TUBAN, Tugujatim.id – Upaya menahan laju Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Tuban terus digenjot. Sebanyak 15.000 dosis vaksin PMK mulai disuntikkan ke ternak warga yang tersebar di seluruh kecamatan.
Vaksin bantuan dari Kementerian Pertanian melalui Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur itu langsung didistribusikan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Tuban. Petugas veteriner diterjunkan menyisir kandang-kandang peternak untuk melakukan pemeriksaan sekaligus vaksinasi.
Kepala DKP2P Kabupaten Tuban Eko Julianto mengatakan, langkah jemput bola ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan hewan ternak sekaligus melindungi ekonomi peternak.
“Vaksinasi PMK serentak ini menjadi strategi untuk membatasi penyebaran PMK di wilayah Kabupaten Tuban,” ujar Eko, Rabu (18/02/2026).
Mantan Camat Senori ini menjelaskan, sasaran vaksinasi tidak hanya sapi, tetapi juga kambing dan domba milik peternak rakyat. Penyuntikan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan tingkat risiko di masing-masing wilayah.
Selain vaksinasi, Pemkab Tuban juga memperketat pengawasan lalu lintas ternak. Pemantauan dilakukan melalui sistem iSIKHNAS guna melacak pergerakan dan kondisi kesehatan hewan secara terintegrasi.
Tak berhenti di situ, petugas DKP2P juga rutin melakukan pengecekan di pasar hewan untuk memastikan tidak ada ternak bergejala PMK yang lolos transaksi.
“Kami mendorong peternak mendukung vaksinasi dengan mengizinkan ternaknya divaksin serta segera melapor jika ada kasus mencurigakan. Sinergi pemerintah dan peternak sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha peternakan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKP2P Tuban Pipin Diah Larasati menambahkan, program ini menargetkan terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) pada populasi ternak.
Menurutnya, semakin luas cakupan vaksinasi, maka peluang penularan PMK dapat ditekan dan risiko kerugian ekonomi peternak bisa diminimalkan.
Di lapangan, DKP2P menerjunkan tim kesehatan veteriner yang terdiri dari dokter hewan, paramedik, hingga petugas pemasang ear tag. Mereka mendatangi langsung kandang warga, tidak hanya untuk menyuntik vaksin, tetapi juga melakukan pendataan ternak serta memberikan edukasi pencegahan PMK.
Pendekatan door to door ini dinilai penting karena sebagian besar ternak di Tuban dipelihara peternak rakyat skala kecil.
Pemkab Tuban berharap langkah terpadu—mulai vaksinasi massal, pengawasan lalu lintas ternak, hingga edukasi peternak—mampu menekan penyebaran PMK secara signifikan. Dengan begitu, sektor peternakan daerah tetap produktif dan ikut menopang ketahanan pangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








