• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Filosofi Lebaran ketupat. (Foto: Unsplash/Tugu Jatim)

Ilustrasi Lebaran ketupat, makanan khas saat Hari Raya.(Foto: Unsplash)

Makna Filosofi Lebaran Ketupat, Tradisi Umat Islam Jawa Peninggalan Sunan Kalijaga

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Umat Islam di Jawa punya beragam tradisi unik untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Salah satunya dengan menggelar tradisi Lebaran Ketupat. Sebenarnya apa sih filosofi Lebaran Ketupat itu?

Tradisi Lebaran Ketupat diibaratkan sebagai sesi perayaan Lebaran kedua. Lebaran pertama adalah Idul Fitri yang dirayakan setelah salat Id pada 1 Syawal 1443 H atau Minggu (02/05/2022). Sementara Lebaran Ketupat nantinya diperingati satu minggu setelahnya, tepatnya pada 8 Syawal 1443 H atau Senin (09/05/2022).

You might also like

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM
LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

03/06/2026 3:16 PM

Filosofi Lebaran Ketupat itu merupakan makanan tradisional berupa beras ketan yang dibungkus daun kelapa dan dibentuk segi empat. Pemilihan ketupat sebagai makanan khas saat Lebaran ternyata punya makna filosofis yang dalam.

Dikutip dari laman NU Online, tradisi Lebaran Ketupat kali pertama dicetuskan anggota Walisanga, yakni Sunan Kalijaga. Kala itu ketupat yang telah dimasak, dibagikan kepada para tetangga serta kerabat dekat sebagai bentuk kasih sayang dan kebersamaan antar sesama manusia.

Selain itu, kata ketupat atau kupat sendiri dipercayai mempunyai dua arti. Pertama, “kupat” dapat diartikan sebagai singkatan dari “ngaku lepat” atau mengakui kesalahan. Dengan kata lain, ketupat sendiri dimaknai sebagai simbol ajakan untuk saling bermaaf-maaf saat Idul Fitri, baik meminta maaf lewat tradisi sungkeman kepada kedua orang tua maupun meminta maaf kepada para tetangga, saudara, dan kerabat.

Untuk makna filosofi Lebaran Ketupat lain dari istilah “kupat” adalah laku papat atau 4 tindakan. Yaitu, 4 tindakan ini dimaknai orang Jawa sebagai lebaran, luberan, leburan, dan laburan.

Untuk lebaran berarti berakhir atau selesainya ibadah puasa Ramadhan digantikan dengan hari kemenangan. Sementara luberan berarti meluber atau tumpah, di mana umat Islam menyedekahkan kelebihan atau luberan hartanya pada fakir miskin dan anak yatim.

Untuk leburan berarti melebur atau menghabiskan segala dosa dan kesalahan dengan cara saling bermaafan. Terakhir, labur berarti melapisi dengan kapur. Warna kapur yang putih menyimbolkan kembalinya kebersihan dan kesucian hati kita di hari yang fitri.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Filosofi Lebaran KetupatFilosofi Lebaran Ketupat di IndonesiaIndonesiakuliner tradisionalLestarikan tradisiTradisi IndonesiaTradisi Jawatradisi Jawa TimurTradisi LebaranTradisi masyarakat IndonesiaTradisi unik di Indonesia
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Pelanggaran Etik Sosial

Pelanggaran Etika Sosial Masih Marak, Tempat Umum dan Medsos Jadi Lokasi Dominan

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 8:10 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pelanggaran etika sosial masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Tempat umum dan media sosial disebut menjadi lokasi...

Net Zero Campus.

Perkuat Transformasi, UM Inisiasi Kerja Sama Net Zero Campus dengan Climateworks Centre Monash University

by Dwi Linda
30/05/2026 11:19 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Universitas Negeri Malang (UM) menginisiasi kerja sama dengan program Net Zero Campus dari Climateworks Centre, Monash University,...

Next Post
Catatan Mudik (8) Melihat Gairah Warga Bertakbiran dan Menggelar Salat Idul Fitri di Jalan

Catatan Mudik (8) Melihat Gairah Warga Bertakbiran dan Menggelar Salat Idul Fitri di Jalan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID