah, ini nanti membantu buat tambahan modal saya lagi nanti. Terima kasih,” ujarnya.

  • Bagikan