Korban Fetish Mukena Resmi Melapor ke Polresta Malang Kota - Tugujatim.id

Korban Fetish Mukena Resmi Melapor ke Polresta Malang Kota

  • Bagikan
AL, korban fetish mukena di Kota Malang saat melapor ke Polresta Malang Kota, Jumat (20/08/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Jatim)
AL, korban fetish mukena di Kota Malang saat melapor ke Polresta Malang Kota, Jumat (20/08/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Salah satu korban fetish mukena berkedok OL Shop di Kota Malang berinisial AL, 22, yang dilakukan oleh seorang pria bernama D, hari ini (20/08/2021) resmi melapor ke Polresta Malang Kota. AL melaporkan bahwa foto-fotonya dijadikan bahan fetish para pria hidung belang di akun Twitter pecinta_mukena.

“Saya mau melapor bahwa Mas D ini telah melakukan penyalahgunaan foto pada banyak model. Dan dia sudah bohong sama kami, dia bukan perempuan tapi laki-laki, serta menyalahgunakan akun tersebut untuk fetish mukenanya,” terangnya saat mendatangi Mapolresta Malang Kota.

Dia juga melaporkan bahwa saat ini sudah ada 10 perempuan yang mengaku menjadi korban fetish mukena oleh D.

“Saat ini yang terkumpul jadi korban ada 10 yang terkumpul di grup. Cuma kalau keseluruhan, ada puluhan korban yang kami belum tahu,” bebernya.

Dia berharap agar pihak kepolisian bisa segera menangkap D dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Harapannya, pihak kepolisian bisa cepat menemukan dan pelaku mendapat hukuman setimpal agar jera,” tegasnya.

Lebih lanjut, AL juga mengomentari video permintaan maaf yang dibuat oleh D kemarin. Dia mengatakan, para korban masih tidak terima.

“Iya (tahu videonya), kemarin pas dia upload video minta maaf itu, korban-korbannya sudah banyak yang lihat. Cuma kami masih belum puas, masa cuma minta maaf aja. Dan kami belum ada bukti apakah dia benar-benar sudah hapus foto-fotonya apa belum,” jelasnya.

Dia juga menceritakan bagaimana dirinya dan teman-temannya mengetahui bahwa foto-fotonya dijadikan bahan melampiaskan birahi para pria fetish mukena.

“Karena pas kami lihat akunnya, dia ngebales salah satu tweet orang yang juga fetish mukena. Terus dia juga bilang fetish mukena, dia juga bilang ke salah satu postingan pelecehan di masjid dan dia bilang suka mukena,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pas ketemu pelaku waktu pemotretan biasa-biasa saja.

“Padahal, kalau ketemu biasa aja, seperti orang biasanya ngobrol-ngobrol biasa basa-basi. Cuma dalam gaya bicara kadang agak belibet sih ngomongnya, tapi belibetnya bukan bikin kita langsung negative thinking,” tambahnya.

Dia juga menceritakan, ada 2 fotonya yang di-posting di akun Twitter pecinta_mukena.

“Foto saya ada 2 yang dipasang. Yang lainnya ada model-model lain. Intinya, di satu akun itu di-posting banyak foto model dan itu rata-rata modelnya OL Shop GM ini,” bebernya.

Dia mengungkapkan, saat di-post di Twitter itu isinya nggak pantas.

“Sebenarnya foto-foto yang di-post itu pakai mukena, lalu caption-nya hanya akun Instagram kita dan lainnya. Tapi, isi tweet yang lain atau saat Mas D me-retweet yang lain isinya yang gak pantas. Yang intinya, dia di-tweet itu isinya merendahkan perempuan dan melecehkan,” tutupnya.

  • Bagikan