• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Rasiman telah memproduksi kerupuk lembang sejak 30 tahun lalu. Foto: Rochim/Tugu Jatim

Rasiman telah memproduksi kerupuk lembang sejak 30 tahun lalu. Foto: Rochim/Tugu Jatim

Kisah Rasiman, 30 Tahun Geluti Usaha Kerupuk Lembang di Tuban

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Konsisten menjadi pengusaha kerupuk bukanlah hal mudah. Termasuk bagi Rasiman (60), warga Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Jatuh bangun dalam menjalankan bisnis telah dia alami, bahkan sampai rumahnya hangus terbakar karena alat yang digunakan untuk memproduksi kerupuk meledak dan menghanguskan rumah produksinya.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Kepada tugujatim.id, Rasiman mengaku menekuni usaha kerupuk karena orang tuanya. “Meneruskan usaha dari orang tua, kalau tidak salah sejak tahun 1993 karena orang tua sakit, sehingga saya teruskan,” ucapnya, di rumah produksinya, pada Selasa (2/5/2023).

WhatsApp Image 2023 05 02 at 13.48.53 1
Rasiman telah memproduksi kerupuk lembang sejak 30 tahun lalu. Foto: Rochim/Tugu Jatim

Bapak dua anak itu mengungkapkan bahwa dulunya dia memproduksi kerupuk rambak. Namun kemudian dia beralih ke kerupuk uyel atau kerupuk lembang karena lebih praktis dan lebih dikenal masyarakat

Dia juga menyampaikan bahwa resep kerupuk lembang turun temurun dari orang tuanya. Namun, itu juga didapatkan orang tuanya dari pendatang. Sebab, waktu itu banyak orang Bandung yang memproduksi di Tuban. Kemudian diteruskan warga lokal.

Dalam sehari, dia bisa memproduksi 2 kuintal kerupuk lembang dalam satu mesin. Karena sekarang memiliki dua mesin, maka dia bisa memproduksi 4 kuintal kerupuk lembang. Sebelumnya, dia mempunyai tiga mesin.

WhatsApp Image 2023 05 02 at 14.02.45
Rasiman (kiri) telah memproduksi kerupuk lembang sejak 30 tahun lalu. Foto: Rochim/Tugu Jatim

“Per kilogram kurang lebih sekitar 200 buah, sekarang saya dibantu 14 karyawan, sebelumnya hampir 20 (karyawan). Karena (satu) alat rusak, bahan baku mahal, dan pekerja juga sama,” tambahnya.

Rasiman mengungkapkan, produknya diambil langsung oleh para pedagang kerupuk keliling. Kerupuk lembang siap santap dijual Rp170 per buah. Biasanya, pedagang menjual Rp200 per buah. “Saya menyuplai seluruh penjual kerupuk di Tuban dan Lamongan. Biasanya, edarnya ke pasar-pasar,” ujarnya.

Kendala yang dihadapi selama berbisnis ini, yakni tidak bisa memperkirakan harga bahan baku, seperti tepung, minyak goreng, maupun bumbu lainnya. Bahkan, saat minyak goreng langka, dia pernah mengantre hingga ke wilayah Babat, Lamongan. Itupun sering kali tidak kebagian.

WhatsApp Image 2023 05 02 at 13.49.03 1
Karyawan Rasiman menggoreng kerupuk lembang. Foto: Rochim/Tugu Jatim

“Kalau musim juga pengaruh sih. Kita tidak begitu banyak pengeluaran untuk oven yang menggunakan bahan bakar gas, tapi saya rasa tidak terlalu, yang paling terasa dibahan baku yang mahal,” pungkasnya.

Tags: berita Tubanberita Tuban hari iniKabupaten Tubankerupuk lembangrasiman
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Museum Pendidikan Surabaya.

Galeri Foto Museum Pendidikan Surabaya, Tampil Estetik dengan Beragam Koleksi Zaman Kolonial

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID