• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kronologi penganiayaan dokter gigi.(Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ilustrasi penganiayaan yang terjadi di Kabupaten Pasuruan. (Foto: Pexels)

Kronologi Penganiayaan Dokter Gigi di Pasuruan, Diteriaki Maling hingga Anaknya Diancam Mantan Pacar dan Oknum Polisi

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Kriminal, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Kronologi penganiayaan dokter gigi di Kabupaten Pasuruan, korban diduga sempat diteriaki maling oleh perempuan berinisial MF yang tak lain adalah mantan pacarnya sendiri bersama seorang oknum polisi berinisial HD. Dokter gigi bernama Anang itu mengungkapkan, kronologi peristiwa itu terjadi saat dirinya hendak pulang dari tempat praktiknya di Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Selasa (08/02/2022).

Sesampainya di mobil, dia melanjutkan cerita kronologi penganiayaan dokter gigi ini dengan dihadang dan diteriaki sebagai maling oleh MF bersama oknum polisi berinisial HD.

You might also like

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

18/07/2026 6:15 PM
Polres Blitar Kota.

Berkali-kali Tersandung Narkoba, Polisi Senior di Polres Blitar Kota Dipecat

18/07/2026 5:00 PM

“Saya kaget, tiba-tiba mereka datang sambil meneriaki saya maling,” ujar Anang pada Kamis (03/03/2022) ketika menceritakan kronologi penganiayaan dokter gigi ini.

Setelah meneriaki maling, barulah MF dan HD bersekongkol untuk merebut cincin emas dari tangan dokter gigi tersebut.

Kronologi penganiayaan dokter gigi. (Foto: tangkapan layar CCTV warga/Tugu Jatim)
Oknum polisi bersama seorang perempuan menganiaya dokter gigi di Beji, Kabupaten Pasuruan. (Foto: tangkapan layar CCTV warga)

Diduga oknum polisi HD itu berperan untuk mencekik dan memukuli korban. Sementara MF yang mencopot cincin korban ketika dia dalam kondisi lemah.

“Saya duduk di kursi depan, si polisi lalu mencekik dan memukuli saya dari belakang kemudi mobil, tiba-tiba cincin emas saya dicopot sama perempuan itu,” ungkapnya.

Baca Juga:

  • https://tugujatim.id/diduga-bantu-wanita-menganiaya-dokter-gigi-oknum-polisi-di-pasuruan-cekik-korbannya/
  • https://tugujatim.id/motif-dendam-asmara-mantan-pacar-bawa-polisi-untuk-aniaya-dokter-gigi-di-pasuruan/

Setelah berhasil mengambil cincin korban, MF dan HD langsung kabur dari tempat kejadian perkara (TKP). Berselang tiga minggu setelah kejadian, MF bersama oknum polisi HD kembali berulah. Kini giliran anak korban yang jadi sasaran.

Tepat pada Senin (28/02/2022), MF dan HD membuntuti anak perempuan dari si dokter gigi dan mencegatnya di tengah jalan di daerah Perum Candi, Kabupaten Sidoarjo. Diduga saat itu MF dan HD mengancam dan memaki-maki anak korban dengan kata-kata kasar.

“Mereka mendatangi anak perempuan saya sambil mengancam. Anak saya sama sekali tidak tahu masalahnya kok malah ikut dilibatkan,” tegasnya.

Tak tahan dengan aksi penganiayaan dan intimidasi tersebut, Anang memilih melaporkan mantan pacarnya dan oknum polisi yang membantu beserta bukti rekaman CCTV. Kini MF masih berstatus sebagai saksi dan telah dilakukan pemeriksaan dan pemanggilan di Polsek Beji. Sementara dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum polisi itu tengah diselidiki oleh Propam Polda Jatim.

“Saya berharap pihak kepolisian bisa mengadili sesuai hukum yang berlaku, baik kepada oknum polisi maupun si wanita itu,” ujarnya.

Tags: Aniaya dokter gigiBerita dokter gigi dianiayaberita kriminal di Pasuruan hari iniBerita penganiayaanDokter gigi di PasuruanDokter gigi dianiaya polisi PasuruanKasus penganiayaanKorban penganiayaanKronologi penganiayaan dokter gigiOknum polisi aniaya dokter gigiPelaku penganiayaanPelaku penganiayaan mantan kekasihpenganiayaanPenganiayaan dokter gigiPenganiayaan dokter gigi di Pasuruan
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Polres Blitar Kota.

Berkali-kali Tersandung Narkoba, Polisi Senior di Polres Blitar Kota Dipecat

by Dwi Linda
18/07/2026 5:00 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Seorang anggota Polres Blitar Kota berinisial Aiptu EW resmi dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena...

Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

by Dwi Linda
18/07/2026 4:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya menata sektor perparkiran dengan penerapan pembayaran non tunai atau digital secara perlahan...

Lapor Cak Eri.

Lapor Cak Eri Terima 9.217 Aduan Warga, Masalah Parkir Jadi Keluhan Terbanyak

by Dwi Linda
18/07/2026 2:06 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Sejak diluncurkan pada pada 11 Mei 2026 lalu, antusiasme warga yang memanfaatkan hotline “Lapor Cak Eri” semakin...

Next Post
Kasus stunting. (Foto: Diskominfo/Tugu Jatim)

Jatim Masuk Prevalensi Kasus Stunting yang Tinggi, BKKBN Ajak Kepala Daerah Serius Menangani

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID