Kali Pertama RS di Tuban Nihil Pasien Covid-19 - Tugujatim.id

Kali Pertama RS di Tuban Nihil Pasien Covid-19

  • Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Bambang Priyo Utomo saat ditemui awak media usai kegiatan vaksinasi di bulan Maret 2021 lalu. (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim) kasus covid-19
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Bambang Priyo Utomo saat ditemui awak media usai kegiatan vaksinasi di bulan Maret 2021 lalu. (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)

TUBAN, Tugujatim.id – Kabupaten Tuban terbilang memiliki prestasi membanggakan dalam menangani pandemi Covid-19. Untuk kali pertama, rumah sakit-rumah sakit di Bumi Wali per Minggu (12/9/2021) ini, baik RS rujukan maupun RS penyangga nihil pasien Covid-19.

Hal tersebut mengacu pada peta sebaran Covid-19 di Bumi Wali di mana tercatat masih ada 39 pasein terkonfirmasi positif Covid-19. Namun secara keseluruhan mereka ditempatkan di tempat Isolasi terpusat (Isoter).

Rincian lain terkait Covid-19 di Tuban yakni penambahan positif 4 orang, pasien sembuh 4 orang, dan kematian nihil.

Secara kumulatif, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Tuban ada sekitar 7.271 kasus, 6.313 pasien dinyatakan sembuh, dan pasien meninggal dunia ada 919 orang. Sementara itu, yang kini mendapatkan perawatan ada 39 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Bambang Priyo Utomo mengatakan ini rekor pertama kali nol pasien yang dirawat di rumah sakit sejak virus corona muncul di Tuban.

“Benar, mas. Ini yang pertama. Dan alhamdulillah kita juga sudah masuk PPKM level 1 pada 9 September 2021 berdasarkan hasil assemen Kemenkes RI,” kata Bambang kepada Tugu Jatim.

Mantan Kepala Puskesmas Tambakboyo menuturkan jumlah ketersedian Tempat Tidur (TT) di Tuban ada sekitar 260. Total ini terbagi atas dua kategori, pertama untuk pasien isolasi Covid-19 berjumlah 216, dan ICU Covid-19 ada 44.

“Jumlah TT pasien nol,” ungkapnya.

Meskipun angka kasus terus menurun dan Tuban masuk ke PPKM level 1, dia meminta masyarakat agar tidak berlarut pada euforia. Sebab, virus masih mengintai dan harus tetap disiplin protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan agar tetap dilakukan,” imbaunya.

  • Bagikan