• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mahasiswi Jurusan Biologi UIN Sunan Ampel Surabaya menunjukkan bahwa ada kontaminasi mikroplastik pada biota air di pesisir kawasan Sidoarjo. (Foto: Ecoton/Tugu Jatim)

Mahasiswi Jurusan Biologi UIN Sunan Ampel Surabaya menunjukkan bahwa ada kontaminasi mikroplastik pada biota air di pesisir kawasan Sidoarjo. (Foto: Ecoton)

Komunitas Telisik UIN Surabaya: Biota Air di Pesisir Sidoarjo Terkontaminasi Sampah Mikroplastik

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Mikroplastik telah mencemari beberapa perairan di Jawa Timur. Setelah busa-busa putih seperti salju yang menggunung memenuhi sungai di Tambak Wedi, kini kabar datang dari pesisir Sidoarjo yang telah terkontaminasi mikroplastik yang sama. Hal itu membuat biota air seperti kupang, udang, ikan, dan sejenisnya terkontaminasi dengan serpihan plastik berukuran kurang dari 5 mm hasil fragmentasi sampah plastik yang dibuang sembarangan.

Berdasarkan penelitian dari Komunitas Telisik (Peneliti Mikroplastik) Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Ampel Surabaya bahwa sumber mikroplastik berasal dari tas kresek, styrofoam, sedotan, bungkus sachet, dan botol air minum sekali pakai.

You might also like

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

20/07/2026 9:04 PM
Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

20/07/2026 6:05 PM
Mahasiswa saat meneliti udang yang terkontaminasi mikroplastik. (Foto: Ecoton/Tugu Jatim)
Mahasiswa saat meneliti udang yang terkontaminasi mikroplastik. (Foto: Ecoton)

“Sumber utama mikroplastik adalah dari tas kresek, styrofoam, sedotan, botol air minum sekali pakai, dan bungkus sachet, sampah-sampah plastik ini berasal dari perilaku masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya dan berakhir di perairan (sungai, red),” terang Thara Bening Sandrina, Koordinator Aksi Stop Makan Plastik melalui daring, Sabtu (29/05/2021).

Thara menyebutkan, minimnya tempat dan pengolahan sampah yang disediakan oleh Pemkab Sidoarjo membuat banyak plastik tercecer di perairan, lahan kosong, maupun di bantaran sungai.

Hasil penelitian. (Foto: Ecoton/Tugu Jatim)
Hasil penelitian. (Foto: Ecoton)

“Dibutuhkan pembatasan atau larangan penggunaan plastik sekali pakai di masyarakat. Sidoarjo butuh perda pembatasan atau perda larangan penggunaan plastik sekali pakai. Sampah harus didaur ulang agar bisa mengatasinya,” jelasnya.

Selain itu, koordinator Brigade Evakuasi Popok itu juga meminta Pemkab Sidoarjo menyediakan sarana TPS 3R di setiap desa. Gerakan #stopmakanplastik mengajak semua orang untuk tidak menggunakan tas kresek, sedotan, botol air minum dalam kemasan, popok, styrofoam, dan bungkus sachet yang dimulai dari pemuda-pemudi.

Hasil penelitian. (Foto: Ecoton/Tugu Jatim)
Hasil penelitian. (Foto: Ecoton)

Menyikapi ancaman mikroplastik yang berasal dari sampah plastik tersebut, sekelompok aktivis lingkungan Jawa Timur mendeklarasikan Gerakan #stopmakanplastik dengan lantang. Selain itu, mereka tetap teguh mengadakan beberapa aksi penolakan penggunaan plastik sekali pakai di beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan lain-lain.

“Kami pemuda-pemudi Indonesia akan berpartisipasi untuk (mengampanyekan, red) Indonesia bebas dari sampah plastik melalui panca satya millenia,” ujar Thara Bening.

 

Tags: Komunitas Telisik UIN SurabayaKota SurabayaPencemaran mikroplastikPenelitian mikroplastikSampah mikroplastikSidoarjoUIN Surabaya
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Next Post
CEO Paragon Salman Subakat saat menyampaikan materi di depan 1.500 peserta coaching. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)

Diikuti 1.500 Dosen Se-Indonesia, Lecturer Coaching Movement Paragon Diapresiasi Dirjen

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID