• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tradisi Peladu, tradisi unik masyarakat bantaran Sungai Bengawan Solo. (Ilustrasi: Agus Setiawan/Tugu Jatim)

Tradisi Peladu, tradisi unik masyarakat bantaran Sungai Bengawan Solo. (Ilustrasi: Agus Setiawan/Tugu Jatim)

Peladu, Tradisi Unik Masyarakat Bantaran Sungai Bengawan Solo

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Sastra & Budaya, Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Sebagai sungai terpanjang di Pulau Jawa, Sungai Bengawan Solo memiliki banyak cerita dan tradisi. Selain banjir yang menghantui warga di bantaran sungai, pada momen menjelang akhir tahun ini, warga memiliki juga tradisi yang bisa dibilang unik. Yakni tradisi Peladu atau Pladu.

Tradisi Peladu ini diharapkan bisa melimpahkan rezeki saat memasuki akhir tahun. Tradisi ini oleh masyarakat belahan lain disebut munggut. Terjadi dikarenakan perpindahan debit air dari minimum ke maksimum. Sedangkan masyarakat Tuban menyebutnya “Munggut Sakdurunge Moro”.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Baca Juga: Agar Hari Lebih Berwarna, Anda Bisa Melakukan Tips-Tips Ini di Pagi Hari

Peladu dilakukan masyarakat dengan mencari ikan secara massal di bantaran Sungai Bengawan Solo. Perubahan debit air dan perubahan warna air yang kecoklatan membuat ikan-ikan penghuni sungai keluar ke permukaan seolah-olah mabuk.

Suasana cukup ramai ini terjadi pada Senin (14/12/2020) lalu di bantaran Sungai Bengawan Solo di Desa Plandirejo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Masyarakat setempat ramai mencari ikan massal di bantaran sungai.

Tajuddin, warga Desa Plandirejo yang ikut tredisi Peladu tersebut mengungkapan walaupun tak dapat ikan banyak, namun tradisi ini cukup menghibur dan mengsisi waktu sengang.

“Gak popo gak oleh iwak seng penteng podo senenge (tidak apa tidak mendapat ikan, yang penting semuanya senang, red),” ungkap Tajuddin yang juga mahasiswa IAINU Tuban tersebut.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Drama Saeguk, Drama Korea Berlatar Belakang Kerajaan

Sementara itu di temui di lokasi lain, Fadholi warga Desa Banjararum yang juga seorang guru madrasah mengungkapkan bahwa perolehan ikan tak sebanyak tahun-tabun dulu. Sungai Bengawan Solo sekarang banyak sampah-sampah yang menganggu habitat ikan.

“Tidak sebanyak dulu. Sekarang banyak sampahnya. Tapi gak masalah buat happy aja,” ucap Fadholi sambil membawa jaring ikan.

Peladu atau munggut merupakan tradisi berbasis fenomena alam. Tradisi ini hanya terjadi di masyarakat yang bermukim di area bantaran Sungai Bengawan Solo. Fenomena unik ini terjadi setiap akhir tahun dengan ditandai debit air yang mulai meninggi dan mencoklat. (Agus Set/gg)

Tags: Bengawan SoloJawa TimurKabupaten TubanSungai Bengawan Solotradisitradisi Jawa Timurtradisi unikTuban
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

by Mochamad Abdurrochim
19/06/2026 10:15 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Memeluk erat sebuah takir, nasi bungkus daun pisang, mata Hartini (47) menatap hamparan ombak selatan Pantai Serang,...

Next Post
Perawatan motor saat musim hujan misalnya bisa dilakukan secara rutin di bengkel AHASS terdekat. (Foto: Dokumen) tips perawatan motor saat musim hujan

6 Tips Perawatan Motor saat Musim Hujan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID