• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Perempuan Indonesia yang dijadikan gundik atau istri tanpa ikatan pernikahan beserta anak-anaknya. (Foto: via Historia)

Perempuan Indonesia yang dijadikan gundik atau istri tanpa ikatan pernikahan beserta anak-anaknya. (Foto: via Historia)

Mengulik Praktik Gundik Zaman Kolonial Belanda yang Buat Daendels Geleng Kepala

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Pendidikan, Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Jika diamati, kehadiran perempuan di era Kolonial Belanda sangatlah jauh dari kata terhormat. Terutama di kota besar seperti Batavia yang kini menjadi Jakarta, ibu kota Indonesia. Sebelum melewati sejarah panjang, ibu kota Hindia Belanda itu, selain sebagai kantor pusat Kongsi Dagang Hindia Timur atau Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC), tempat tersebut juga sebagai menetapnya para pejabat Belanda yang menghabiskan waktu dengan ‘Nyai’ pribumi tanpa ikatan pernikahan alias menjadi ‘gundik’.

Jadi Perhatian Gubernur Jenderal Willem Daendels

Pada 1808, Louis Napoleon, penguasa Belanda mengirim Marsekal Herman Willem Daendels ke Batavia hingga awal tahun 1800-an Daendels pun berkunjung perdana di Batavia. Daendels yang kemudian hari dijuluki “Si Tangan Besi” ini terkejut ketika mendapat kenyataan pahit yakni maraknya prostitusi nyai pribumi atau biasa dikenal pergundikan.

You might also like

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM
LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

03/06/2026 3:16 PM

Menyadari meluasnya tindakan kurang moralitas tersebut, Daendels yang diserahi amanat oleh Napoleon segera mengamankan Jawa dari Inggris dengan melipatgandakan kedatangan orang Eropa ke Batavia. Dirinya khawatir melihat kenyataan rendahnya moralitas warga negaranya yang dapat menjadi faktor kegagalan bila datang bala tentara inggris menyerang.

Namun sayang usaha tersebut gagal dikarenakan waktu dan akomodasi. Banyak gadis Eropa meninggal karena lamanya pelayaran dari Eropa ke Batavia.

Tapi, alangkah terkejutnya lagi seorang Daendels yang mengambil langkah alternatif dengan membuka penerimaan tentara malah melihat banyaknya pelamar tentara yang merupakan anak-anak Eurasia (hasil dari ayah Eropa & perempuan yang dipiara “tuan putih kolonial”, red).

Menindaklanjuti hal tersebut, Daendels pun mengesahkan secara hukum anak-anak Eurasia dan akhirnya diakui resmi oleh ayah Eropanya dengan harapan setia kepadanya.

Penulis sekaligus publisis kelahiran Leiden, Reggie Baay pernah mengulik tentang sejarah nenek moyang Indies, yaitu gundik oleh perempuan pribumi bagi orang Eropa bahkan sebagaimana dilansir dari Republika Reggie dalam sebuah wawancara beberapa tahun silam, mengakui situasi itu dengan sikap terbuka. Meski dia orang Belanda dan juga merupakan keturunan “nyai”, mengatakan mulai abad ke-18 M Batavia pada saat itu memang sudah layak disebut sebagai kota gundik dan budak.

Tags: belandaJakartakolonialKolonial BelandaSejarah
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Pelanggaran Etik Sosial

Pelanggaran Etika Sosial Masih Marak, Tempat Umum dan Medsos Jadi Lokasi Dominan

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 8:10 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pelanggaran etika sosial masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Tempat umum dan media sosial disebut menjadi lokasi...

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

by Mochamad Abdurrochim
01/06/2026 10:33 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Dima Akhyar kini dipercaya menjabat Direktur Umum dan Keuangan PDP Kahyangan Jember. Namun, sebelum masuk jajaran direksi...

Next Post
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana (duduk paling kanan) bersama peserta Apel Gelar Kesiapsiagaan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2021 di Kota Dumai. (Foto: Dokumen) tugu jatim

Dr Aqua Dwipayana: Perkuat Komunikasi untuk Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID