SURABAYA, Tugujatim.id – Lorong Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang sehari-hari dipenuhi lalu lalang mahasiswa, kini tampak hidup dengan deretan pameran lukis yang terpajang karya Adhicipta Art. Pemandangan ini dapat Anda nikmati mulai 6-11 Maret 2023.
Kali ini sebanyak 40 lukisan berbagai ukuran yang terpajang merupakan hasil goresan tangan 23 seniman Adhicipta Art Community. Sebuah ruang bagi para seniman lukis dengan latar belakang yang berbeda-beda tidak hanya berasal dari lulusan seni saja.
“Ada arsitek, sipil, dan profesi lain. Kami tidak memandang apa latar belakang pendidikannya, asalkan memiliki hobi melukis sudah menjadi bagian dari kami,” kata Ketua Adhicipta Art sekaligus lulusan kedokteran hewan Q. Sakti Laksono pada Senin (06/03/2023) melalui keterangannya.

Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Adhicipta Art bersama BEM dan mahasiswa aktivis Fakultas Ilmu Budaya Unair. Selain itu, sebagai salah satu agenda perhelatan dalam memperingati Dies Natalis Magister Kajian Sastra.
“Melalui kolaborasi dengan komunitas Adhicipta Art, pameran lukis ini mempertemukan antara seniman dengan institusi. Ini bukti bahwa kampus bukan hanya perihal akademik, tapi bisa menjadi tempat untuk mengembangkan kreativitas dan berjejaring,” ungkap Dekan FIB Purnawan Basundoro.
Baca Berita Lainnya:
Tips Hadapi Ancaman Kekerasan dan Bullying pada Anak
Papan Reklame di Malang Jatuh, 2 Orang Luka-Luka
Selaras dengan penuturan Purnawan Basundoro, seni dapat bersifat bebas. Tidak ada batasan, siapa saya boleh menciptakan dan menikmatinya. Artinya, di mana pun letaknya, tetap merujuk pada naluri estetika.
Begitupun yang disampaikan oleh jurnalis, penulis sekaligus seniman Heti Palestina Yunani, baginya siapa pun dapat hadir dalam ruang kesenian.
“Di bidang seni, orang yang terlibat tanpa ada batasan. Siapa pun bisa hadir,” tuturnya.

Mengusung tema The Art Randezvous yang bermakna pertemuan, serasa antara seniman, mahasiswa, dan akademisi telah berada dalam pertemuan yang tidak terduga. Tidak hanya pameran, pagelaran ini juga menghadirkan kegiatan demo melukis, fashion show, pelatihan pernak-pernik, dan sarasehan budaya. Sastrawan KH Zawawi Imron turut memeriahkan dengan orasi budayanya.
Kegiatan ini diadakan dengan harapan, seni bukan hanya milik seniman tapi juga menjadi bagian dari akademik. Selain itu, dapat mendorong semakin banyaknya penggemar seni dan budaya.







