• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Masjid Tiban Turen Malang

Masjid Tiban Turen Malang yang terkenal karena konon dibangun oleh jin. (Foto: RAP)

Mengulas Sejarah Masjid Tiban di Malang, Dibangun untuk Belajar Mengaji hingga Solusi Berbagai Masalah

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Wisata, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG – Siapa yang tidak mengenal Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba’a Fadlrah) atau yang lebih dikenal Masjid Tiban Turen Malang. Namun, apakah ada yang tahu sejarah dan maksud dari pendirian Ponpes yang bahkan sudah terkenal di Indonesia bahkan dunia ini?

Salah seorang Panitia Masjid Tiban Turen, Krisyanto bercerita jika Ponpes ini didirikan oleh Romo Kiai Ahmad untuk belajar agama dan menyelesaikan masalah para santrinya.

You might also like

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

21/07/2026 3:21 PM
Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

21/07/2026 3:00 PM

“Pondok pesantren ini sendiri dibangun oleh Romo Kiai Ahmad bertujuan untuk menyelesaikan masalah-masalah baik dari kami para santri tetap, santri Riadloh atau yang tetap di sini tapi sampai batas waktu pulang dan santri jamaah. Jadi setiap kami punya masalah dan mengadu pada beliau, beliau langsung sholat istiqoroh untuk mencarikan solusinya,” terangnya saat dikunjungi tugumalang.id partner Tugu Jatim, Jumat (24/11/2020).

Panitia Masjid Tiban Turen, Krisyanto
Panitia Masjid Tiban Turen, Krisyanto. (Foto: RAP)

Baca Juga: Mau Gaji Aman Hingga Akhir Bulan? Ikuti Langkah-Langkah Berikut ini!

“Karena beliau percaya bahwa apapun masalahnya, muaranya adalah dari penyakit hati,” sambungnya.

Lebih lanjut, pria asal Sidoarjo ini menerangkan jika pendirian Ponpes Bi Ba’a Fadlrah melalui proses panjang. Dan tidak tiba-tiba berdiri sendiri dalam semalam seperti isu yang beredar.

“Ini dulu sekitar tahun 1963 sebenarnya adalah rumah Romo Kiai Ahmad selaku pemilik, perintis, pendiri dan pengasuh Ponpes Bi Ba’a Fadlrah. Beliau lahir di sini, jadi dari rumah lalu banyak orang yang datang untuk mengaji dari warga sekitar sampai kecamatan sekitar,” tegasnya.

Hingga akhirnya, Ponpes ini diresmikan pada 1976. “Lalu resmi menjadi pondok pesantren tahun 1976, sehingga sudah ada santri yang tinggal di sini. Jadi oleh beliau bangunannya mulai dirubah untuk dibangun tempat tinggal santri,” tuturnya.

Krisyanto menceritakan jika di awal pendirian, material bangunan yang dipakai masih seadanya. “Waktu itu membangun bangunan masih memakai material seadanya, kalau membangun dengan batu bata merah itu masih ditempelkan menggunakan tanah liat. Bahkan untuk menghaluskan temboknya masih menggunakan tanah liat,” ujarnya sambil menunjuk salah satu bangunan.

Baca Juga: Prekuel Game of Thrones Akan Rilis Tahun 2022, Fokus ke Cerita Keluarga Targaryen

Dalam pembangunannya, Ponpes Bi Ba’a Fadlrah juga sempat mengalami kendala. “Lalu pembangunan sempat terhenti di tahun 1994 karena diminta IMB oleh pemerintah setempat. Kalau IMB kan harus ada perencanaan, padahal pondok pesantren ini dibangun atas dasar istikharah,” kenangnya.

Pria yang juga Kepala Sekolah SMK di Sidoarjo ini menjelaskan jika setiap pembangunan tidak pernah ada gambaran pembangunannya, bahkan ia sampai sekarang tidak tahu gambarannya.

Setelah melakukan Sholat Istikharah, Romo Kiai Ahmad memutuskan untuk melanjutkan pembangunan pada tahun 1998. “Lalu pondok pesantren ini kembali dibangun justru saat sedang ramai-ramainya krisis moneter 1998. Karena penyelesaian masalah dari hasil istiqoroh Romo Kiai itu kita harus terus membangun meskipun hanya sedikit demi sedikit,” ungkapnya.

Masdjid Tiban di Turen, Malang. (Foto: RAP)
Masdjid Tiban di Turen, Malang. (Foto: RAP)

“Pembangunan itu bertujuan untuk menyelesaikan krisis di Indonesia maupun di dunia,” imbuhnya.

Keputusan untuk melanjutkan pembangunan ternyata sangat tepat, pasalnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mulai memberikan perhatian. “Semakin dibangun ditengah krisis, membuat Pemerintah Kabupaten Malang tahu dan kita dibantu untuk menyelesaikan IMB. Waktu itu gambaran bangunan juga seadanya, yang penting dari dinas perijinan sudah oke dan mereka tahu gambaran pembangun di pondok pesantren ini,” bebernya.

Yang menarik, pembangunan Ponpes Bi Ba’a Fadlrah ini tanpa menggunakan teknik arsitektur. “Dan pembangunan sampai sekarang bukan berdasarkan teknis ke-arsitekturan, tapi melalui sholat istikharah,” ucapnya.

Baca Juga: 15 Daftar Website Penyedia Vektor Gratis yang Super Keren

Ia juga menepis isu-isu miring jika pembangunan Masjid Tiban Turen dibantu oleh jin. “Lalu kalau di luar ada yang bilang pembangunan ini melayang sendiri, itu jelas tidak benar. Karena ini ada proses yang sangat panjang dan saya tahu persis pembangunannya karena saya sudah di sini sejak 1992,” tegasnya meluruskan.

Krisyanto mengungkapkan jika isu tersebut muncul sekitar tahun 2006. “Isu itu kurang lebih pada tahun 2006, karena lantai 5 keatas mulai dibangun dan mulai kelihatan dari luar. Di sini kan banyak kelapa, jadi saat pembangunan sampai lantai 5 ini tidak kelihatan dari pinggir jalan,” paparnya.

Dan semakin ramai saat peringatan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2006. “Baru saat kita diperintahkan oleh beliau (Romo Kiai) membuat tiang bendera setinggi 62 meter dan bendera berukuran 20 meter kali 30 meter. Lalu dikibarkan saat 17 Agustus, baru banyak orang kelihatan dari luar dan langsung kaget,” tuturnya.

Pria ramah senyum ini juga mengatakan jika warga sekitar pondok pesantren tahu persis proses pembangunannya dari awal. “Padahal kalau masyarakat sini tahu semua pembangunannya, karena materinya diambil dari luar semua,” pungkasnya. (rap/gg)

Tags: Kabupaten MalangMalangmasjidMasjid Tiban Turenpondok pesantrenPonpeswisata religi
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

by Dwi Linda
21/07/2026 3:21 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Organisasi kemasyarakatan Bareng Rakyat merampungkan pembentukan kepengurusan di seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Minggu (20/07/2026). Pencapaian...

Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 3:00 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (20/07/2026) sekitar...

Tempat jogging Surabaya

12 Tempat Jogging Surabaya Favorit Warga dengan Udara Sejuk

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 2:39 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Mencari tempat jogging Surabaya yang nyaman dengan udara sejuk kini bisa kamu dapatkan dengan mudah. Yuk simak!...

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Next Post
Ilustrasi multitasking

Ahli Multitasking Bukan Berarti Seorang Jenius

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID