JEMBER, Tugujatim.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan Pasar Tanjung di Jember tidak akan sekadar direvitalisasi, melainkan akan dibangun ulang secara menyeluruh.
Hal itu disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo usai melakukan kunjungan ke pasar tradisional tersebut bersama Bupati Jember Muhammad Fawait. Sebelumnya, keduanya sempat melakukan peninjauan terhadap berbagai infrastruktur yang rusak.
Baca Juga: Berkah Ramadan! Omzet Pedagang Bahan Es di Pasar Tanjung Naik 10 Kali Lipat
Termasuk jembatan dan rencana pembangunan flyover di persimpangan padat lalu lintas di Kecamatan Mangli, yang telah diajukan sebelumnya oleh Bupati Muhammad Fawait ke pemerintah pusat.
“Itu kayaknya enggak bisa revitalisasi. Itu mesti bangun baru,” tegas Dody pada Minggu (22/02/2026).
Menurut Dody, pihaknya kini tengah menyiapkan detail engineering design (DED) bersama Pemerintah Kabupaten Jember.
Larang Adopsi Desain dari Jakarta
Salah satu poin penting yang ditekankan adalah tampilan bangunan Pasar Tanjung harus mencerminkan identitas lokal Jember, bukan mengadopsi desain dari Jakarta.
“Kearifan lokal harus nampak di arsitektur pasar tradisional Pasar Tanjung,” ujarnya.
Terkait jadwal pembangunan, Menteri PU menargetkan proses bisa dimulai tahun ini, dimulai dari penyelesaian DED hingga proses pembongkaran bangunan lama.
Namun demikian, dia mengingatkan Bupati Fawait untuk segera melakukan sosialisasi kepada para pedagang yang berjualan di dalam pasar agar keberlangsungan ekonomi mereka tidak terganggu selama masa pembangunan.
Baca Juga: Pasar Takjil di Kota Tuban Belum Banyak Pengunjung di Awal Ramadan
Menurut dia, aktivitas jual beli harus tetap terjadi untuk keberlangsungan hidup para pedagang di Pasar Tanjung. Oleh sebab itu, Dody meminta Pemkab Jember menyediakan lokasi berjualan sementara waktu.
“Kan mereka nggak boleh terhenti kehidupan ekonominya,” kata Dody.
Sementara itu, Bupati Fawait menyebut pembangunan Pasar Tanjung sebagai wujud nyata keberpihakan kepada masyarakat kecil atau wong cilik, sesuai arahan presiden. Dia mengaku usulan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri PU.
“Simbol wong cilik yaitu adalah pedagang tradisional,” ujar Fawait. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








