Operasi Yustisi Kafe dan Tempat Hiburan di Malang, 8 Orang Reaktif

  • Bagikan
Aparat gabungan melakukan rapid test di tempat saat gelar Operasi Yustisi di sejumlah kafe dan tempat hiburan yang bandel tak menerapkan protokol kesehatan, Kamis (19/11). (Foto : Humas Polresta Malang Kota)
Aparat gabungan melakukan rapid test di tempat saat gelar Operasi Yustisi di sejumlah kafe dan tempat hiburan yang bandel tak menerapkan protokol kesehatan, Kamis (19/11). (Foto : Humas Polresta Malang Kota)

MALANG – 200 aparat gabungan Operasi Yustisi penegakan protokol kesehatan COVID-19 yang dipimpin Polresta Malang Kota menggelar razia di tiga tempat hiburan dan kafe, Kamis (19/11) malam. Hasilnya, ditemukan 8 orang reaktif dan langsung diisolasi di rumah Safe House, Jalan Kawi, Kota Malang.

Adapun, lokasi yang disasar adalah kafe Preston.Co di kawasan Sudimoro dan tempat hiburan Triangle dan Loading di kawasan Soekarno Hatta. Dua lokasi terakhir disasar mengingat kafe dengan fasilitas live music hingga menyebabkan jumlah pengunjung over kapasitas. Ditambah, ketiganya ditengarai kerap tidak menerapkan protkol kesehatan sama sekali.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Baca Juga: Kala Burung Kakaktua Jambul Kuning Hanya Tersisa 25 Ekor di Habitat Asli Mereka

Benar saja, saat didatangi petugas banyak dijumpai pelanggaran protokol kesehatan mulai dari tidak menjaga jarak hingga tidak memakai masker. Sedikitnya, ada sekitar 161 orang dikenakan rapid test. Hasilnya, 8 orang reaktif.

“Mereka langsung dibawa petugas ke Labkesda untuk dilakukan swab test dan diisolasi di rumah Safe House Jalan Kawi,” beber Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata kepada wartawan, Jumat (20/11).

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata (Foto: AZM)
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata (Foto: AZM)

Meski Kota Malang telah menyandang status zona orange, mantan Waka Polrestabes Surabaya ini menegaskan pihaknya tidak main-main dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan hingga angka kasus berkurang, bahkan hingga pandemi ini berakhir.

“Saya gak ada urusan dengan siapapun, sepanjang melanggar penerapan protkes, ya kita tindak tegas. Saya ga pernah takut soal itu, saya tidak main-main. Artinya, pelaku usaha sendiri yang harus patuh soal ini,” tegasnya.

Baca Juga: Pelaku Pembacokan di Malang: Teman Dekat Sekaligus Tetangga

Sebab itu, pria yang juga pernah menjabat sebagai Kapolres Batu ini terus mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan secara ketat agar mampu menekan angka penyebaran covid-19 di Kota Malang.

“Tetap boleh beraktivitas, tetap menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak. Sebisa mungkin untuk menghindari kerumunan. Alhamdulilah kini kita sudah zona orange, sebisa mungkin kita kejar zona kuning,” imbaunya. (azm/gg)

  • Bagikan