Para "Wonder Woman" yang Berani Bongkar Kasus Fetish Mukena di Malang - Tugujatim.id

Para “Wonder Woman” yang Berani Bongkar Kasus Fetish Mukena di Malang

  • Bagikan
Salah satu korban fetish di Kota Malang. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Salah satu korban fetish di Kota Malang. (Foto: Dokumen)

MALANG, Tugujatim.id – Belakangan, kasus fetish mukena berkedok photoshot produk online shop (OL Shop) di Kota Malang terbongkar pasca viralnya utas salah seorang korban di jagat dunia maya melalui akun Twitter pribadinya. Bahkan, sampai saat ini, ada 9 perempuan “wonder women” ini yang berani speak up. Beberapa korban di antaranya adalah mahasiswi, model, dan ibu rumah tangga di Kota Malang.

Untuk diketahui, fetish merupakan gangguan ketertarikan seksual pada benda mati atau bagian tubuh secara umum tidak dipandang sebagai bagian organ seksual. Istilah fetish ini juga sempat mengemuka pada Juli 2020 lalu berkaitan dengan kasus Kain Jarik Gilang Bungkus.

Salah satu korban fetish di Kota Malang. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Jatim)
Salah satu korban fetish di Kota Malang. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Jatim)

Lantas, siapa saja perempuan pemberani pembongkar kasus fetish mukena tersebut?

Dialah Jihan Tavina. Perempuan berhijab kelahiran 2001 tersebut yang kali pertama berani membuka suara melalui akun Twitter pribadinya @jeehantz, pada 16 Agustus 2021.

Siapa sangka, mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) yang sangat berbakat di dunia pageant ini bisa membongkar kasus tersebut. Tak tanggung-tanggung, model cantik ini menyandang gelar sebagai Best Style di dalam kontes pageant pada 2021 yang diadakan oleh salah satu media cetak tersohor di Malang. Hal tersebut tertera pada bio akun Instagram pribadinya @jtavina.

Selain aktif terjun di dunia modelling, rupanya dia juga terus mengeksplore diri dengan menekuni bidang public speaking. Hal tersebut yang kemudian memicu berbagai tawaran pekerjaan lain untuk masuk. Seperti collabs bersama fotografer maupun dapat tawaran foto katalog brand tertentu.

Tawaran collabs tersebut terus berlanjut hingga kemudian dia terjebak kerja sama dengan fotografer sekaligus pelaku fetish mukena berinisial D yang diduga bernama Dimas Alvian dengan modus endorsement foto katalog online shop.

Alih-alih menjadi model untuk produk mukena, foto Jihan dan beberapa model lain justru dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab. Bahkan diketahui, hasil foto-foto mereka ini malah nampang di akun OA berkonten fetish @pecinta_mukena yang cenderung mesum.

Terduga pelaku fetish di Kota Malang yang muncul lewat video permintaan maaf. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Terduga pelaku fetish di Kota Malang yang muncul lewat video permintaan maaf. (Foto: Dokumen)

Pengalaman buruknya itu dia bagikan melalui sebuah utas di akun Twitter pribadinya agar tidak ada lagi korban yang semakin bertambah. Alasannya, hanya satu agar dapat menjadi peringatan untuk lebih teliti saat menerima tawaran endorsment.

Thread ini saya buat nggak untuk menjatuhkan siapa-siapa ya, pure bertujuan untuk memberikan peringatan buat temen-temen semua, utamanya para model di mana “looks”=nilai jual, untuk lebih berhati-hati dan teliti ketika memutuskan untuk collabs dengan produk tertentu,” katanya.

Bahkan dalam cuitannya, Jihan mengakui bahwa imbas dari tersebarnya foto-foto dan data dirinya, membuat dia sering di-DM akun Instagram dengan berbagai pesan yang sangat mengganggu.

Last but not least, minta tolong buat temen-temen semua untuk report akun-akun tersebut supaya nggak ada korban lagi. Beberapa kali pria from nowhere men-DM kami di IG dan sedikit disturbing,” ujarnya.

Jihan mengakui, pengalaman terkait penyalahgunaan foto ini bukan kali pertama dia alami. Sebelumnya, dia juga mendapatkan informasi dari orang tak dikenal yang mengetahui fotonya telah disalahgunakan.

“Fyi, ini bukan pengalaman buruk pertama saya mengenai penyalahgunaan foto. Sebelumnya, saya pernah di-DM (Instagram) orang nggak dikenal yang mengaku berhubungan dengan akun yang menggunakan foto-foto saya untuk melakukan hal-hal yang kurang baik,” imbuhnya.

Meski begitu, dia berharap agar para perempuan lebih berhati-hati menjaga diri. Pun kepada para model supaya lebih berhati-hati lagi ketika akan menerima sebuah tawaran kerja sama yang berkaitan dengan dunia foto model.

“Buat perempuan di luar sana, hati-hati ya! Jangan mau dijadikan bahan fantasi. Kamu tuh berharga! Kalau ada yang kurang ajar, dilawan sissy. Saya sadar kemarin terlalu ceroboh nerima job sana sini tanpa banyak pertimbangan. Semoga kalian bisa mengambil hikmahnya ya!” tandasnya.

Salah seorang korban lainnya, ialah Alika Zahira Kirana, 22. Melalui akun Instagram pribadinya @aleekazahira diketahui merupakan influencer, model, sekaligus MUA yang mengantongi Professional & Certified Makeup Artist sejak 2016.

Menurut dia, terhitung dua kali menjadi model foto katalog mukena itu.

“Terbilang sampai sekarang, saya pernah 2x foto katalog dengan OL Shop GM milik D. Selebihnya, saya ditawari untuk jadi MUA buat para model dari OL Shop GM ini. Dari sini juga yang membuat saya jadi lumayan sering bertemu dengan Mas D, para model, dan fotografer untuk OL Shop GM,” tulisnya melalui akun Twitter pribadinya @AlikaZahira pada 18 Agustus 2021.

Setelah tahu kenyatannya bahwa kerja sama ini hanya kedok belaka, dia mengaku shock, bahkan mengalami trauma.

“Well…, awal saya tahu kasus ini juga trauma banget. Kayak ga nyangka aja gitu orang yang selama ini kerja bareng ternyata malah punya niat jahat. But I know kalo saya ga speak up nanti makin banyak korban lagi, so it took weeks for me akhirnya buat ngeberaniin diri upload thread ini,” tegasnya.

Dia juga berpesan agar pengalamannya ini dapat menjadi pelajaran bagi orang lain untuk lebih terjaga dari para pelaku sexual harassment. Dia juga meminta para model yang pernah menjadi korban untuk menghubunginya dan menyelesaikan kasus ini bersama-sama.

“Buat para model yang jadi korban, I’m sorry this happened to you guysbut we can face this together! Kalian bisa langsung DM saya untuk diproses bareng2 yaa, semoga next kita bisa lebih kritis dan berhati-hati juga untuk milih OL Shop yang bisa diajak kerja sama,” sambungnya.

Dia juga berpesan untuk para perempuan untuk berhati-hati terhadap kejahatan seksual.

“Buat temen-temen yang baca ini, semoga kita selalu terjaga dari perlakuan para pelaku sexual harrasment, bahkan pelaku kejahatan lainnya ya bcs this can happen to anyone & everyone. Oke stay safe guys!” tandas Alika.

AL, korban fetish mukena di Kota Malang saat melapor ke Polresta Malang Kota, Jumat (20/08/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Jatim)
AL, korban fetish mukena di Kota Malang saat melapor ke Polresta Malang Kota, Jumat (20/08/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Jatim)

Kini, pelaku kasus fetish mukena resmi dilaporkan ke Polresta Malang Kota. Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudho Riambodo mengatakan sudah menerima laporan terkait kasus tersebut.

Namun, dia masih belum bisa memastikan apakah pelaku yang diduga berinisial D melanggar tindak pidana asusila atau ITE.

“Salah satu korban saat ini masih menjalani pemeriksaan. Saat ini masih kami teliti dan masih dipelajari terkait apa tindakan pidana dari perbuatan tersebut,” terangnya saat dikonfirmasi pada Jumat (20/08/2021) di Mapolresta Malang Kota.

Dia mengatakan, pihaknya meminta waktu untuk menentukan tindak pidana apa yang harus dikenakan pada pelaku. Menurut dia, saat ini alat bukti apa pun, petunjuk, dan keterangan dari para saksi sangat diperlukan untuk menentukan ini suatu tindak pidana atau bukan.

“Untuk barang bukti, kami hanya baru menerima beberapa screenshot saja, dan ini masih dalam pendalaman,” ujarnya.

  • Bagikan