Membangun Jaringan Merajut Silaturahim

Membangun Jaringan Merajut Silaturahim

  • Bagikan
Joko Sudarmawan/tugu jatim
Joko Sudarmawan. (Foto: Dokumen)

Oleh: Joko Sudarmawan*

Tugujatim.id – Membaca tulisan Bapak M. Irfan Islami berjudul “Buktikan Dahsyatnya Silaturahim”, di mana disebutkan bahwa ibunda beliau berasal dari sebuah kota di sebelah utara Banjarmasin, yakni Barabai yang merupakan ibu kota kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Ingatan saya melayang ke periode 1998 – 2002, saat saya dan keluarga berada di sana untuk melaksanakan tugas perusahaan.

Bagi anak sulung saya Erika Kartika Fitrianasari (Erika) dan istri saya Erna Susanti, kota Barabai merupakan daerah yang tidak mungkin terlupakan dalam ingatan mereka.

Masa kecil Erika dimulai di Barabai, hingga dia sekolah TK (Taman Kanak-Kanak) Bhayangkari Polres HST. Kemudian masuk ke SDN Barabai Timur, namun hanya beberapa bulan, karena kami harus pindah kembali ke Pulau Jawa, yakni ke kantorpos Magetan 63300 Jawa Timur. Belakangan anak bungsu saya Muhammad Ricko Nugroho (Ricko) lahir di kota Magetan pada 2002.

Di usia saya belum genap 27 tahun, ketika mendapatkan mandat sebagai kepala Kantorpos Barabai 71300 tahun 1998. Ketika itu saya merasa sebagai anak muda yang paling junior di antara pimpinan instansi yang dinas di kabupaten HST.

Namun justru karena usia tersebut saya jadikan modal untuk mulai membangun jaringan pertemanan dan silaturahim. Bahkan, karena usia saya yang relatif muda, bupati HST waktu itu, Bapak Drs. H. Saiful Rasyid, MM suka memanggil saya sebagai “anak bungsu”.

Beberapa tokoh yang pernah bersamaan dinas bersama saya di Barabai saat itu, di mana saat ini ada yang sudah purna bhakti dari instansinya, ada pula yang masih dinas aktif. Mereka antara lain Komjen Pol (Purn) Drs. Noer Ali (saat itu Kapolres HST atau jabatan terakhir Kabaintelkam Mabes Polri).

Lalu Mayjen TNI (Purn) Aris Martono Hariyadi (saat itu Dandim 1002/Barabai/jabatan terakhir Deputi Bidang Sistem Nasional Setjen Wantanas), Mayjen TNI Achmad Yuliarto, S.Sos., MAP. (saat itu Danyonif 621/Manuntung/baru saja pensiun sebagai Tenaga Ahli Pengajar Bidang Ideologi Lemhanas RI), Kolonel Inf. M. Muchiddin, S.Sos (saat itu Dankiepan B Yonif 621/Manuntung/saat ini Danrem 062/Tarumanegara Garut), merupakan kolega dan sahabat yang terus tersambung komunikasi dan silaturhimnya hingga saat ini.

Alhamdulillah, dari belajar di Barabai, saya dapat menemukan jalur komunikasi dan silaturahim yang luar biasa hingga saat ini.

Mendarah Daging

Tahun 2014 merupakan tahun penting bagi saya, ketika berdinas di Kantorpos Tasikmalaya 46100, saya dikenalkan oleh salah satu sahabat saya dengan tokoh motivator yang berdomisili di Bogor, yakni Dr. Aqua Dwipayana.

Saya banyak mendapatkan ilmu dari beliau sejak pertemuan pertama kami pada 15 Juni 2014 dengan Pak Aqua, istrinya Ibu Retno Setiasih, dan putra bungsu mereka, mas Ero, panggilan akrab Savero Karamiveta Dwipayana, di mall Botani Square Bogor. Dan, ternyata semua yang saya lakukan, telah dilakukan dengan lebih dahsyat dan luar biasa secara konsisten oleh Dr. Aqua.

Beliau dengan jam terbang tinggi dan berpengalaman di berbagai bidang yang terkait komunikasi, mengemas jaringan dan silaturahim menjadi kebiasaan sehari-hari beliau dan keluarga. Aktivitas itu sudah mendarah daging.

Hasilnya? Tentu saja saat ini, tidak terhitung lagi jumlah teman dan kenalan beliau baik di dalam maupun di luar negeri. Dan, tunggu dulu, tidak terhitung pula ribuan kali beliau dengan ringan dan ikhlas membantu siapa saja yang memerlukan bantuan beliau. Termasuk pada mereka yang sebelumnya tidak dikenalnya.

Efeknya? Rezeki dan keberkahan mengalir deras kepada sosok yang memilih Tuhan sebagai satu-satunya atasan beliau. Hal itu dibagikan lagi kepada banyak orang. Terus begitu.

Terima kasih banyak Pak Aqua atas semua ilmu yang telah diberikan kepada saya hingga saat ini. Semoga saya dapat mengamalkannya, meski mungkin hanya mampu sebesar 10 persen atau bahkan kurang dari angka tersebut.

Mohon disampaikan salam hormat kami sekeluarga untuk Bu Retno, Mbak Alira, dan Mas Ero. Mudah-mudahan senantiasa dilimpahkan nikmat sehat oleh Allah swt, agar terus dapat berbuat kebaikan kepada siapa saja dan di mana saja serta kapan saja. Aamiin ya robbal aalamiin.

*Penulis adalah Manajer Administrasi Penjualan Kantor Regional Pos 8 Bali Nusra.

  • Bagikan