• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Akhmad Horizi

Akhmad Horizi menjelaskan lukisanya bertajuk Majma’al Bahrain kepada pengunjung, di Jember Kreatif Lab (J-Klab). (Foto: Diki Febrianto)

Makna Tersirat Majma’al Bahrain Karya Akhmad Horizi, Terinspirasi Kisah Perjalanan Nabi Musa

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Syarat akan makna, lukisan bertajuk Majma’al Bahrain Karya Akhmad Horizi, seniman Kabupaten Jember, ditampilkan pada pagelaran seni di Jember Kreatif Lab (J-Klab).

Majma’al Bahrain secara harfiah dapat diartikan sebagai Pertemuan Dua Lautan, yang terlihat jelas melalui goresan Horizi dalam menghadirkan dua sisi lautan yang berbeda. Terlihat dengan jelas melalui kontras warna yang dihasilkan.

You might also like

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

21/05/2026 3:32 PM
Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

11/04/2026 3:25 AM

Pada bagian sentral lukisan, kepiawaian nya dalam melukis ditunjukkan melalui gambar ikan yang dibuat dengan detail. Sedangkan pada bagian atas ikan, begitu aneh namun tersirat makna mendalam dari adanya gambar busur yang dihadirkan dari tangan kreatif Horizi.

Kepada Tugujatim.id Horizi menyampaikan bahwa, lukisan bertajuk Majma’al Bahrain terinspirasi dari kisah yang disampaikan Cak Nun (Emha Ainun Najib), di mana kisah tersebut juga tertuang di dalam Alquran surat Alkahfi ayat 60 hingga 63.

BACA JUGA: Kenal Lebih Dekat Tradisi Nikah Malem Songo di Tuban, Kerap Disebut Nikah Pemutihan

Horizi menjelaskan bahwa, lukisan tersebut menceritakan kisah Nabi Musa yang diperintah Allah SWT melakukan perjalanan. Nabi Musa kehilangan ikan santapannya di Majma’al Bahrain atau Pertemuan Dua Lautan, dalam perjalanan menemui Nabi Khidir.

“Majma’al Bahrain adalah pertemuan atau benturan antara dua lautan letaknya di sebelah utara Maroko dan selatan Spanyol saat ini, laut itu adalah benturan antara Samudra Atlantik dan Laut Mediterania yang memiliki suhu dan kadar garam yang jauh berbeda,” jelas Horiizi.

Akhmad Horizi1
Lukisan Majma’al Bahrain karya Akhmad Horizi. (Foto: Diki Febrianto)

Sedangkan busur, yang terdapat pada bagian atas ikan, dapat dimaknai secara luas oleh masing-masing penikmat lukisanya. Tetapi, Horizon menegaskan bahwa, busur tersebut sebagai tanda jika anak muda saat ini cenderung menggunakan kemajuan teknologi dan jarang mengetahui asal usul, serta akar dari peradaban.

Padahal, kemajuan yang saat ini terjadi, tidak terlepas masa lalu, yang ditemukan oleh ilmuwan-ilmuwan terdahulu. “Busur itu adalah penemuan ilmuwan muslim Al-Khawarizmi, yang merupakan awal dari lahirnya algoritma,” tegas Horizi.

BACA JUGA: Usia Ratusan Tahun, Masjid Agung Darussalam Mojokerto Pertahankan Bagian Bernilai Sejarah

Secara garis besar, Horizi menjelaskan bahwa, ikan pada lukisan Majma’al Bahrain seperti hidup yang di dalamnya terjadi benturan, tersirat melalui pertemuan dua lautan. “Ketika benturan itu hadir, yang bahkan mungkin membuat kita hampir saja mati, justru bisa membuat kita hidup kembali, bersyukurlah ketika saat ini kita merasakan benturan, dengan itu kita harus menjadi lebih baik, kreatif, kuat, lebih siap untuk berjuang, bahkan kita yang hampir mati bisa hidup kembali,” pungkas Horizi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Diki Febrianto

Editor : Darmadi Sasongko

Tags: J-KlabJemberJember Kreatif LabKabupaten Jember
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

DPRD Kota Malang Catat PR Krusial di HUT ke-112, Kemiskinan hingga Banjir Belum Tuntas

Klambi Indis dari Sudut Pandang Seni Kontemporer

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 11:05 AM
0

Tugujatim.id - Klambi Indis, dari sudut pandang Seni Kontemporer ditulis oleh Dimas Novib S, Pengurus Dewan Kesenian Malang. Tulisan ini...

Perjalanan Menuju Pertaubatan

Perjalanan Menuju Pertaubatan

by Dwi Linda
22/02/2026 11:43 AM
0

Oleh: Muhammad Mufid, Cerpenis Difabel di Malang Tugujatim.id - Malam sudah larut dan jalanan Kota Jakarta tampak lengang. Lampu-lampu jalan...

Next Post
Klemuk

Jalur Klemuk Kota Batu Memakan Korban, Sekeluarga Kecelakaan Rem Blong

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID