• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi petani di sawah. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ilustrasi petani di sawah. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Jatim: Impor Beras 1 Juta Ton Mencederai Petani Lokal

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Jawa Timur (Jatim) Durrul Izza Al-Fatawi merespons soal kebijakan impor beras di Indonesia. Dia mengatakan, hal itu dapat mencederai para petani, apalagi pada kondisi panen raya mendatang.

Respons itu dia sampaikan karena menanggapi kebijakan Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Perdagangan terkait rencana impor beras 1 juta ton menjelang panen raya, merujuk pada Permendag No 24 Tahun 2020 yang menegaskan bahwa patokan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 4.200 per kilo dengan catatan kadar air beras maksimal 25 persen untuk bisa diserap oleh Bulog.

You might also like

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM
Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

03/06/2026 8:13 PM
 Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Durrul Izza Al-Fatawi menanggapi kebijakan soal impor beras di Indonesia (Foto: Dok/Tugu Jatim)
Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Durrul Izza Al-Fatawi menanggapi kebijakan soal impor beras di Indonesia (Foto: Dok/Tugu Jatim)

Namun, di tengah curah hujan yang lebat pekan ini, Menteri Perdagangan menyebut bahwa kualitas beras petani lokal mempunyai kadar air tinggi sehingga sulit diserap Bulog. Izza meresponsnya dengan tegas melalui pernyataannya.

“Impor beras mencederai petani. Meski pemerintah tidak bisa hadir dalam menjaga kedaulatan petani, minimal tidak menyakiti mereka dengan mengimpor beras 1 juta ton, lebih-lebih pada kondisi panen raya,” terang Izza saat dihubungi via daring, Sabtu sore (20/03/2021).

Selain itu, Izza memberikan catatan presisi, merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tertanggal 1 Maret 2021 soal peluang produksi beras dari Januari-April 2021 mengalami peningkatan sekitar 26,89% bila dibandingkan Januari-April 2020.

“Sebenarnya, pemerintah bisa melihat data BPS pada 1 Maret 2021, potensi produksi beras Januari-April 2021 sekitar 14,54 juta ton; naik 3,08 juta ton (sekitar 26,89%, red) dibanding Januari-April 2020. Sedangkan konsumsi Januari-April 2021, yakni 9,72 juta ton sehingga potensi surplus 4,81 juta ton,” imbuhnya.

Menurut Izza, kebijakan impor beras sebanyak 1 juta ton berpengaruh pada harga gabah di lapangan, sebut saja di Tuban, Nganjuk, dan Probolinggo. Padahal, harga yang dipatok pemerintah pada Permendag No 24 Tahun 2020 sebesar Rp 4.200 per kilo. Jadi, menurut Izza, melakukan impor beras merupakan bentuk kebijakan yang kurang arif dari pemerintah.

“Jelas sangat berpengaruh, kebijakan impor beras sangat tidak bijak sehingga berpengaruh terhadap harga gabah di lapangan, di Tuban tembus Rp 3.300, Nganjuk Rp 3.400-Rp 3.500, lalu Probolinggo Rp 3.300-Rp 3.400 per kilo. Padahal, harga patokan pemerintah Rp 4.200,” jelasnya.

Izza menjelaskan bahwa tugas Bulog seharusnya untuk membuat stabil harga pangan, bukan justru menghancurkan harga di lapangan. Izza juga menyoroti hal itu dalam perspektif keilmuan agrobisnis.

“Tugas Bulog adalah membuat stabil harga, bukan menghancurkan harga. Serap gabah adalah yang harus dilakukan dalam kondisi seperti ini, bukan impor beras. Secara ilmu agrobisnis, ini tidak masuk di mana permintaan dan ketersediaan masih cukup, malahan digerojok beras dari Thailand,” bebernya. (Rangga Aji/ln)

Tags: Berita impor berasHarga berasImpor berasIndonesiajatimNganjukpetaniProbolinggoTuban
Redaksi

Redaksi

Related Stories

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Semeru

Pendaki Semeru Terjatuh Saat Lewat Jalur Ilegal, Evakuasi Terkendala Medan Curam

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pendaki Semeru kembali memakan korban. Seorang pendaki dilaporkan terjatuh di lereng Gunung Semeru usai nekat melintas melalui...

Ledakan Balon Udara

Ledakan Balon Udara di Blitar, Polisi Bongkar Transaksi Mercon

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 4:16 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Penyelidikan kasus ledakan balon udara di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar kini menemui tantangan teknis. Pihak...

Next Post
Wakil Bupati Syah M. Natanegara dalam membuka acara Muswilub. (Foto: Muhammad Zamzuri/Tugu Jatim)

Wakil Bupati Trenggalek Syah Natanegara: RAPI Harus Menjadi Garda Terdepan bagi Warga dalam Komunikasi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID