• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
M Nuh, Ketua Dewa Pers dan juga Menteri Pendidikan periode 2009-2014 saat mengisi program pelatihan jurnalistik Fellowship Jurnalisme Pendidikan 2021, Jumat (5/2/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

M Nuh, Ketua Dewa Pers dan juga Menteri Pendidikan periode 2009-2014 saat mengisi program pelatihan jurnalistik Fellowship Jurnalisme Pendidikan 2021, Jumat (5/2/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

M Nuh Nilai Pendidikan Indonesia Bergeser dari Edukasi menjadi ‘Training’

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) periode tahun 2009-2014, Prof Dr Mohammad Nuh menilai bahwa dunia pendidikan di Indonesia sekarang ini telah bergeser dari yang sebelumnya lebih banyak memiliki fungsi edukasi menjadi ke pelatihan alias training.

M Nuh, menilai bahwa pelatihan atau training sebenarnya hanya untuk keperluan sesaat. Berbeda dengan pendidikan sebagai edukasi untuk kepentingan masa yang akan datang.

You might also like

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

20/07/2026 6:05 PM
Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

20/07/2026 5:18 PM

Hal itu disampaikan M Nuh saat mengisi materi pelatihan jurnalistik pada program Fellowship Jurnalisme Pendidikan 2021 yang diselenggarakan oleh Gerakan Jurnalis Peduli Pendidikan, Jumat (5/2/2021) pagi.

“Education tidak sama dengan training. Training itu sesaat. Desain pendidikan kita terjebak dari education menjadi training,” terangnya pada para jurnalis peserta fellowship yang digelar virtual melalui Zoom, Jumat (5/2/2021).

Menurutnya, untuk mengembangkan pengetahuan melalui pendidikan diperlukan berbagai macam hal yang patut untuk dipelajari dan dipahami.

“Jadi jangan kalau tidak dipakai, lantas tidak perlu dipelajari,” pinta Mendikbud era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

M Nuh pun mengibaratkan bahwa fungsi edukasi dan pengetahuan sebenarnya seperti landasan pacu untuk pesawat terbang. Di mana panjang landasan pacu pasti lebih panjang dibandingkan panjang pesawat.

“Jad pendidikan itu seperti runway. Landasan pacu. Ada bagian yang tidak dipakai, tetapi itu diperlukan,” terang pria yang juga pernah menjadi rektor di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut.

Ia melanjutkan bahwa pesawat terbang akan lepas landas sebelum ujung landasan pacu berakhir. Namun, landasan pacu tersebut tetap diperlukan agar pesawat bisa terbang.

Oleh karena itu, M Nuh mendorong bahwa pendidikan sebenarnya merupakan suatu keutuhan yang tidak bisa dipisahkan. Sehingga, perlu keberimbangan antara fungsi edukasi dan juga pelatihan untuk meningkatkan kemampuan.

“Jadi pendidikan itu ada body of knowledge-nya. Tidak bisa dipotong-potong seperti itu,” imbuhnya.

Tak hanya itu, ia juga membeberkan terkait 5 aspek pemikiran yang dicetuskan oleh Howard Gardner. Yakni Discipline Mind, The Synthesizing Mind, The Respectful Mind, The Creating Mind, dan The Ethical Mind. Di mana, pendidikan ke depan harus berfokus pada 5 hal tersebut dan saling melengkapi, tanpa harus membuang materi atau pelajaran yang dirasa tidak dibutuhkan.

“Jadi cahaya itu yang paling terang adalah cahaya putih. Yang merupakan gabungan dari seleuruh spketrum warna. Jika satu spektrum hilang, maka cahaya itu tidak akan putih,” pungkas M Nuh mengibaratkan dunia pendidikan yang merupakan suatu ketutuhan tersebut. (Gigih Mazda/gg)

Tags: Dewa PersFellowship Jurnalisme Pendidikan 2021Gerakan Jurnalis Peduli PendidikanGerakan Wartawan Peduli PendidikanGJPPGWPPM NuhMendikbudMenteri Pendidikan dan KebudayaanMohammad Nuh
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

Next Post
Kodim 0819 Pasuruan menggunakan cara unik untuk imbau protokol kesehatan kepada warga. (Foto: Dokumen) tugu jatim

Imbau Protkes, Kodim 0819 Pasuruan Dibantu Iron Man hingga Superman

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID