TUBAN, Tugujatim.id – Kecelakaan lalu lintas di Tuban masih menjadi sorotan. Kecelakaan didominasi pengendara sepeda motor menabrak truk parkir atau kendaraan besar yang berhenti di badan jalan. Tragisnya, tidak sedikit insiden tersebut berakhir dengan korban meninggal dunia.
Peristiwa terbaru terjadi pada Sabtu (27/12/2025) malam. Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah menabrak truk di Jalan Soekarno–Hatta, Tuban. Kejadian ini kembali menguatkan pola kecelakaan serupa yang kerap terjadi, khususnya pada malam hari dengan jarak pandang terbatas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kapolres Tuban, Kombes Pol Agung Setyo Nugroho, menyampaikan bahwa kecelakaan yang melibatkan truk parkir sering kali dipicu oleh kurangnya tanda peringatan di jalan.
Kendaraan besar yang berhenti karena kendala teknis maupun alasan lain seharusnya memberikan rambu atau lampu peringatan agar mudah terlihat pengendara lain.

“Kalau kendaraan berhenti di pinggir atau bahkan di tengah jalan, wajib ada lampu peringatan. Tanpa itu, risikonya sangat besar, terutama bagi pengendara sepeda motor,” tegasnya, Senin (29/12/2025).
Meski demikian, ia juga menyinggung faktor kelalaian pengendara. Kurangnya kehati-hatian, kecepatan tinggi, hingga kondisi pengendara yang tidak fokus turut memperbesar potensi kecelakaan.
Kombes Agung menambahkan, aspek keselamatan juga berkaitan dengan pengaturan lalu lintas saat terjadi kepadatan. Menurutnya, kehadiran petugas di titik-titik rawan dan kawasan padat permukiman menjadi penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
“Pada saat terjadi kemacetan atau arus padat, harus ada kehadiran anggota di lapangan. Ini bagian dari tanggung jawab keselamatan agar kecelakaan bisa dicegah,” ujarnya.
Dari sisi infrastruktur, ia menilai kondisi jalan di Tuban secara umum cukup baik. Namun demikian, sejumlah ruas, terutama di jalur Pantura, masih ditemukan gelombang jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Saya sudah meminta Kasat Lantas untuk mengusulkan perbaikan jalan demi keselamatan pengendara,” katanya.
Data kecelakaan menunjukkan tren penurunan tipis, meski angka korban jiwa masih tergolong tinggi. Sepanjang tahun 2024, tercatat 1.103 kejadian kecelakaan lalu lintas di Tuban dengan korban meninggal dunia sebanyak 189 orang. Sementara pada tahun 2025, jumlah kecelakaan tercatat 1.083 kejadian dengan korban meninggal dunia mencapai 169 orang.
Terdapat selisih penurunan korban meninggal dunia sebanyak 20 orang dibanding tahun sebelumnya. Meski angka ini menunjukkan perbaikan, Polres Tuban menilai upaya pencegahan tetap harus diperkuat.
Selain itu, proses penanganan kecelakaan kerap terkendala minimnya saksi, terutama pada kejadian yang berlangsung di lokasi sepi seperti area persawahan. Kondisi ini menyulitkan pengungkapan peristiwa secara cepat.
Untuk mendukung penanganan tersebut, Kombes Agung menyoroti minimnya kamera pengawas atau CCTV di sejumlah ruas jalan. Ia mendorong kerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk penambahan CCTV di titik rawan kecelakaan dan kawasan dengan lalu lintas tinggi.
“CCTV sangat penting, tidak hanya untuk memantau lalu lintas, tapi juga membantu mengungkap kejadian kecelakaan maupun tindak pidana lainnya,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








