• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
GKJW Sumberpakem.

Pendeta GKJW Sumberpakem Jember Eklesius membawa Alkitab berbahasa Madura yang masih digunakan untuk melestarikan warisan budaya leluhur. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Lestarikan Warisan Budaya Leluhur, GKJW Sumberpakem Jember Jadi Satu-satunya Gereja Berbahasa Madura

Dwi Linda by Dwi Linda
5 months ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Sumberpakem atau lebih dikenal sebagai GKJW Pondok Sumberpakem memiliki keunikan tersendiri sebagai satu-satunya gereja yang menggunakan bahasa Madura dalam peribadatannya hingga saat ini.

Menurut penjelasan Pendeta Eklesius, penggunaan bahasa Madura di GKJW Sumberpakem ini telah berlangsung sejak 143 tahun yang lalu, tepatnya sejak zaman Mbah Ebing yang merupakan orang pertama yang dibaptis dan menyandang gelar Guru Injil (GI).

You might also like

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

29/05/2026 7:00 AM
Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

27/05/2026 8:08 PM

Baca Juga: GKJW Sumberpakem Jember Ajak Jemaat Rayakan Natal 2025 dengan Solidaritas di Tengah Bencana Melanda Indonesia

“Motivasi awalnya adalah supaya mudah dipahami oleh konteks lokal, yaitu masyarakat Madura baik pendatang dari Pulau Madura maupun keturunan asli Madura yang sudah menetap di sini,” jelas Pendeta Eklesius saat ditemui Tugujatim.id pada Rabu petang (24/12/2025).

Alkitab Bahasa Madura

Upaya pelokalan pemahaman Alkitab dimulai sejak tahun 1970-an dengan penerjemahan Injil Markus sebagai yang pertama kali diterjemahkan ke dalam bahasa Madura. Penerjemahan resmi Alkitab lengkap baru selesai pada 1994 oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).

GKJW Pondok Sumberpakem Jember.
Alkitab berbahasa Madura yang digunakan di GKJW Sumberpakem Jember. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Tim penerjemah dipimpin oleh Nyonya Sicilia Jin de Art Hasaniah Waluyo sebagai penerjemah utama. Proses penerjemahan ini disahkan dalam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Kidung dan Doa dalam Bahasa Madura

Selain Alkitab, GKJW Sumberpakem juga memiliki kidung jemaat berbahasa Madura yang disusun dengan bantuan Bapak Esto Winarno. Terdapat sekitar 200-an lagu yang diterjemahkan, termasuk kidung jemaat, Kidung Pasamuan Kristen Jawa (KPKJ) lawas dan baru, serta lagu-lagu populer.

Bahkan doa-doa inti seperti Pengakuan Iman Rasuli, 10 Perintah Allah, dan Doa Bapa Kami juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Madura.

Jadwal Peribadatan

Saat ini, penggunaan bahasa Madura di GKJW Sumberpakem dilaksanakan setiap Minggu pertama, ketiga, dan kelima. Seluruh alur peribadatan mulai dari doa, nyanyian, pembacaan Alkitab, hingga khutbah menggunakan bahasa Madura.

“Tujuan kami mempertahankan bahasa Madura bukan hanya untuk melokalkan Injil, tetapi lebih kepada menjaga warisan budaya yang sudah diberikan oleh pendahulu,” tegas Pendeta Eklesius.

Baca Juga: Sterilisasi Gereja di Tuban Jadi Garda Awal Pengamanan Natal 2025

Dia juga menjelaskan bahwa bangunan gereja yang digunakan saat ini didirikan pada 1996, pada masa pelayanan Pendeta Sarji (1993-1996). Usia persekutuan GKJW Sumberpakem sendiri telah mencapai 143 tahun, dihitung sejak Mbah Ebing dibaptis menjadi Kristen.

Keberadaan GKJW Pondok Sumberpakem menjadi bukti nyata bagaimana gereja dapat melestarikan budaya lokal sekaligus menyampaikan ajaran Injil dengan cara yang relevan bagi komunitasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniGereja di Jember berbahasa MaduraGKJW Sumberpakem NatalanGKJW Sumberpakem TubanJemaat GKJW SumberpakemJemberKabupaten Jember hari ini
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

by Dwi Linda
27/05/2026 8:08 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menyusul insiden ledakan balon...

Biya Agus.

Biya Agus, Magister Fisika yang Viral di TikTok Berkat Pembahasan soal Rezeki bersama Chatour Travel

by Dwi Linda
19/05/2026 4:41 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id - Senin malam (18/05/2026), H Agus Rahman MPd atau yang populer dengan nama Biya Agus Chatour Gresik, sesenggukan...

Mie Cendana.

Atika C. Larasati, Owner Mie Cendana Viral di Malang Kolaborasi Unik bareng Pelaku UMKM Lokal Perempuan

by Dwi Linda
01/05/2026 7:27 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Siapa sih yang nggak mengenal Mie Cendana sebagai salah satu kuliner viral dari Malang, Jawa Timur? Bahkan,...

Next Post
narapidana Nasrani

Tiga Narapidana Nasrani di Lapas Tuban Terima Remisi Natal 2025

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID