JEMBER, Tugujatim.id – Kabupaten Jember mencetak sejarah realisasi pendapatan asli daerah (PAD) tembus Rp1 triliun dengan target kemiskinan di bawah 200 ribu jiwa. Perolehan PAD Jember ini disampaikan Bupati Muhammad Fawait di acara bertajuk “Setahun Berkarya, Maju Bersama Masyarakat Kabupaten Jember” di akhir 2025.
Momentum ini digunakan Muhammad Fawait untuk memaparkan hasil kerja hampir 10 bulan kepemimpinannya. Dia menilai roda pemerintahan Jember kini berjalan pada arah yang tepat. Meskipun belum mencapai seluruh sasaran, dia melihat lompatan-lompatan transformatif telah nyata terjadi, khususnya dalam hal peningkatan mutu layanan untuk warga.
Baca Juga: Parkir Berlangganan Dihapus, PAD Jember Anjlok dari Rp19 Miliar Jadi Rp1,5 Miliar
“Target final memang belum tercapai sepenuhnya, namun saya yakin arah yang ditempuh Jember sudah tepat. Perubahan fundamental mulai dirasakan langsung oleh warga,” kata Gus Fawait pada Rabu (31/12/2025).
Dalam paparan evaluasinya, pria yang akrab disapa Gus Fawait menggarisbawahi kesuksesan implementasi program jaminan kesehatan universal (UHC) yang membuka akses layanan kesehatan bagi seluruh penduduk Jember.
Di bidang keagamaan dan edukasi, pemerintah daerah juga menggelontorkan insentif untuk pengajar mengaji serta menuntaskan program bantuan studi yang menanggung biaya kuliah dan kebutuhan hidup lebih dari 7.000 mahasiswa.
“Komitmen kami adalah memastikan tidak ada putra-putri Jember yang terhenti pendidikannya karena kendala finansial,” tegasnya.
Di sektor transportasi, kepala daerah menyebut Bandara Jember sudah mengoperasikan jalur penerbangan menuju Jakarta dan Bali. Kedua rute ini dinilai vital untuk mendorong pergerakan warga, pelaku ekonomi, serta memperkokoh hubungan dengan pemerintahan nasional.
“Akses transportasi udara ini menjadi gerbang akselerasi pembangunan dan memudahkan sinergi dengan pusat,” ujar Gus Fawait.
Realisasi PAD Bukti PAD Dimanfaatkan Maksimal
Pencapaian monumental lainnya adalah realisasi PAD Jember yang mencapai Rp1 triliun. Menurut Gus Fawait, angka ini merupakan rekor baru sejak dimulainya otonomi daerah pada 1999 dan terwujud setahun lebih awal dari rencana semula yang ditargetkan 2026.
“Tembusnya angka PAD Rp1 triliun membuktikan besarnya potensi Jember yang bisa dimanfaatkan secara maksimal,” jelasnya.
Prestasi ini membuka peluang baru, termasuk diterimanya Jember dalam program pemugaran sekolah terbesar secara nasional. Pemkab Jember juga telah mengoleksi 44 trofi penghargaan di berbagai sektor sebagai apresiasi atas inovasi dan performa daerah.
“Penghargaan-penghargaan ini memotivasi kami untuk terus mengoptimalkan kinerja aparatur dan kualitas layanan publik,” tuturnya.
Memasuki 2026, prioritas Pemkab Jember akan diarahkan pada reformasi birokrasi agar lebih produktif, harmonis, dan sesuai mekanisme kerja yang sudah dirancang. Gus Fawait optimis potensi pegawai negeri sipil di Jember sangat menjanjikan bila dikoordinasikan dengan optimal.
Baca Juga: Realisasi PAD Jember 2024 Belum Optimal, DPRD Evaluasi Kinerja OPD
Selain reformasi internal, pembangunan sarana prasarana akan dipusatkan pada penyelesaian titik-titik kemacetan lalu lintas, termasuk rencana konstruksi jalan layang untuk mendukung mobilitas dan pertumbuhan perekonomian regional.
Sebagai sasaran prioritas di penghujung periode jabatan, Gus Fawait menegaskan tekadnya menurunkan jumlah penduduk miskin di Jember secara drastis hingga di bawah angka 200.000 orang.
“Semua program dan pencapaian ini mengarah pada satu misi utama yaitu untuk meningkatkan kemakmuran rakyat dan mengeluarkan Jember dari jeratan angka kemiskinan tinggi yang berlangsung sepanjang dekade terakhir,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








