• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tiket Pesawat Pertama Penerbangan Batavia-Surabaya PP dengan harga 230 Gulden yang diberikan pada HGJ ter Marsch. (Foto: Dokumen milik Prof Dr Purnawan Basundoro SS MHum selaku Dosen Departemen Ilmu Sejarah Unair Surabaya sekaligus Ahli Cagar Budaya)

Tiket Pesawat Pertama Penerbangan Batavia-Surabaya PP dengan harga 230 Gulden yang diberikan pada HGJ ter Marsch. (Foto: Dokumen milik Prof Dr Purnawan Basundoro SS MHum selaku Dosen Departemen Ilmu Sejarah Unair Surabaya sekaligus Ahli Cagar Budaya)

Melihat Wujud Tiket Penerbangan Pertama Rute Batavia-Surabaya Tahun 1927

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Pendidikan, Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Kota Surabaya pada masa lampau memang sudah maju dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari perdagangan, transportasi dan mobilitas yang begitu padat dan menjadi pusat kegiatan orang-orang saat itu. Termasuk arus penerbangan, Tugu Jatim menemukan informasi terkait ‘Tiket Pesawat Pertama’ yang berisi penerbangan Batavia-Surabaya PP tahun 1927 dari Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Lebih jauh, Prof Dr Purnawan Basundoro SS MHum selaku Dosen Departemen Ilmu Sejarah Unair Surabaya sekaligus Ahli Cagar Budaya menegaskan bahwa tiket pesawat pertama itu dikeluarkan Hindia-Belanda, dengan harga rute perjalanan Batavia-Surabaya pergi hingga pulang senilai 230 gulden.

You might also like

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

21/07/2026 11:17 AM
Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM

Tiket pesawat pertama itu diberikan kepada HGJ ter Marsch yang merupakan seorang Inspektur Perusahaan Stoomvaart Maatschappij Nederland dengan interval penerbangan pada 18 September 1927 hingga 21 September 1927.

“Tiket pesawat pertama yang dikeluarkan di Hindia-Belanda untuk penerbangan pesawat militer, namun membuka juga penerbangan untuk umum secara terbatas,” terangnya melalui daring, Selasa (13/07/2021).

“Untuk rute penerbangan Batavia-Surabaya (PP, red), seharga 230 gulden, tiket tersebut diberikan kepada H.G.J ter Marsch selaku Inspektur Perusahaan Stoomvaart Maatschappij Nederland,” jelasnya.

Melihat bentukan tiket pesawat pertama tersebut, tampak memiliki wujud yang mirip dengan ‘interface’ kuitansi yang ada saat ini. Terdapar nomor, nama lengkap, terbilang nominal atau harga tiket, tanggal dan tanda tangan penerima atau pembuat tiket tersebut.

“Penumpang pemilik tiket itu terbang dari Batavia menuju Surabaya pada 18 September 1927, lalu pulang ke Batavia pada 21 September 1927,” bebernya.

Prof Purnawan menjelaskan bahwa tiket pesawat tersebut merupakan penerbangan awal sebelum adanya perusahaan penerbangan komersial seperti saat ini. Selanjutnya, setelah penerbangan dibuka pada rute Batavia-Surabaya harga yang dipatok lebih murah dari penerbangan awal sebelumnya, yakni 120 gulden untuk biaya pergi hingga pulang.

“Penerbangan tersebut bisa dikatakan merupakan penerbangan awal sebelum perusahaan penerbangan komersial dibuka di Hindia-Belanda tanggal 1 November 1928, yaitu KNILM (Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij, red),” tegasnya.

“Saat KNILM membuka yang pertama kali penerbangan Batavia-Surabaya, harga tiket ternyata jauh lebih murah dari harga tiket di atas, yaitu hanya 120 gulden untuk penerbangan pergi-pulang Batavia-Surabaya,” pungkasnya.

Tags: JakartaKota SurabayaSejarahSurabaya
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Next Post
Ilustrasi lansia di Jepang yang mengikuti perkembangan digital. (Foto: Fahra Auliani Rahmah/Tugu Jatim)

Perkembangan Digital Pesat, Para Lansia di Jepang Mengeluh

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID