Kucingmu Doyan Makan tapi Masih Kurus? Waspada Diserang 5 Penyakit Berbahaya Ini!

Kucingmu doyan makan. (Foto: Pixabay/Tugu Jatim)
Ilustrasi kucing doyan makan. (Foto: Pixabay)

Tugujatim.id – Tentu saja Anda akan senang melihat kucingmu doyan makan. Tapi, doyan makan tubuhnya tetap kurus? Kok bisa. Nah, Anda harus mewaspadainya karena kondisi ini bisa jadi memperlihatkan indikasi kucing Anda sedang tidak baik-baik saja.

Ternyata kejanggalan kucingmu doyan makan dengan lahap tapi badannya masih begitu-begitu saja, Anda harus mewaspadai lima fakta penyakit berbahaya yang bisa menyerang. Simak ya!

1. Hipertiroidisme

Gejala penyakit ini identik dengan nafsu makan kucingmu doyan makan hingga rakus, tapi tidak diimbangi dengan peningkatan berat badan. Hipertiroidisme umumnya dianggap sebagai penyakit pada kucing dewasa tapi dapat didiagnosis sejak usia enam tahun dengan usia rata-rata 13 tahun.

Ini merupakan suatu kondisi yang dapat terjadi akibat tumor pada kelenjar tiroid. Untuk diketahui, kelenjar tiroid sendiri bertanggung jawab untuk pengaturan metabolisme tubuh dan mengontrol fungsi otot, otak, jantung, dan pencernaan.

Gejala lain yang dapat terlihat seperti peningkatan minum dan buang air kecil, peningkatan vokalisasi dan aktivitas, diare, muntah, dan pengecilan otot secara bertahap. Tes darah disarankan untuk menyaring kondisi lain dan mengukur kadar tiroksin kucing Anda.

2. Parasit

Perlu diwaspadai jika kucing Anda suka memburu hewan pengerat kecil karena hal tersebut sangat memungkinkan untuk peliharaan dapat terpapar parasit usus yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan berakibat pada penurunan berat badan walaupun banyak makan.

Meskipun kucing dengan parasit usus tidak selalu menunjukkan gejala, mereka mungkin mengalami muntah, diare, dan kembung. Biasanya, kucing dengan cacing gelang mungkin terlihat lebih gemuk atau perut buncit.

Pemberian obat cacing secara teratur sangat diperlukan untuk dapat mencegah dan membasmi cacing pada kucing. Ini juga membantu untuk memastikan lingkungan mereka bersih, termasuk tempat dan peralatan makan dan minum yang digunakan.

3. Diabetes

Tak hanya manusia, kucing ternyata juga dapat menderita penyakit diabetes. Ketika kucing menderita diabetes, mereka tidak dapat mencerna glukosa dengan baik untuk energi yang berakibat pada peningkatan nafsu makan mereka.

Diabetes mellitus juga dapat menyebabkan kucing kehilangan berat badan. Beberapa gejala yang biasanya dialami adalah peningkatan rasa haus dan buang air kecil lebih sering, hingga peningkatan nafsu makan (polifagia).

Anda membutuhkan penanganan yang cepat, karena penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi seperti masalah pada sistem saraf kucing Anda, masalah penglihatan, dan kondisi serius yang disebut ketoasidosis yang bisa berakibat fatal jika terlambat untuk ditangani.

4. Stres

Meningkatnya nafsu makan kucing tidak selalu disebabkan oleh kondisi fisik. Ini bisa dihubungkan pada masalah perilaku atau psikologis. Beberapa kucing bisa makan lebih banyak karena mengalami stres, dan membakarnya melalui energi gugup.

Sangat penting untuk menjaga kucing Anda terstimulasi secara mental dan fisik, terutama untuk kucing rumahan. Disarankan untuk memberi kucing Anda waktu bermain yang cukup dan aktivitas serta materi lain yang dapat menghibur kucing Anda.

5. Penyakit Gastrointestinal

Masalah gastrointestinal (GI) juga menjadi salah satu penyebab penurunan berat badan pada kucing dengan gejala yang bervariasi dari muntah hingga diare. Hal ini diakibatkan karena usus mereka tidak dapat menyerap nutrisi pada makanan dengan benar.

Karena sistem pencernaan adalah tempat terjadinya proses metabolisme makanan, penyakit apa pun yang memengaruhi sistem dapat memiliki efek tidak langsung. Penyakit GI ini meliputi: radang usus besar, Feline Enteric Coronavirus, radang perut, obstruksi gastrointestinal, penyakit radang usus (IBS), dan kanker pencernaan.

Jika kucing Anda mengalami gejala seperti beberapa ciri penyakit yang ada, segera meminta nasihat medis untuk penanganan berkelanjutan ya!