Lagi, Dokter di Malang Meninggal karena Positif COVID-19

  • Bagikan
ilustrasi corona ventilator
Ilustrasi virus corona (Foto: Pixabay)

MALANG – Satu lagi kabar duka datang dari kalangan tenaga kesehatan. Seorang dokter di Malang, dr Achmad Chusnul Chuluq Ar meninggal dunia dalam perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Jumat (21/8/2020) kemarin. Hingga saat ini, sudah ada 3 dokter di Malang meninggal akibat virus asal Wuhan, China ini.

Informasi yang dihimpun, dokter yang juga mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) ini diketahui menghembuskan nafas terakhir pada sekitar pukul 04.31 WIB setelah dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Hal ini diungkapkan Humas RSSA Kota Malang, Donny Iryan bahwa dokter tersebut diketahui meninggal dalam perawatan sebagai pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

”Iya (terkonfirmasi positif),” ungkapnya dikonfirmasi, Sabtu (22/8).

Baca Juga: Coban Kricik, Surga Tersembunyi di Kabupaten Malang

Dikatakan Donny, kemungkinan dokter yang meninggal karena wabah COVID-19 ini terpapar virus dari pelayanan tempat praktik yang dibukanya di Tumpang, Kab. Malang. Kemungkinan memang awal paparan virus itu berasal dari tempat kliniknya.

”Kemungkinan memang terpapar dari pasien di tempat praktiknya. Sejauh ini terkonfirmasi positif COVID-19,” ujarnya.

Donny menambahkan, sebelum dirujuk ke RSSA, almarhum sempat dirawat di RSI Aisyiah Malang. Kondisinya bahkan sudah kritis saat dirujuk ke RSSA. “Rujukanya dari RSI. Waktu dirujuk, kondisinya sudah menurun drastis,” tambahnya.

IDI Harapkan Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan

dokter meninggal akibat covid-19
dr Achmad Chusnul Chuluq Ar meninggal dunia dalam perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Jumat (21/8/2020) (Foto: IDI Malang Raya)

Terpisah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang Raya, Djoko Heri Hermanto mengatakan bahwa almarhum selama ini memang tidak bertugas di rumah sakit. Diperkirakan dia memang jika hasil swab test berbicara demikian, kemungkinan beliau terpapar dari tempat praktik pribadinya.

”Setahu saya memang beliau juga punya tempat praktik pribadi, pasiennya juga banyak. Ya kemungkinan dari sana (tertularnya). Selain itu juga mungkin faktor usia,” terangnya.

Baca Juga: Pelaku Cium Jenazah COVID-19 Cukup Beri Laporan Dua Kali Seminggu

Meninggalnya dokter Chusnul ini semakin menambah daftar tenaga kesehatan di Malang yang terpapar virus. Djoko mengungkapkan hingga saat ini sudah ada 16 dokter yang tergabung di IDI Malang Raya terpapar virus asal Wuhan, China ini.

”Terhitung sejak Maret 2020, anggota kita dokter di Malang Raya total sudah ada 16 orang. Tiga orang diantaranya meninggal dunia,” ungkapnya.

Atas kejadian ini, IDI mengimbau kerjasama dan kesadaran masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Pencegahan ini pada akhirnya sangat membantu tenaga kesehatan sebagai gugus terdepan penanganan COVID-19.

”Sangat percuma rasanya kami para dokter dan petugas kesehatan lain menggunakan APD lengkap kalau nyatanya kasus COVID-19 terus bertambah. Lama-lama rumah sakit akan penuh, petugas medis kelelahan dan pada akhirnya tenaga kesehatan juga bisa tertular,” harapnya.

 

Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Gigih Mazda

  • Bagikan