Kisah Keluarga Wali Kota Malang yang Sempat Terpapar COVID-19

  • Bagikan
Wali Kota Malang, Sutiaji (kiri) bersama GM Tugu Malang ID, Fajrus Sidiq saat webinar nasional yang digelar Tugu Media Group, Sabtu (23/1/2021). (Foto: Dokumen) tugu malang, tugu jatim
Wali Kota Malang, Sutiaji (kiri) bersama GM Tugu Malang ID, Fajrus Sidiq saat webinar nasional yang digelar Tugu Media Group, Sabtu (23/1/2021). (Foto: Dokumen)

MALANG, Tugujatim.id – “COVID-19 sudah semakin mengganas. Sekarang kita sudah sulit deteksi siapa yang bawa virus,” tegas Wali Kota Malang Sutiaji berkali-kali dalam webinar nasional bertajuk “Kesehatan dan Ekonomi Nasional Pasca Vaksinasi”, Sabtu (23/12021).

Webinar ini diadakan Tugu Media Group, perusahaan media yang membawahi tugumalang.id (partner resmi kumparan.com) dan tugujatim.id bekerjasama dengan Climate Change Frontier (CCF), organisasi yang konsen mengawal isu-isu lingkungan dan kemanusiaan.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Sebagaimana diketahui, pria nomor satu di Kota Malang ini pun tak luput dari serangan virus asal Wuhan, China ini. Dia bersama sekeluarga istri dan 3 anaknya dinyatakan positif COVID-19 beberapa waktu lalu. Beruntung, mereka bisa melewati masa-masa kritis itu dan selamat dari gerogotan virus itu.

”Awalnya memang saya gak terlihat gejala apa-apa. Baru di hari ke-5 dan 6 itu saya mulai lemas, nafas ngos-ngosan padahal jalan sebentar. 4 hari terakhir saya harus bed rest. Dokter sampai miris, katanya jantung saya mengembang,” kisahnya.

Kenapa menurut dia virus ini semakin mengganas? Kata dia, gejala yang dialami tiap orang saat masa inkubasi virus ini beragam. Istrinya, kata dia sampai batuk parah. 1 orang anaknya tidak bisa mencium dan merasa. Sementara dirinya dan 2 anaknya yang lain tak ada gejala.

”Kalo tren barunya sekarang itu gejala lambung dan tipes. Baru di hari ke-5 dan 6 terdeteksi positif. Artinya, soal ini kita sudah gak bisa main-main. Saya saja sudah berhati-hati dan disiplin tapi tetap saja akhirnya kena juga,” terang Wali Kota Malang, Sutiaji tersebut.

Sebab itu, Sutiaji terus mewanti-wanti agar disiplin 5 M di lapisan masyarakat agar terus diterapkan. Apalah arti vaksin jika warganya masih abai soal proteksi dirinya. Bagi dia, vaksin paling teruji itu adalah masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan (3M).

Selain itu, menjaga stamina dan imunitas tubuh juga sangat penting. Berkaca dari dirinya yang pernah beraktivitas seharian penuh hingga lupa makan. Di fase ini, kata dia, menjadi celah besar virus masuk dan menggerogoti tubuh.

”Kalau awal-awal dulu banyak stigma negatif, tapi buktinya sekarang korbannya terus bertambah, tidak pandang bulu siapa saja. Makanya, kita sudah gak bisa main-main. Kuncinya sederhana saja, kesadaran diri disiplin menerapkan prokes,” imbaunya.

Sebagai informasi, acara ini juga didukung Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Synchronize Management, Wira-Wiri Entertaimment, dan Manusia Peduli Lingkungan (MPL) 8320.

Selain itu, dalam webinar ini juga menghadirkan pembicara lain yakni dr Tirta Mandira Hudhi (dokter dan influencer), Wali Kota Malang Sutiaji, dan Basra Amru (Tim Komunikasi Publik Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional)! (azm/gg)

  • Bagikan