JEMBER, Tugujatim.id – Di tengah skeptisisme masyarakat yang menganggap program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hanya formalitas belaka setelah dibentuk pemerintahan Prabowo, KDMP Sidomulyo Kabupaten Jember justru membuktikan sebaliknya.
Koperasi yang menjadi pilot project ini berhasil meraih kontrak ekspor senilai 78.000 USD atau setara Rp1,2 miliar ke tiga negara ASEAN. Pencapaian spektakuler ini menjadi tamparan telak bagi para skeptis yang meragukan efektivitas program KDMP.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Jember Sartini secara tegas menyatakan bahwa prestasi ini menjawab keraguan publik.
“Ini sebuah prestasi yang luar biasa dan apa yang mungkin diragukan oleh masyarakat kehadiran KDMP itu hanya slogan, hanya dibentuk kemudian tidak berdaya. Ini KDMP Sidomulyo membuktikan bahwa sebagai pilot project, koperasi ini berdaya,” tegas Sartini pada Minggu (31/08/2025).
Sementara itu, Kepala Desa Sidomulyo sekaligus Ketua KMP Sidomulyo Kamiludin merinci pencapaian ekspor perdananya ini.
“Kami lakukan kontrak LOI senilai 30.000 USD dengan Brunei Darussalam, kemudian dengan Hongkong 23.000 USD dan dengan Singapura 25.000 USD. Jadi total sekitar 78.000 USD kontrak LOI kami,” ungkap Kamiludin.
Prestasi ini semakin mengesankan mengingat KDMP Sidomulyo baru saja beroperasi sebagai pilot project, namun langsung mampu menembus pasar internasional dengan nilai transaksi yang fantastis. Sartini menegaskan bahwa kesuksesan KDMP Sidomulyo diharapkan dapat mengubah persepsi negatif masyarakat dan menginspirasi koperasi-koperasi lainnya.
“Insyaa Allah ini menjadi inisiator dari koperasi KMP-KMP yang lain untuk segera bergerak mengembangkan potensi yang ada di desa masing-masing,” katanya.
Keberhasilan ini menjadi bukti konkret bahwa program KMP bukan sekadar wacana politik, melainkan instrumen ekonomi yang mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian desa.
KDMP Sidomulyo Bakal Buka Kantor Cabang di Brunei
Tidak puas dengan pencapaian ekspor perdana, KDMP Sidomulyo bahkan berencana membuka kantor cabang perwakilan di Brunei Darussalam. Langkah berani ini menunjukkan visi jangka panjang yang matang dalam mengembangkan bisnis internasional.
“Koperasi Desa Merah Putih akan membuka kantor cabang perwakilan di Brunei Darussalam sebagai pertukaran bisnis. Jadi, kami tidak hanya membawa produk kopi tapi produk-produk di Jember yang akan dipasarkan di Brunei bisa melalui operasi Desa Merah Putih Desa Sidomulyo,” jelas Kamiludin.
Ekspor perdana ini menampilkan keragaman produk unggulan Kabupaten Jember yang selama ini belum optimal dimanfaatkan. Sartini menyebutkan berbagai komoditas potensial yang telah dipresentasikan kepada buyer internasional.
“Produk-produk unggulan Kabupaten Jember ada cokelat, ada okra, ada edamame, kemudian ada cerutu juga, kemudian kopi dan juga terasi dan produk-produk yang lain,” sebutnya.
Keyakinan Sartini terhadap potensi pasar Asia juga dilandasi oleh keberadaan diaspora Indonesia yang tersebar di kawasan ASEAN.
“Saya yakin karena di Asia banyak masyarakat Indonesia yang ada di sana dan produk ini insyaa Allah bisa laku di Hongkong,” ungkapnya.
Yang membedakan KMP Sidomulyo dari program-program serupa yang sering “mati suri” adalah komitmennya terhadap keberlanjutan. Kamiludin menegaskan bahwa ekspor ini bukan sekadar prestasi sesaat, melainkan awal dari program jangka panjang.
“Kami berharap ke depan ekspor ini bisa continue. Jadi tidak hanya pertama dan terakhir melainkan sustainable. Jadi, kami bisa kontrak berapa permintaan, kami bisa kirim setiap bulan,” tegasnya.

Dukungan Export Center Surabaya yang mempertemukan KMP Sidomulyo dengan buyer langsung seperti Mister Siraj dari Brunei Darussalam menjadi kunci sukses dalam meraih kontrak internasional ini.
Kesuksesan KMP Sidomulyo Jember ini menjadi angin segar di tengah banyaknya program pemerintah yang dikritik hanya berhenti di tataran wacana. Dengan bukti nyata berupa kontrak ekspor puluhan ribu USD, koperasi ini membuktikan bahwa program KMP dapat menjadi solusi konkret untuk memberdayakan ekonomi desa dan mengangkat produk lokal ke kancah internasional.
Prestasi ini sekaligus menjadi tantangan bagi KMP-KMP lainnya se-Indonesia untuk tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi benar-benar bergerak aktif mengembangkan potensi ekonomi lokal menuju pasar global. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








