• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Masyarakat tampak antusias membaca buku yang disediakan Perpus Jalanan Tuban dengan konsep lapak baca gratis di GOR Rangga Jaya Anoraga sebelum pandemi Covid-19 lalu. (Foto: Dokumen)

Masyarakat tampak antusias membaca buku yang disediakan Perpus Jalanan Tuban dengan konsep lapak baca gratis di GOR Rangga Jaya Anoraga sebelum pandemi Covid-19 lalu. (Foto: Dokumen)

Mengenal Komunitas Perpus Jalanan Tuban yang Getol Gaungkan Semangat Literasi

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Berangkat dari hal yang receh tak melulu soal yang remeh. Demi mencapai hal besar, terkadang kita perlu melalui hal kecil dan sederhana. Hal itulah yang mungkin mendasari Hirman dan teman-temannya yang berasal dari Desa Ketambul, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban untuk membuat komunitas bernama Perpus Jalanan Tuban. Sebuah komunitas yang terbentuk dari candaan dan diskusi di warung kopi.

Merasa terkungkung dengan aktivitas yang mereka anggap monoton serta kesamaan keinginan untuk bisa bermanfaat dan ingin berbagi untuk sesama, Hirman dkk memutuskan membuat ruang untuk berbagi, berdiskusi, serta mewadahi kreativitas, bakat, dan minat.

You might also like

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM
Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM

Komunitas Perpus Jalanan Tuban ini dibentuk pada 9 Juli 2019 silam. Hal itu juga didorong dengan budaya literasi yang begitu minim di lingkungan mereka yang membuat mereka ingin menciptakan ruang-ruang untuk menggaunkan semangat literasi.

Bermodalkan sejumlah buku koleksi pribadi dan hasil donatur masyarakat, mereka membuka lapak di pujasera kompleks GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban setiap malam minggu sebelum adanya pandemi Covid-19.

Lapak baca yang diinisiasi Perpus Jalanan Tuban, komunitas literasi desa yang digelar di sebuah pos ronda di Kabupaten Tuban. (Foto: Dokumen)
Lapak baca yang diinisiasi Perpus Jalanan Tuban, komunitas literasi desa yang digelar di sebuah pos ronda di Kabupaten Tuban. (Foto: Dokumen)

Aktivitas melapak tersebut tak melulu membaca buku dan diskusi. Namun ada yang melukis, berpuisi, atau bermusik semua tergantung keinginan.

“Alhamdulillah. Respon masyarakat baik. Malahan ada yang mendonasikan buku,” ucap Hirman, salah satu anggota komunitas ketika berdiskusi via WhatshApp dengan Tugu Jatim.

Meski sudah rutin melakukan kegiatan membuka lapak, Hirman mengakui dalam komunitasnya tidak ada struktur secara formal semua berjalan atas dasar tanggungjawab dan kesadaran bersama.

“Tidak ada stuktur. Yang biasanya menyiapkan melapak 7 orang,” katanya.

Cara promosi mereka terbilang sudah kekinian sebagai sebuah komunitas, setiap akan melapak dibuatkan poster, dan dibagikan di akun sosial media untuk memacing daya tarik masyarakat lebih luas.

Pandemi Mengubah Strategi Komunitas

Bukan hanya ekonomi, kesehatan, maupun pendidikan saja yang terkena dampak dari adanya pandemi Covid-19, komunitas ini pun harus memutar otak untuk menemukan strategi agar tetap bisa melakukan ngelapak.

“Sebelum pandemi melapak di GOR (Rangga Jaya Anoragam red) kondisional. Pas pandemi melapak di desa-desa sekitar palang. Kadang di pos ronda, kadang juga di balai desa,” tegas Hirman.

Meski demikian, adanya pandemi tak menyurutkan semangat tetap bermanfaat dan mengampanyekan betapa pentingnya literasi.

Berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019. Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

Tags: Kabupaten TubanpendidikanperpustakaanTuban
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Next Post
Seorang ibu asal Magelang, Trimah (79) yang kini berada di Griya Lansia Husnul Khatimah, Kabupaten Malang setelah "dibuang" oleh tiga orang anaknya. (Foto: Istimewa) tugu jatim

Kisah Ibu Asal Magelang yang Dititipkan 3 Anaknya ke Griya Lansia Malang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID