Melihat Wujud Tiket Penerbangan Pertama Rute Batavia-Surabaya Tahun 1927

  • Bagikan
Tiket Pesawat Pertama Penerbangan Batavia-Surabaya PP dengan harga 230 Gulden yang diberikan pada HGJ ter Marsch. (Foto: Dokumen milik Prof Dr Purnawan Basundoro SS MHum selaku Dosen Departemen Ilmu Sejarah Unair Surabaya sekaligus Ahli Cagar Budaya)
Tiket Pesawat Pertama Penerbangan Batavia-Surabaya PP dengan harga 230 Gulden yang diberikan pada HGJ ter Marsch. (Foto: Dokumen milik Prof Dr Purnawan Basundoro SS MHum selaku Dosen Departemen Ilmu Sejarah Unair Surabaya sekaligus Ahli Cagar Budaya)

SURABAYA, Tugujatim.id – Kota Surabaya pada masa lampau memang sudah maju dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari perdagangan, transportasi dan mobilitas yang begitu padat dan menjadi pusat kegiatan orang-orang saat itu. Termasuk arus penerbangan, Tugu Jatim menemukan informasi terkait ‘Tiket Pesawat Pertama’ yang berisi penerbangan Batavia-Surabaya PP tahun 1927 dari Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Lebih jauh, Prof Dr Purnawan Basundoro SS MHum selaku Dosen Departemen Ilmu Sejarah Unair Surabaya sekaligus Ahli Cagar Budaya menegaskan bahwa tiket pesawat pertama itu dikeluarkan Hindia-Belanda, dengan harga rute perjalanan Batavia-Surabaya pergi hingga pulang senilai 230 gulden.

Tiket pesawat pertama itu diberikan kepada HGJ ter Marsch yang merupakan seorang Inspektur Perusahaan Stoomvaart Maatschappij Nederland dengan interval penerbangan pada 18 September 1927 hingga 21 September 1927.

“Tiket pesawat pertama yang dikeluarkan di Hindia-Belanda untuk penerbangan pesawat militer, namun membuka juga penerbangan untuk umum secara terbatas,” terangnya melalui daring, Selasa (13/07/2021).

“Untuk rute penerbangan Batavia-Surabaya (PP, red), seharga 230 gulden, tiket tersebut diberikan kepada H.G.J ter Marsch selaku Inspektur Perusahaan Stoomvaart Maatschappij Nederland,” jelasnya.

Melihat bentukan tiket pesawat pertama tersebut, tampak memiliki wujud yang mirip dengan ‘interface’ kuitansi yang ada saat ini. Terdapar nomor, nama lengkap, terbilang nominal atau harga tiket, tanggal dan tanda tangan penerima atau pembuat tiket tersebut.

“Penumpang pemilik tiket itu terbang dari Batavia menuju Surabaya pada 18 September 1927, lalu pulang ke Batavia pada 21 September 1927,” bebernya.

Prof Purnawan menjelaskan bahwa tiket pesawat tersebut merupakan penerbangan awal sebelum adanya perusahaan penerbangan komersial seperti saat ini. Selanjutnya, setelah penerbangan dibuka pada rute Batavia-Surabaya harga yang dipatok lebih murah dari penerbangan awal sebelumnya, yakni 120 gulden untuk biaya pergi hingga pulang.

“Penerbangan tersebut bisa dikatakan merupakan penerbangan awal sebelum perusahaan penerbangan komersial dibuka di Hindia-Belanda tanggal 1 November 1928, yaitu KNILM (Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij, red),” tegasnya.

“Saat KNILM membuka yang pertama kali penerbangan Batavia-Surabaya, harga tiket ternyata jauh lebih murah dari harga tiket di atas, yaitu hanya 120 gulden untuk penerbangan pergi-pulang Batavia-Surabaya,” pungkasnya.

  • Bagikan