• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Melukis kaligrafi.

Seniman kaligrafi Choirul Anas saat memperlihatkan karyanya pada Rabu sore (05/04/2023) di Basement Alun-Alun Surabaya. (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

Ngabuburit Unik, Belajar Melukis Kaligrafi Asmaul Husna di Balai Pemuda Surabaya

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Unik! Menghabiskan waktu ngabuburit saat menjelang berbuka puasa alangkah baiknya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah peserta yang mengikuti kelas workshop melukis kaligrafi dipandu oleh Choirul Anas pada Rabu sore (05/04/2023).

“Ini merupakan bagian dari pameran yang dibuat melukis bersama on the spot. Yang mana dalam hal ini saya sebagai pemandu memberikan tips bagaimana supaya menulis lebih mudah dan terlihat bagus,” kata Choirul Anas pada Rabu (05/04/2023).

You might also like

Eksfoliasi

7 Kandungan dalam Moisturizer yang Dapat Membantu Menenangkan Kulit setelah Eksfoliasi

17/07/2026 3:30 PM
Oversized Outfit

Cara Memakai Oversized Outfit agar Tetap Terlihat Proporsional

17/07/2026 2:45 PM
melukis on the spot.
Kegiatan melukis on the spot kaligrafi yang dipandu oleh Choirul Anas pada Rabu sore (05/04/2023) di Basement Alun-Alun Surabaya. (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

Melukis kaligrafi on the spot bertema Asmaul Husna dalam Goresan Kuas ini menjadi serangkaian kegiatan pameran bersama “Rindu Jiwa” yang digelar oleh Garis Gathuk Art Project dan bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya.

Choirul Anas, seniman kaligrafi yang juga aktif dalam Komunitas Lukis Jombang selaku pemateri mengaku tidak kesulitan dalam memandu para peserta yang berjumlah sekitar 20-an orang tersebut. Sebab, seluruh peserta sebagian besar merupakan seniman dan pencinta lukisan kaligrafi. Meski begitu, tidak semua peserta memiliki teknik dasar menulis kaligrafi. Choirul Anas menjelaskan, dalam kaligrafi memiliki pakem-pakem tertentu.

Worksho melukis kaligrafi.
Peserta workshop melukis on the spot tampak antusias pada Rabu sore (05/04/2023) di Basement Alun-Alun Surabaya. (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

“Saya mengajarkan teknik penulisan. Di kaligrafi ada teknik khusus karena kami harus mengetahui kemiringan pena. Kemudian tebal tipis karena di setiap huruf dalam kaligrafi memiliki bentuk yang berbeda-beda, terutama di tebal tipisnya. Lalu memberikan pemahaman bahwa dalam menulis kaligrafi itu tidak sebatas tulisan biasa, tapi karya lukis atau karya seni,” ungkapnya.

Seperti diajarkan oleh pria yang akrab disapa Anas ini. Pada tahapan awal, dia mengajarkan kaligrafi dengan menggunakan font Diwani. Pengerjaannya yang mudah dan fleksibel, Diwani juga salah satu font populer karena dapat digunakan ke dalam berbagai bentuk, seperti daun.

Menurut Anas, font kaligrafi berjumlah lebih dari 50. Namun, biasanya yang paling umum digunakan yakni hanya tujuh font. Mulai dari Kufi, Riq’ah, Diwani, Taqliq, Naskhi, Farisi sama Tsuluts.

Kaligrafi on the spot.
Para peserta workshop mewarna hasil kaligrafi on the spot. (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

“Lalu, teknik penulisannya harus memperhatikan sudut yang stabil, jangan sampai berubah. Kemiringannya harus 22,5 derajat. Sebab, yang biasa membuat gagal itu kemiringan pensilnya gak imbang, hasilnya nggak akan sama,” tuturnya.

Selain itu, Anas menjelaskan, poin penting lainnya dalam menulis kaligrafi adalah memperhatikan kaidah huruf. Sebab, setiap huruf memiliki aturan masing-masing dalam penulisannya.

“Yang perlu ditekankan pada penulisan kaligrafi itu terletak pada kaidah. Setiap huruf itu ada aturan masing-masing tapi yang mudah dikenali adalah dari tebal tipisnya. Misal huruf alif, kalau jenis khot naskhih itu harus lima titik, lebih nggak boleh, kurang juga nggak boleh. Ba’ lengkungannya juga harus tiga titik,” ujarnya.

Melukis kaligrafi di Surabaya.
Para peserta menunjukkan hasil melukis kaligrafinya pada Rabu sore (05/04/2023) di Basement Alun-Alun Surabaya. (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

Lebih lanjut, pria yang juga menjadi pengajar kaligradi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel tersebut mengatakan bahwa tidak ada batasan warna dalam pengaplikasian melukis kaligrafi. Dalam karya seni lukis, estetika dari goresan setiap kuas memang menjadi unsur daya tarik.

“Boleh (menggunakan semua warna). Dulu kan di pondok katanya nggak boleh pakai warna merah. Sebenarnya tidak masalah, kami menyesuaikan dengan tema. Misalnya kalau temanya kemerdekaan masak nggak boleh pakai warna merah,” jelasnya.

Tags: Balai Pemuda SurabayaBerita Kota Surabaya hari iniKota Surabaya hari iniNgabuburit di Kota SurabayaPeserta workshopSeni kaligrafiSeniman kaligrafiWorkshop melukis kaligrafiWorkshop melukis kaligrafi on the spot
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Eksfoliasi

7 Kandungan dalam Moisturizer yang Dapat Membantu Menenangkan Kulit setelah Eksfoliasi

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 3:30 PM
0

Tugujatim.id - Melakukan eksfoliasi menjadi salah satu langkah perawatan kulit untuk membantu mengangkat sel kulit mati sehingga wajah terasa lebih...

Oversized Outfit

Cara Memakai Oversized Outfit agar Tetap Terlihat Proporsional

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 2:45 PM
0

Tugujatim.id – Oversized Outfit kini menjadi salah satu gaya fashion yang banyak dipilih karena menawarkan tampilan stylish sekaligus nyaman untuk...

Outfit Timeless

15 Fashion Item Outfit Timeless yang Tidak Pernah Ketinggalan Zaman

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 3:46 PM
0

Tugujatim.id – Outfit timeless memang nggak pernah kehilangan pesonanya. Di saat tren fashion datang dan pergi begitu cepat, justru gaya...

Warna Pakaian

Cara Memilih Warna Pakaian sesuai Warna Kulit agar Penampilan Lebih Menarik

by Mochamad Abdurrochim
15/07/2026 5:30 PM
0

Tugujatim.id – Warna pakaian sering jadi penyebab munculnya pertanyaan, "Kok bajunya bagus di orang lain, tapi pas aku pakai malah...

Next Post
Banjir kiriman.

Banjir Kiriman, 2 Sungai Kota Pasuruan Meluap, Jalur Pantura dan Puluhan Rumah Terendam

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID