• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi sekolah. Foto: Unsplash

Ilustrasi sekolah. Foto: Unsplash

Viral Kebijakan Masuk Sekolah Pukul 5 Pagi, Konselor: Awas Bahaya Terserang Social Jetlag

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) sempat bikin heboh dunia maya lantaran menginisiasi kebijakan masuk sekolah pukul lima pagi. Meski belakangan, jam masuk sekolah diubah menjadi pukul 05.30. Lalu apa kata psikolog perihal jam masuk sekolah kontroversial itu?

Dr Hj Rofiqah Rosidi MPd CHt, seorang konselor, hipnoterapis, dan dosen psikologi asal Kota Malang, mengatakan, masalah ini bukan semata-mata wilayah kajian psikologi pendidikan, tapi masalah biologi, pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

“Mengapa? Karena dampak langsung dari kebijakan masuk sekolah itu adalah terjadinya social jetlag. Setahu saya, social jetlag ini berkorelasi negatif dengan hampir semua kualitas hidup manusia, termasuk prestasi belajar,” kata Rofiqah.

Rofiqah menjelaskan, gejala social jetlag sudah marak terjadi di mana saja, termasuk di Indonesia. Social jetlag merupakan semacam ketidakselarasan antara jam biologis dan jam sosial. Misalnya, suka begadang akhir pekan dapat mengacaukan keselarasan antara waktu tidur dan istirahat. Waktu yang semestinya digunakan tidur dan beristirahat malah dipakai begadang. Jadi, saat harus bekerja atau belajar, jam biologis orang akan memerintahkan untuk tidur.

“Kejadian kurang konsentrasi, mengantuk, menguap, atau bahkan tertidur di kelas, terjadi karena social jetlag. Anak-anak sekarang banyak melakukan rescheduling atau bahkan skipping the schedule hanya untuk nongkrong, kongkow, ngegame, nonton film, atau apa saja yang disebut screen time. Nah, waktu yang dirampas oleh kegiatan itu yang mengakibatkan kekacauan jam biologis dan jam sosial,” imbuh dosen Program Sarjana dan Pascasarjana Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu.

Baca Berita Lainnya:

4 Pimpinan DPRD Jatim Dicegah Pelesiran ke Luar Negeri

Lesbumi Kota Malang Bakal Gelar Ngaji ala Pesantren saat Ramadhan, Kuota Terbatas!

Ketua Cabang Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (Abkin) Kota Malang itu mengatakan, sudah banyak penelitian mendukung temuan dampak negatif dan serius dari social jetlag ini. Dengan demikian, dia berharap siapa pun sebisa mungkin harus menghindarinya, sedangkan pemerintah seharusnya mencegahnya.

“Seharusnya social jetlag yang terjadi karena kebiasaan individu saja harus dicegah, kok ini malah ada kebijakan yang hampir pasti akan mengakibatkan social jetlag. Ini yang bagi saya agak gimana gitu,” ujar Rofiqah.

Dia menyayangkan kebijakan masuk sekolah yang dibuat terkesan terburu-buru tanpa disertai kajian akademis yang mencukupi.

“Ya, kalau pejabat politiknya tidak mengetahui dampaknya karena memang bukan keahliannya, tapi kan dia punya staf ahli, punya ahli kebugaran, kesehatan, kedokteran, psikologi, dan ahli-ahli lainnya. Niat baik tanpa pengetahuan itu jadi tidak baik!” ujarnya.

Tags: Aturan masuk sekolah pagiAturan masuk sekolah pagi di NTTBahaya social jetlagCiri-ciri social jetlagPelajar terserang social jetlagPenyebab social jetlagPicu social jetlagSocial jetlag adalah
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
Hari Perempuan Internasional.

Google Doodle Peringati Hari Perempuan Internasional 2023, Tampilkan Karya Alyssa Winans

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID