MOJOKERTO, Tugujatim.id – Sejumlah SD Negeri di Kota Mojokerto belum memenuhi Pagu untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jalur domisili, meski telah ditutup pada Rabu (25/06/2025) lalu. Baru 32 SD Negeri yang telah memenuhi kuota, sisanya 12 SD negeri justru belum memenuhi Pagu yang tersedia.
“Masih ada beberapa sekolah yang belum memenuhi daya tampung,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo, Minggu (29/06/2025).
Dengan demikian, besar kemungkinan banyak kursi lowong pada beberapa SD negeri. Sebab, jumlah pendaftar masih belum mencapai batas kuota kursi yang tersedia.
Seperti SD negeri Mentikan 3 yang hanya berisi 8 kursi dari 28 kuota. Lalu, SD negeri Miji 3 yang baru berisi 14 dari 28 kursi, alias terisi separuh saja. SD negeri Jagalan juga demikian, baru terisi 14 kursi dari kuota 27 bangku.
Disusul, SD negeri Magersari 2 masih tersisa 11 kursi; SD negeri Mentikan 1, SD negeri Kauman, dan SD negeri Balongsari 5 masing-masing masih kekurangan 10 siswa baru.
Kemudian, SD negeri Purwotengah, SD negeri Kranggan 4 dan SD negeri Sentanan menyisakan 4 bangku kosong. Sementara, SD negeri Prajuritkulon 2 dan SD negeri Gedongan 2 menyisakan 2 kursi lowong.
Proses penyisiran nantinya ditempuh agar calon siswa baru bisa mengisi pagu sekolah yang belum terpenuhi. “Kami arahkan ke sekolah yang belum terpenuhi (pagunya),” tandas Ruby.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








