Peladu, Tradisi Unik Masyarakat Bantaran Sungai Bengawan Solo - Tugujatim.id

Peladu, Tradisi Unik Masyarakat Bantaran Sungai Bengawan Solo

  • Bagikan
Tradisi Peladu, tradisi unik masyarakat bantaran Sungai Bengawan Solo. (Ilustrasi: Agus Setiawan/Tugu Jatim)
Tradisi Peladu, tradisi unik masyarakat bantaran Sungai Bengawan Solo. (Ilustrasi: Agus Setiawan/Tugu Jatim)

TUBAN, Tugujatim.id – Sebagai sungai terpanjang di Pulau Jawa, Sungai Bengawan Solo memiliki banyak cerita dan tradisi. Selain banjir yang menghantui warga di bantaran sungai, pada momen menjelang akhir tahun ini, warga memiliki juga tradisi yang bisa dibilang unik. Yakni tradisi Peladu atau Pladu.

Tradisi Peladu ini diharapkan bisa melimpahkan rezeki saat memasuki akhir tahun. Tradisi ini oleh masyarakat belahan lain disebut munggut. Terjadi dikarenakan perpindahan debit air dari minimum ke maksimum. Sedangkan masyarakat Tuban menyebutnya “Munggut Sakdurunge Moro”.

Baca Juga: Agar Hari Lebih Berwarna, Anda Bisa Melakukan Tips-Tips Ini di Pagi Hari

Peladu dilakukan masyarakat dengan mencari ikan secara massal di bantaran Sungai Bengawan Solo. Perubahan debit air dan perubahan warna air yang kecoklatan membuat ikan-ikan penghuni sungai keluar ke permukaan seolah-olah mabuk.

Suasana cukup ramai ini terjadi pada Senin (14/12/2020) lalu di bantaran Sungai Bengawan Solo di Desa Plandirejo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Masyarakat setempat ramai mencari ikan massal di bantaran sungai.

Tajuddin, warga Desa Plandirejo yang ikut tredisi Peladu tersebut mengungkapan walaupun tak dapat ikan banyak, namun tradisi ini cukup menghibur dan mengsisi waktu sengang.

Gak popo gak oleh iwak seng penteng podo senenge (tidak apa tidak mendapat ikan, yang penting semuanya senang, red),” ungkap Tajuddin yang juga mahasiswa IAINU Tuban tersebut.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Drama Saeguk, Drama Korea Berlatar Belakang Kerajaan

Sementara itu di temui di lokasi lain, Fadholi warga Desa Banjararum yang juga seorang guru madrasah mengungkapkan bahwa perolehan ikan tak sebanyak tahun-tabun dulu. Sungai Bengawan Solo sekarang banyak sampah-sampah yang menganggu habitat ikan.

“Tidak sebanyak dulu. Sekarang banyak sampahnya. Tapi gak masalah buat happy aja,” ucap Fadholi sambil membawa jaring ikan.

Peladu atau munggut merupakan tradisi berbasis fenomena alam. Tradisi ini hanya terjadi di masyarakat yang bermukim di area bantaran Sungai Bengawan Solo. Fenomena unik ini terjadi setiap akhir tahun dengan ditandai debit air yang mulai meninggi dan mencoklat. (Agus Set/gg)

  • Bagikan