• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Fuji Astutik MPsi. (Foto: Dok/Tugu Jatim)

Fuji Astutik MPsi. (Foto: Dok)

Minta Maaf, Melepaskan Diri dari Rasa Bersalah

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Fuji Astutik MPsi, Dosen Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang

MALANG, Tugujatim.id – Lebaran identik dengan peleburan dosa dan momentum untuk saling maaf-maafan. Ada banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk meminta maaf sesuai situasi dan kondisinya. Ada yang datang bertemu langsung dengan protokol kesehatan (prokes), ada yang melalui Zoom atau aplikasi lain, dan ada juga yang sekadar berbagi pesan melalui media sosial. Apa pun bentuknya, semua adalah cara untuk bisa dimaafkan dari rasa bersalah.

Namun, dari sekian banyak cara yang dilakukan masih ada beberapa orang yang meminta maaf karena memang Lebaran adalah momentum. Mereka meminta maaf bukan karena ada salah atau menyadari kesalahan apa yang dilakukan. Jadi, meminta maaf dilakukan tanpa mengetahui apa yang menjadi permasalahannya, tapi meminta maaf hanya untuk mengikuti tradisi semata.

You might also like

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM
Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM

Hasil dari survei yang dilakukan kepada 100 orang yang mengisi form jawaban ditemukan bahwa mereka yang mengetahui dan menyadari mengapa harus meminta maaf pada seseorang, merasakan kehidupan yang lebih baik dan bermakna setelah adanya Lebaran Idul Fitri. Sebaliknya, mereka yang sekadar meminta maaf tanpa menyadari atau sekadar mengikuti tradisi saja merasakan biasa saja tidak ada makna di dalamnya.

Oleh karena itu, Lebaran adalah situasi meminta maaf akan menjadi lebih bermakna jika di dalamnya diikuti oleh kesadaran penuh dengan mengetahui alasan meminta maaf. Kesalahan apa yang dilakukan sehingga seseorang harus meminta maaf.

Meminta maaf dengan tulus bukan untuk mendapatkan apresiasi atau sekadar pujian dari orang lain. Tapi, meminta maaf karena menyadari bahwa sebagai manusia semua ada kesalahan dan meminta maaf atas kesalahan itu.

Ketika kita mampu untuk meminta maaf dengan cara tepat akan merasakan kehidupan yang lebih baik. Terhindar dari rasa bersalah dan lebih sehat secara mental dan psikologis. Meminta maaf juga idealnya diikuti dengan tidak melakukan kesalahan yang baru. Seseorang yang sudah sehat secara mental dan psikologis, dia akan cenderung berperilaku secara positif ke depannya. Jika setelah minta maaf masih ada rasa bersalah dan tetap melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, artinya ada yang salah dari cara kita meminta maaf.

Meminta maaf yang tulus juga terjadi ketika kita tidak lagi peduli apakah orang itu akan merespons dengan positif, bukan lagi ke arah sana, tapi kita meminta maaf karena secara sadar kita mengerti bahwa ada kesalahan dan menyadari juga bahwa orang lain berhak untuk memberi maaf atau menolak permintaan maaf kita. Sebagai orang yang meminta maaf, fokus kita bukan pada pemberian maaf tapi pada ketulusan dari dalam diri kita. Semoga permintaan maaf yang telah kita lakukan menjadi jalan menuju sehat mental dan psikologis terbebas dari rasa bersalah. (*)

Tags: Dosen UIN Maliki MalangKota MalangLebaran 2021UIN Malang MenulisUIN Maliki Malang
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Peneliti UM.

Peneliti UM Kembangkan EL-PBL, Inovasi Pembelajaran IPA Bikin Siswa Lebih Kreatif dan Semangat Belajar

by Dwi Linda
19/07/2026 11:05 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pembelajaran berupaya menciptakan suasana belajar IPA yang lebih menyenangkan...

Next Post
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional secara virtual di Balai Kota Among Tani Batu. (Foto: Diskominfo Kota Batu)

Peringati Harkitnas 2021, Pemkot Batu Ajak Warga Tangkal Berita Hoax!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID