MALANG, Tugujatim.id – Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (FPsi UM) bekerja sama dengan Ikatan Alumni (IKA) FPsi menyelenggarakan softskill training bagi alumninya, pada Sabtu (29/7/2023).
Mengusung topik “Pelatihan Time Management dan Goal Setting”, acara diikuti oleh 26 alumni angkatan 2021-2023 secara daring.
Dalam sambutannya, Ketua IKA FPsi UM, Femmi Nurmalitasari SPsi MA mengatakan bahwa meskipun alumni sudah pernah dibekali ketrampilan saat di kelas, pelatihan seperti ini perlu diikuti. “Tujuannya untuk upgrade pengetahuan dan skill alumni, baik yang melanjutkan studi, bekerja, maupun berwirausaha,” terangnya.
Senada, Wakil Dekan 1 FPsi UM, Dr Nur Eva SPsi MA. menekankan pentingnya mengikuti pelatihan maupun workshop untuk mengasah dan mempertajam keterampilan sesuai dengan tuntutan yang ada di masa kini. “Institusi memberi ‘sangu’ berupa softskill yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Pelatihan Alumni Fakultas Psikologi UM, Bahas Time Management Training

Trainer sekaligus konselor dan Dosen Psikologi UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr Ernawati SPsi MPsi hadir sebagai pembicara time management training. Mengawali pemaparan materi, peserta diminta untuk mengenali diri sendiri, dari segi fisik maupun potensi yang dimiliki.
Ernawati menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kelebihan masing-masing. Dengan mengenali diri, kita mengetahui potensi yang dimiliki sehingga bisa mengelola waktu dengan lebih baik sebab memahami apa yang diharapkan dan dapat menentukan prioritas.
Dalam konteks pekerjaan, urgensi pengelolaan waktu yang baik menjadi landasan dalam mengelola pekerjaan maupun anak buah agar lebih optimal. “Sukses dalam mengelola waktu merupakan sukses awal dalam mengelola tanggung jawab yang lain,” ucapnya.
Menurutnya, time management selalu melekat dalam kehidupan sebab waktu merupakan sumber daya yang paling penting. Namun, ada beberapa persepsi yang keliru mengenai waktu.
Pertama yakni tidak cukup waktu untuk menyelesaikan tugas. Kedua yakni waktu dibiarkan berlalu tanpa tahu prioritas, dan ketiga tidak tahu kapan harus mulai dan mulai dari mana karena tidak memiliki skala prioritas.
Untuk melatih keterampilan ini, para peserta disarankan membuat time plan untuk menentukan skala prioritas.
“Tidak kalah penting, kita juga harus berani mengatakan ‘tidak’ misalnya terhadap permintaan sepele dari orang lain. Ketika banyak pekerjaan memiliki deadline bersamaan maka make a to do list,” ucap Ernawati.
Alumni Fakultas Psikologi UM Diskusikan Tujuan Hidup Dalam Materi Goal Setting Training

Materi kedua, terkait menyusun tujuan hidup atau goal setting yang disampaikan oleh Dosen FPsi UM, Angga Yuni Mantara SPsi MSi.
“Tidak ada yang namanya kebetulan. Apapun yang terjadi pada hari ini adalah upaya-upaya dari masa lampau,” terang Angga.
Ia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki time frame-nya masing-masing dengan tujuan hidup yang tidak sama. Dengan mengenal tujuan hidup, peserta dapat memberikan makna pada hidup.
Selain itu, menurutnya, kita tidak akan pernah mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang sehingga goal ini akan membantu mengarahkan perilaku kita untuk mencapai apa yang diinginkan di masa depan.
“Misalnya, jika memiliki tujuan untuk bekerja di perusahaan X setelah lulus maka sejak kuliah bisa mempersiapkan diri untuk membekali diri dengan ketrampilan yang sekiranya dibutuhkan untuk melamar posisi tersebut,” jelasnya.
Angga menjelaskan, dalam merencanakan goal yang baik, maka pertama kita harus mengetahui dan memahami apa yang terpenting dalam hidup.
Di sesi ini, ada beberapa respons dari peserta. Ada yang ingin menjadi kaya, ada yang ingin mendapat gaji besar, dan ada yang belum mengetahui goal yang dimiliki lantaran selama hidupnya selalu dipilihkan oleh orang tua.
Dalam materinya, Angga menyebut bahwa masing-masing peserta harus memiliki prinsip hidup yang dipegang. Misalnya agama atau norma sehingga dalam proses pencapaian tujuan ini, perilaku kita tidak melanggar aturan yang ada. Contohnya, ingin menjadi kaya raya maka harus bekerja.
Tanpa adanya prinsip yang dipegang, bisa jadi ia menjadi pencuri maupun koruptor untuk mencapai tujuannya dengan menghalalkan segala cara. Ketiga, goal harus jelas dan realistis dan kejar tujuan itu.
Ia pun membagikan kiat-kiat yang bisa dilakukan oleh peserta. Misalnya, ingin memiliki tabungan Rp100 juta dalam lima tahun maka harus diperinci secara bertahap. Harus kerja apa, kerja di mana, ada passive income.
Ia pun mengingatkan bahwa seseorang perlu memiliki ambisi. “Ambisius, namun perlu diingat bahwa tujuan hidup bukanlah sesuatu yang instan. Goal setting bukan sekedar apa yang diinginkan, melainkan juga terkait bagaimana cara mencapainya dan berapa lama,” imbuhnya.
Kegiatan pelatihan alumni FPsi UM dilaksanakan dalam serangkaian acara. Mulai dari 29 Juli hingga 5 dan 12 Agustus 2023.
Reporter: Imam A Hanifah
Editor: Lizya Kristanti








