Pasca Penutupan Jembatan Glendeng, Jasa Perahu Penyeberangan Banjir Rezeki  - Tugujatim.id

Pasca Penutupan Jembatan Glendeng, Jasa Perahu Penyeberangan Banjir Rezeki 

  • Bagikan
Penutupan Jembatan Glendeng.(Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Masyarakat menggunakan jasa penyeberangan perahu di bawah Jembatan Glendeng antara Desa Kalirejo Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro dengan Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Penutupan Jembatan Glendeng yang menghubungkan Desa Kalirejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, dengan Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, kembali dilakukan. Namun dengan adanya penutupan jembatan penghubung kedua kabupaten ini justru menjadi ladang rezeki bagi jasa penyeberangan perahu yang beroperasi di bawah Jembatan Glendeng ini.

Salah satu operator perahu bernama Gatot mengungkapkan, perahu penyeberangan atau biasa disebut nambangan itu telah beroperasi pasca penutupan Jembatan Glendeng yang kembali dilakukan pada 21 Mei 2022.

Penutupan Jembatan Glendeng.(Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Warga tampak di atas perahu penyeberangan di bawah Jembatan Glendeng antara Desa Kalirejo Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro dengan Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

“Perahunya sudah dijalankan 4 hari, seiring penutupan Jembatan Glendeng pada 21 Mei 2022,” ungkap Gatot saat ditemui Tugu Jatim, Rabu (25/05/2022).

Perbaikan Telan Anggaran Rp6 Miliar, Besok Jembatan Glendeng Tuban-Bojonegoro Malah Ditutup Total, Ini Alasannya!

Dia mengatakan, jasa perahu penyeberangan itu mampu memuat setidaknya 10 motor beserta penumpangnya dalam sekali angkut. Dengan tarif Rp2.000 per motor, penumpang sudah bisa menyeberang di atas Bengawan Solo menuju Bojonegoro atau Tuban.

“Ini kan membantu orang, ya kalau dikasih Rp2 ribu, kami terima. Kalau dikasih Rp3 ribu, ya kami terima,” sambung Gatot.

Penutupan Jembatan Glendeng.(Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Warga terpaksa beraktivitas dengan memakai jasa perahu penyeberangan di bawah Jembatan Glendeng antara Desa Kalirejo Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro dengan Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Untuk operasional perahu penyeberangan dibagi menjadi dua sif, mulai pukul 05.00-13.00, kemudian dilanjut pukul 13.00-21.00. Ini hanya beroperasi ketika adanya penutupan Jembatan Glendeng. Sementara ketika tidak beroperasi, Gatot mengaku kembali ke pekerjaannya sebagai petani.

Di sisi lain, penutupan Jembatan Glendeng ini justru dikeluhkan pengguna jalan. Selain harus putar arah, mereka juga memberanikan diri untuk menyeberang menggunakan perahu dengan jalan yang curam.

“Kalau seperti ini ya menyusahkan pekerja. Harus nyeberang dulu pakai perahu. Kalau ada jembatan ya enak enggak usah antre,” ujar Sutaji, warga Tuban sebagai pengguna jasa perahu penyeberangan.

Sebagai informasi, penutupan Jembatan Glendeng diakibatkan adanya penurunan fondasi di bagian utara, tepatnya di Desa Simo, Kecamatan Soko.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan