• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
AL, korban fetish mukena di Kota Malang saat melapor ke Polresta Malang Kota, Jumat (20/08/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Jatim)

AL, korban fetish mukena di Kota Malang saat melapor ke Polresta Malang Kota, Jumat (20/08/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Jatim)

Mahasiswi, Model, hingga Ibu Rumah Tangga Jadi Korban Fetish Mukena di Malang

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Salah satu korban fetish mukena berkedok OL Shop di Kota Malang yang diduga dilakukan oleh pria berinisial D ini ternyata tidak hanya menjerat mahasiswi dan model saja. AL, 22, model sekaligus mahasiswi di salah satu kampus di Malang yang juga korban D mengatakan, korbannya ada juga yang ibu rumah tangga.

“Kebanyakan orang Malang, tapi ada juga yang dari luar kota. Rata-rata mahasiswa dan ada yang ibu rumah tangga,” terangnya saat melapor ke Polresta Malang Kota hari ini (20/08/2021).

You might also like

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

20/07/2026 9:04 PM
Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

20/07/2026 6:05 PM

Para korban sendiri, menurut AL, sudah mendapatkan pendampingan dari salah satu Lembaga Kewanitaan.

“Kami dan teman-teman korban sudah menghubungi lembaga kewanitaan,” ungkapnya.

Kepada awak media, AL bercerita jika pada mulanya dia mengenal D melalui online shop GM (Griya Mukena) pada September 2020.

“Sebenarnya di awal-awal itu gak ada yang bikin curiga atau gimana. Karena kita mikirnya hubungan model dan online shop biasa seperti pada umumnya kayak endorse atau foto katalog,” bebernya.

Dia melanjutkan, kali pertama ketemu langsung ketemu pelaku berinisial D ini.

“Pas kali pertama foto katalog ini langsung ketemu Mas D, dan dia juga sebenarnya saya tanya apakah dia yang owner apa bukan, lalu dia bilang yang punya kakaknya. Lalu saya tanya Mbak Riya ini ke mana, dia bilang Mbak Riya lagi hamil dan ikut suaminya dinas di luar kota,” sambungnya.

AL tidak menaruh curiga pada D karena dia bekerja secara profesional dan tidak menampakkan perilaku seperti hidung belang.

“Saya percaya aja, dan sampai akhir di tahun ini ikut job-nya lagi foto katalog. Ada si Mas D juga dan masih belum kerasa aneh-aneh lagi,” tuturnya.

Lalu pada 2021, AL dan online shop GM tetap bekerja sama, tapi hanya sebatas make-up artist. Dari sinilah mulai terlihat keanehan yang ditunjukkan D.

“Jadi memang intensitas ketemu Mas D ini jadi sering karena saya make up model-modelnya. Akhirnya pada job-job terakhir di bulan Juli kemarin, mulai nemuin ada yang janggal. Seperti setiap photoshoot, mukenanya gak pernah disetrika. Bahkan, beberapa model laporan kalau mukenanya ada yang bau juga,” ujarnya.

Dia melanjutkan, pokoknya dia selalu alasan saja jika ditanya soal Mbak Riya.

“Setelah itu saya aneh juga karena Mbak Riya ini gak pernah muncul. Karena dia selalu alesan Mbak Riya ini ke luar kota ikut suaminya, dan mengurus anak,” tambahnya.

Di tengah banyaknya simpang siur terkait keanehan D. Tiba-tiba salah satu model online shop GM melaporkan pada AL kalau fotonya di-post di akun fetish mukena di Twitter pecinta_mukena.

“Akhirnya pas kami mulai curiga, pas banget ada teman model yang juga jadi korban nemuin salah satu akun Twitter yang dijadikan fetish mukena sama mas D. Dan di akun tersebut disebutin juga nama-nama akun Twitter model-model tersebut,” ungkapnya.

AL menjabarkan, akhirnya dicek semua akunnya, dan bikin syok.

“Akhirnya teman saya ngecek ini akun apa, dan setelah dicek ternyata di akunnya ada banyak tweet yang gak pantas buat di-post,” imbuhnya.

Dia lalu memprotes hal tersebut pada owner online shop GM yang bernama Riya.

“Lalu kami protes ke akun OL Shop GM, tapi dia gak panik. Padahal, kalau dia memang perempuan harusnya ikut panik untuk menyuarakan kalau foto-foto kami dilecehkan. Ternyata ownernya ini cowok dan merupakan Mas D tersebut. Setelah itu dia block akun-akun kami dan menghilang. Dari situlah yang membuat kami spill di akun Twitter,” ujarnya.

Tags: Kasus fetishKasus fetish di Malangkejahatan seksualKorban fetishKota MalangPelaku fetish
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Next Post
Aiptu Bastari, anggota Satlantas Polres Tuban saat mendapatkan perawatan medis usai ditabrak pengendara mobil di Jalan Pahlawan, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Selasa (17/8/2021) dini hari. (Foto: Dokumen/Humas Polres Tuban/Tugu Jatim)

Polisi di Tuban Ditabrak Mobil Saat Atur Lalu Lintas, Tulang Leher Retak

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID