Pasar Hewan Kabupaten Malang Dipenuhi Pedagang, Minta Petugas Disiagakan di Pintu Masuk 

Pasar Hewan Kabupaten Malang Dipenuhi Pedagang, Minta Petugas Disiagakan di Pintu Masuk 

  • Bagikan
Para pedagang memenuhi jalanan di sekitar Pasar Hewan Gondanglegi pada Jumat (20/5/2022).
Para pedagang memenuhi jalanan di sekitar Pasar Hewan Gondanglegi pada Jumat (20/5/2022). (Foto: Aisyah Nawangsari/Tugu Malang)

MALANG, Tugujatim.id – Sejumlah pedagang sapi di Kabupaten Malang kembali memenuhi pasar hewan Gondanglegi Jumat (20/5/2022) pagi. Para pedagang yang berjumlah sekitar 100 orang itu datang untuk berdagang setelah sebelumnya sempat dilarang masuk pasar.

Pada hari Selasa (17/5/2022) lalu, para pedagang dilarang masuk pasar hewan Gonanglegi. Larangan itu, seiring merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi. Dikhawatirkan jika pasar dibuka membuat penularan PMK semakin merajalela.

Setelah ada penutupan selama beberapa hari, para pedagang merasa rugi karena tidak bisa berjualan. Akhirnya, mereka pada Jumat pagi datang untuk berjualan dengan memenuhi jalanan sekitar pasar hewan Gondanglegi

Lalu pedagang ditemui oleh Camat Gondanglegi, Prestiya Yunika, Kapolsek Gondanglegi, Kompol Pujiyono, serta perwakilan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan juga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang.

Dalam kesempatan ini, para pedagang menyampaikan aspirasi mereka terkait penutupan pasar. Mereka merasa dirugikan dengan kebijakan tersebut tidak bisa berjualan sehingga mengalami kerugian besar.

“Kerugiannya sudah nggak bisa dihitung, sudah jutaan,” kata Temin, pedagang sapi asal Kecamatan Dampit Malang.

Untuk itu, mereka minta pasar hewan untuk segera dibuka. Dan jika dikhawatirkan PMK, bisa disiapkan petugas untuk mengecek setiap sapi yang masuk.

“Kami minta pasar dibuka. Nanti di pintu ada mantri atau petugas yang mengecek hewan yang masuk. Yang kelihatan sakit, dipulangkan, yang sehat dibolehkan masuk,” ujar Temin.

Menanggapi hal ini, Camat Gondanglegi mengatakan dirinya sudah menyampaikan hal tersebut kepada Bupati Malang, Sanusi.

“Apa yang disampaikan bapak ibu di sini, sudah saya sampaikan kepada Bupati. Pak Kapolsek juga sudah sampaikan kepada Pak Kapolres,” ujar Prestiya.

Dia mengaku tidak bisa mengambil keputusan dan hanya melaksanakan tugas saja untuk menyampaikan aspirasi pedagang kepada atasannya, yakni Bupati Malang. Pihaknya juga meminta para pedagang bersabar dan berlapang dada menerima kebijakan ini karena penutupan pasar hewan dilakukan untuk kebaikan bersama.

“Yang jelas pemerintah membuat kebijakan seperti itu ada latar belakangnya,” imbuh Prestiya.

Dialog antara Muspika Gondanglegi dan pedagang pasar hewan berlangsung sekitar 45 menit. Untuk sementara, para pedagang bisa menerima bahwa pasar ditutup hari ini. Namun mereka meminta pasar bisa segera dibuka dan pemerintah segera menanggulangi wabah PMK ini.

“Kalau bisa (pasar) segera dibuka dan pengobatan (hewan yang sakit) juga segera,” ucap Bareng, salah satu pedagang sapi lainnya di pasar hewan Gondanglegi.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan