Meningkat 70 Persen, Usaha Salon Kecantikan di Bojonegoro Banjir Pelanggan Jelang Lebaran - Tugujatim.id

Meningkat 70 Persen, Usaha Salon Kecantikan di Bojonegoro Banjir Pelanggan Jelang Lebaran

  • Bagikan
Salon kecantikan di Bojonegoro sedang melayani pengunjung yang melakukan perawatan rambut. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Salon kecantikan di Bojonegoro sedang melayani pengunjung yang melakukan perawatan rambut. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari, masyarakat pun mulai mempersiapkan diri untuk merayakannya. Salah satunya dengan cara mempercantik diri agar terlihat fresh saat Lebaran. Karena itu, usaha salon kecantikan di Bojonegoro pun mengalami lonjakan pengunjung hingga 70 persen.

Seperti yang terjadi di Salon Kecantikan bernama Diana Salon ini. Seperti nama usahanya, pemilik salon bernama Diana ini mengaku mengalami kenaikan pengunjung hingga 70 persen jelang Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Kalau sekarang yang datang ke sini (Diana Salon) itu meningkat sampai 70 persen. Yang biasanya cuma 10 orang, sekarang naik jadi 16 orang dalam sehari,” ujarnya Sabtu (08/05/2021).

Diana mengatakan, salonnya yang beralamat di Jalan Babat Bojonegoro, Dusun Mongkrong, Desa Pasinan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, itu mengalami peningkatan pengunjung dibanding tahun sebelumnya.

“Setiap hari raya pasti meningkat, tapi kalau tahun ini lebih meningkat dari tahun-tahun sebelumnya,” sambungnya.

Pengunjung yang datang, Diana melanjutkan, biasanya adalah mereka yang ingin melakukan perawatan rambut seperti smooting maupun potong rambut.

Sementara saat ditemui di tempat berbeda, Muna Salon yang beralamat di Desa Tulungagung, Kecamatan Baureno, Bojonegoro, ini tetap melayani pengunjung seperti hari-hari biasa.

“Kalau sehari ya biasanya 3, kadang juga 4 pelanggan yang datang,” katanya Minggu (09/05/2021).

Namun, pemilik salon Muna ini mengatakan, jasa rias pengantin yang juga dia jalankan ini mengalami penurunan yang signifikan. Dia mengatakan, bahkan dalam acara pernikahan yang seharusnya menjadi ladang rezeki dalam merias pengantin harus mengalami pembatalan karena pandemi Covid-19.

“Kalau yang rias pengantin ini dibatalkan semuanya. Bahkan, ada yang sudah DP juga dibatalkan. Soalnya kan mereka (pemilik hajatan pernikahan) berpikir daripada membuat keramaian terus ditegur sama polisi, jadi memilih untuk tidak membuat acara yang besar,” jelas Muna.

  • Bagikan