• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Hendro Fujiono yang kerap disapa Abang Fuji, pebisnis sukses dari Indonesia. (Foto: Dokumen) tugu jatim

Hendro Fujiono yang kerap disapa Abang Fuji, pebisnis sukses dari Indonesia. (Foto: Dokumen)

Manusia Kotak

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Hendri Fujiono*

Tugujatim.id – Jumat sore itu anak saya cemberut. Padahal seperti biasa ketika cuaca cerah, kami tidak langsung pulang ke rumah sepulang sekolah. Kami bermain di nature playground sekolah selama lebih dari satu jam sekaligus berbincang santai dengan sesama orang tua.

You might also like

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

30/05/2026 8:27 PM
Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

03/05/2026 7:42 PM

Ternyata anak saya ini kebelet ingin ke toilet dan merasa terlalu lama menunggu saya yang sedang berbincang.

Ketika saya tanyakan kenapa dia tidak bilang ingin ke toilet. Dia menjawab “Guru selalu bilang – kalau ada orang dewasa sedang berbincang, tunggu sampai mereka selesai”.

Wah, anak saya ternyata dididik sopan santun juga. Lalu, saya katakan – itu tidak berlaku di saat emergency. Bayangkan deh kalau ada kebakaran, ga mungkin kan menunggu orang dewasa selesai berbincang baru kita menyampaikan kalau ada kebakaran.

Anak saya akhirnya berpikir lebih dalam dan tidak terlalu cemberut lagi.

Hari itu dia belajar untuk peka memahami instruksi dalam berbagai konteks dan relevansi.

Sepertinya memahami konteks dan relevansi adalah sederhana, tapi ternyata luput dari perhatian dan bisa menjadi masalah besar. Ini lah yang menjadi bagian dari diskusi mingguan bersama Salman Subakat, seorang sahabat yang juga CEO PT Paragon Technology and Innovation

Bincang Sabtu pagi minggu ini diawali dengan berita yang kami baca tentang sebuah perusahaan mainan yang dikecam berbanyak kalangan karena memproduksi koleksi boneka untuk event olahraga terbesar yang baru saja berlangsung di Tokyo. Koleksi yang diharapkan menampilkan wajah inklusifitas.

Terus kenapa dikecam? Ternyata koleksinya tidak menampilkan boneka yang merepresentasikan ras Asia. Padahal sudah jelas event nya dilaksanakan di salah satu kota terbesar di Asia.

Kenapa bisa terjadi? Organisasi sebesar itu tidak mungkin tidak memiliki proses mumpuni. Menjadikan kualitas sebagai panglima seringkali dikaitkan dengan proses yang jumawa. Kualitas dijaga secara berjenjang dalam berbagai bentuk process-hierarchy.

Tapi kenapa ini masih terjadi?

Hipotesis kami pagi ini terkait dengan obsesi kesempurnaan paripurna dalam menjalankan proses. Semua seakan diatur sempurna.

SOP dan proses menjadi raja – sampai secara tidak sadar mematikan rasa. Process-check mematikan sanity-check. SOP dan proses sejatinya untuk konsistensi dan efisiensi, bukan untuk mematikan empati dan sanity.

Jangan sampai kita seperti katak dalam tempurung, menjadi manusia yang sibuk dan bangga menjadi naga di kotak sendiri.

Wawasannya cuma sebatas kotak dan sudut-sudutnya, tidak heran sering kagetan mengalami culture shock bahkan akhirnya melempem ketika harus menghadapi kenyataan bahwa ada banyak bentuk yang membuat dunia indah dan penuh warna. Perbedaan secara tidak sadar dicap sebagai ketidaksempurnaan.

Memperluas pergaulan dan wawasan di luar kotak menjadi kunci.

 

*Executive Coach | GlobalDISC Master Trainer | Perth, Western Australia

Tags: PondasiPondok Inspirasi
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

by Dwi Linda
30/05/2026 8:27 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Kepemimpinan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang berada di persimpangan yang tidak mudah. Ketegangan...

Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

by Mochamad Abdurrochim
03/05/2026 7:42 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Tasyakuran 50 tahun pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain berlangsung penuh kesan, syukur, dan inspirasi di Hotel...

AHWA.

Menimbang Pelembagaan AHWA sebagai Otoritas Kepemimpinan NU

by Dwi Linda
14/04/2026 7:52 PM
0

Oleh: Abdur Rahim (Warga NU; tinggal di Desa Simo, Tuban)   TUBAN, Tugujatim.id - Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

Next Post
Jenis Makanan yang Cocok Dikonsumsi saat Cuaca Panas

Jenis Makanan yang Cocok Dikonsumsi saat Cuaca Panas

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID