Komunitas Telisik UIN Surabaya: Biota Air di Pesisir Sidoarjo Terkontaminasi Sampah Mikroplastik - Tugujatim.id

Komunitas Telisik UIN Surabaya: Biota Air di Pesisir Sidoarjo Terkontaminasi Sampah Mikroplastik

  • Bagikan
Mahasiswi Jurusan Biologi UIN Sunan Ampel Surabaya menunjukkan bahwa ada kontaminasi mikroplastik pada biota air di pesisir kawasan Sidoarjo. (Foto: Ecoton/Tugu Jatim)
Mahasiswi Jurusan Biologi UIN Sunan Ampel Surabaya menunjukkan bahwa ada kontaminasi mikroplastik pada biota air di pesisir kawasan Sidoarjo. (Foto: Ecoton)

SURABAYA, Tugujatim.id – Mikroplastik telah mencemari beberapa perairan di Jawa Timur. Setelah busa-busa putih seperti salju yang menggunung memenuhi sungai di Tambak Wedi, kini kabar datang dari pesisir Sidoarjo yang telah terkontaminasi mikroplastik yang sama. Hal itu membuat biota air seperti kupang, udang, ikan, dan sejenisnya terkontaminasi dengan serpihan plastik berukuran kurang dari 5 mm hasil fragmentasi sampah plastik yang dibuang sembarangan.

Berdasarkan penelitian dari Komunitas Telisik (Peneliti Mikroplastik) Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Ampel Surabaya bahwa sumber mikroplastik berasal dari tas kresek, styrofoam, sedotan, bungkus sachet, dan botol air minum sekali pakai.

Mahasiswa saat meneliti udang yang terkontaminasi mikroplastik. (Foto: Ecoton/Tugu Jatim)
Mahasiswa saat meneliti udang yang terkontaminasi mikroplastik. (Foto: Ecoton)

“Sumber utama mikroplastik adalah dari tas kresek, styrofoam, sedotan, botol air minum sekali pakai, dan bungkus sachet, sampah-sampah plastik ini berasal dari perilaku masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya dan berakhir di perairan (sungai, red),” terang Thara Bening Sandrina, Koordinator Aksi Stop Makan Plastik melalui daring, Sabtu (29/05/2021).

Thara menyebutkan, minimnya tempat dan pengolahan sampah yang disediakan oleh Pemkab Sidoarjo membuat banyak plastik tercecer di perairan, lahan kosong, maupun di bantaran sungai.

Hasil penelitian. (Foto: Ecoton/Tugu Jatim)
Hasil penelitian. (Foto: Ecoton)

“Dibutuhkan pembatasan atau larangan penggunaan plastik sekali pakai di masyarakat. Sidoarjo butuh perda pembatasan atau perda larangan penggunaan plastik sekali pakai. Sampah harus didaur ulang agar bisa mengatasinya,” jelasnya.

Selain itu, koordinator Brigade Evakuasi Popok itu juga meminta Pemkab Sidoarjo menyediakan sarana TPS 3R di setiap desa. Gerakan #stopmakanplastik mengajak semua orang untuk tidak menggunakan tas kresek, sedotan, botol air minum dalam kemasan, popok, styrofoam, dan bungkus sachet yang dimulai dari pemuda-pemudi.

Hasil penelitian. (Foto: Ecoton/Tugu Jatim)
Hasil penelitian. (Foto: Ecoton)

Menyikapi ancaman mikroplastik yang berasal dari sampah plastik tersebut, sekelompok aktivis lingkungan Jawa Timur mendeklarasikan Gerakan #stopmakanplastik dengan lantang. Selain itu, mereka tetap teguh mengadakan beberapa aksi penolakan penggunaan plastik sekali pakai di beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan lain-lain.

“Kami pemuda-pemudi Indonesia akan berpartisipasi untuk (mengampanyekan, red) Indonesia bebas dari sampah plastik melalui panca satya millenia,” ujar Thara Bening.

 

  • Bagikan