• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Di sebelah tanaman sawit, petani menanam kelapa hibrida sebagai alternatif lain.(Foto: Rap/Tugu Jatim)

Di sebelah tanaman sawit, petani menanam kelapa hibrida sebagai alternatif lain.(Foto: Rap/Tugu Jatim)

Mantan Petani Sawit di Desa Tumpakrejo Mulai Beralih ke Tanaman Kelapa Hibrida hingga Sayuran

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Kejengkelan mantan petani sawit di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, tampaknya sudah mencapai batasnya. Lantaran, sawit yang sudah mereka tanam sejak 2009 silam, nyatanya gagal menjadi komoditas yang menjanjikan di desanya.

Bahkan, menurut petani, tanaman kelapa di desanya lebih menjanjikan secara ekonomi karena buahnya bisa dijual ke wisatawan yang mengunjungi pantai-pantai di Malang Selatan. Karena itu, beberapa warga sudah mulai menanam tanaman kelapa hibrida disamping bekas tanaman sawit mereka.

You might also like

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

19/07/2026 2:05 PM
Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM

“Sawit di sini tidak berhasil, jadi saya tanami tebu, kelapa, sayuran, dan lain-lainnya. Kalau kelapa di sini kan bisa dimanfaatkan daging buah dan airnya untuk wisatawan,” terang Agus, 35, salah satu mantan petani sawit di Desa Tumpakrejo saat ditemui tugumalang.id, partner tugujatim.id, Rabu (25/05/2021).

Beberapa warga juga mulai beralih menanam sayur-sayuran seperti terong dan cabai. Syukurnya tanaman terong dan cabai tergolong berhasil dibudidayakan di Desa Tumpakrejo, hasil panennya juga lumayan untuk dijual di pasaran.

Agus, mantan petani sawit di Desa Tumpakrejo, Kabupaten Malang.(Foto: Rap/Tugu Jatim)
Agus, mantan petani sawit di Desa Tumpakrejo, Kabupaten Malang.(Foto: Rap/Tugu Jatim)

“Bahkan punya salah satu warga ini ditanami cikal, lalu ditanami cabai. Jadi, waktu tanaman cikal panen, alhamdulillah cabainya juga ikut panen. Cabai ini sangat menguntungkan karena waktu harganya naik itu keuntungannya luar biasa. Alhamdulillah cabai di sini termasuk bagus, meski di sini ada kabut tapi alhamdulillah tetap bagus,” bebernya.

“Kemudian ada juga yang ditanami terong, bagus-bagus hasil terong di sini. Jadi, membuat bahagia yang punya. Di sini itu termasuk cocok untuk ditanami sayur-sayuran, bawang juga bisa ditanam kok di sini,” sambungnya.

Agus mengakui jika memang wilayahnya cukup memiliki kesulitan untuk irigasi, terutama saat terjadi kemarau. Untungnya, warga tidak kehilangan akal dengan menggunakan mesin pompa untuk mengaliri air di kebunnya.

Tanah bekas persawahan yang ditanami kelapa sawit ini tampak retak-retak dan kekurangan air. (Foto: Rap/Tugu Jatim)
Tanah bekas persawahan yang ditanami kelapa sawit ini tampak retak-retak dan kekurangan air. (Foto: Rap/Tugu Jatim)

“Memang di sini tidak bisa dibuat irigasi, jadi kalau musim kemarau memakai diesel buat mengalirkan air,” tuturnya.

Lebih lanjut, saat ditanya mengenai kenapa tidak sekaligus mencabut tanaman sawitnya agar bisa ditanami tanaman lain. Agus menjawab, biaya untuk menebang saja sudah sangat tinggi sehingga warga memilih mendiamkan tanaman sawitnya sampai berharap nanti akan mati sendiri.

“Sawit punya saya tidak saya tebangi, cuma saya potongi daunnya. Di sini masih ada sekitar 1.000 pohon sawit yang belum dipotong,” katanya.

“Untuk memotong sekitar 20 pohon sawit biayanya Rp 1 juta lebih,” ujarnya.

Tags: Histori sawit di Kabupaten MalangKabupaten MalangKelapa sawitKerugian menanam sawitPerkebunan sawitPetani sawitTanaman sawit
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Jawa Timur

Variasi Cuaca di Jawa Timur Mencolok, Dominasi Udara Kabur Berbanding Terbalik dengan Suhu Cerah yang Tinggi

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Minggu (19/07/2026) menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup kontras antara wilayah satu dengan lainnya....

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Next Post
Dosen UB Luchman Hakim saat berbicara langsung dengan petani sawit bernama Sunjoto di Desa Tumpakrejo, Kabupaten Malang.(Foto: Rap/Tugu Jatim)

Daripada Sawit, Ini Tanaman yang Cocok di Malang Selatan Menurut Dosen UB

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID