Kebakaran Rumah di Wonokromo Surabaya, Ibu dan Anak Tewas

  • Bagikan
Rumah terbakar di Jalan Wonosari Kidul Nomor 161, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Kamis (25/02/2021) malam. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Rumah terbakar di Jalan Wonosari Kidul Nomor 161, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Kamis (25/02/2021) malam. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Kebakaran melanda rumah di Jalan Wonosari Kidul Nomor 161, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya pada Kamis (25/02/2021) malam. Akibat kejadian tersebut, dua orang tewas karena terjebak dalam kebakaran.

Kedua korban meninggal tersebut merupakan ibu dan anak, yakni Muji Agustiningsih, 49, dan Yudhistira Septayuda, 8.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Dalam kebakaran tersebut, ada sekitar 19 unit tempur yang diberangkatkan ke lokasi kebakaran. Meliputi 1 unit tempur Pos Pakis TVRI, 2 unit tempur Pos Grudo, 1 unit tempur Poskotis Joyoboyo, 1 unit tempur Pos Jambangan, 3 unit tempur Rayon 1 Pasar Turi, 7 unit tempur Fire Rescue, 1 unit tempur Pos Menur dan 1 unit tempur Rayon 5 Margomulyo.

Warga setempat gegap gempita membantu pemadaman kebakaran di rumah tersebut bersama petugas pemadam kebakaran Kota Surabaya selama beberapa jam demi menjinakkan api. Penyebab kebakaran diduga berasal dari pengisian bensin eceran yang lokasinya tidak jauh dari rumah yang terbakar.

Kabid Pembinaan dan Operasional Dinas PMK Kota Surabaya, Bambang Vistadi, menyampaikan bahwa selain dipakai sebagai tempat tinggal atau rumah, kios yang memiliki 2 lantai itu juga dipakai untuk menjual bensin eceran.

“Yang terbakar rumah 2 lantai. Terima berita pukul 23.02 WIB. Tiba di tempat kejadian 23.07 WIB,” terang Bambang pada pewarta di Surabaya, Kamis (25/02/2021) malam.

Luas rumah yang terbakar terhitung 12 x 8 meter. Terdiri dari lantai satu yang terbakar seluas 12 x 8 meter dan lantai dua terbakar seluas 6 x 4 meter.

“Anak pertama korban, Justin Temu Siarana, 14 tahun, kondisi selamat. Saat ini masih shock,” tuturnya.

“Kronologinya, dari keterangan Justin, yang mana titik api berada di area depan tempat di mana tumpukan bensin eceran orang tuanya berjualan. Mendapati api muncul, ibu beserta anak pertamanya lari ke luar rumah untuk menyelamatkan diri, namun sebagai ibu ingat akan anak yang ke 2, masih berada di dalam kamar yang saat itu tertidur sehingga ibunya masuk kembali ke dalam rumah untuk menyelamatkan anaknya,” jelasnya.

Tatkala kebakaran sedang berlangsung dan masuk ke dalam rumah, api semakin besar. Ibu dan anak tersebut terjebak di dalam rumah hingga tewas. Sedangkan unit tempur pos TVRI sampai di TKP, langsung menjalankan pemadaman dan menyelamatkan korban.

Api makin membesar, anggota unit pos TVRI berupaya keras masuk untuk menyelamatkan. Akan tetapi hanya dapat menerobos melalui pintu samping yang mempunyai kedalaman 3 meter dan selanjutnya memutuskan untuk mundur lantaran kondisi yang tidak memungkinkan, atap rumah mulai runtuh dan terbakar habis.

“Depan rumah dijadikan usaha konter pulsa dan bensin eceran. Bangunan permanen dengan lantai kayu untuk lantai 2 dan rumah kondisi terbakar habis. Bapak Suwandi, suami korban, bekerja berada di luar kota,” pungkasnya.

Kebakaran tersebut dinyatakan berhasil padam pada pukul 23.40 WIB (25/02/2021). Pembasahan TKP tercatat selesai pada pukul 00.04 WIB (26/02), serta lokasi kebakaran dinyatakan kondusif pukul 00.34 WIB, Jumat (26/02/2021). (Rangga Aji/gg)

  • Bagikan