• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kakak dan adik di Kota Malang ini tampak masih ceria meski menjalani isoman tanpa kehadiran kedua orang tuanya, Senin (19/07/2021). (Foto:Istimewa/Tugu Jatim)

Kakak dan adik di Kota Malang ini tampak masih ceria meski menjalani isoman tanpa kehadiran kedua orang tuanya, Senin (19/07/2021). (Foto:Istimewa)

Kisah Pilu Ibu Meninggal karena Covid-19, Ayah Dirawat di RS, 3 Bocah di Malang Jalani Isoman tanpa Orang Tua

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Ada 3 bocah di Kota Malang yang terpaksa menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah tanpa kehadiran orang tuanya. Diketahui, sang ibu mereka wafat akibat terpapar virus Covid-19. Begitu juga sang ayah, sedang dalam perawatan di rumah sakit, juga akibat paparan virus asal Wuhan, China ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, satu keluarga di Perumahan Puskopad, RT 05, RW 03, Buring, Kota Malang, ini terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani tes swab pada 3 Juli 2021. Hal ini dikatakan Ketua RT setempat Pudjo Leksono, 58, kepada reporter saat ditemui di kediamannya, Senin (19/07/2021).

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Dia menceritakan, awal paparan ini diketahui dari sang ayah, SB, 52, hingga dilakukan pelacakan kontak erat. Hasilnya, satu keluarga yang terdiri dari 5 orang ini positif.

”Akhirnya, mereka semua dianjurkan isoman di rumah hari itu juga,” kisah Pudjo.

Selang 2 hari pada 5 Juli 2021, kondisi sang ayah terus memburuk karena memiliki penyakit komorbid jantung. SB dilarikan ke RSUD Kota Malang untuk dirawat. Kondisi serupa dialami sang ibu, IKW, 50, yang ikut memburuk dan menyusul masuk rumah sakit pada 11 Juli 2021.

Ketua RT setempat Pudjo Leksono, 58, menunjukkan lokasi rumah 3 bocah yang menjalani isoman tanpa orang tuanya, Senin (19/07/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)
Ketua RT setempat Pudjo Leksono, 58, menunjukkan lokasi rumah 3 bocah yang menjalani isoman tanpa orang tuanya, Senin (19/07/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

Beruntung, 3 bocah ini tidak memiliki gejala signifikan. Kondisinya terus membaik hingga saat ini. Namun, kabar pilu datang 7 hari kemudian, pada Minggu (17/07/2021), sang ibu diketahui mengembuskan napas terakhirnya.

”Sementara itu, sang ayah dikatakan kondisinya mulai membaik. Tapi, masih dalam perawatan medis. Selebihnya, hanya petugas puskesmas yang tahu update kondisinya,” terang dia.

Gerak Cepat Tetangga Pantau Kondisi 3 Bocah Ini

Wujud ketangguhan kampung Perum Puskopad, RT 5, RW 3, dalam penanganan Covid-19 ini sangat terasa. Usai mendengar kabar ini, warga langsung bergerak cepat mensterilisasi kampung secara rutin.

Selain itu, jaminan kelangsungan hidup ketiga bocah yang masih kecil ini juga disokong bersama oleh para tetangga. Apalagi, melihat kondisi anak pertama yang adalah anak berkebutuhan khusus (ABK). Praktis saat di rumah, anak kedua yang berusia 12 tahun yang menjadi anak sulungnya.

”Setiap hari kami suplai makanan rutin, pagi, sore, dan malam. Kami juga ikut pantau kondisi mereka lewat ponsel dan terus koordinasi dengan puskesmas. Saudara-saudara mereka juga ikut mantau tiap hari. Alhamdulillah, mereka sehat-sehat saja,” jelas dia.

Sejauh ini, kondisi ketiga bocah itu baik-baik saja. Pudjo mengatakan, mereka rupanya sudah terbiasa hidup mandiri. Bahkan, mereka bisa menanak nasi sendiri. Kini Pudjo dan warga sekitar fokus menjaga kondisi psikis sang anak agar tidak mengalami trauma akan kondisi ini.

”Jadi, kami tinggal kontrol lewat ponsel. Kami pantau terus, mau makan apa biar mereka gak sedih, kami turuti, kami masakin. Kami terus pantau sampai masa isomannya selesai,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sesuai keterangan dari puskesmas setempat, masa isolasi mandiri ketiga anak ini akan berakhir dalam 1-2 hari ke depan.

Tags: Kisah haruKisah pilu di MalangKota MalangWarga isoman
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Alfin (kiri) dan Rangga (kanan) di salah satu warung kopi Kota Surabaya, Minggu (18/07/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Silaturahmi dengan Teman Lama, Bahas Sejarah, Sastra hingga Rokok Kesehatan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID