Pelepasan Tanggung Jawab Belajar Berbasis Manajemen Kelas Pada Kurikulum Merdeka Belajar

Nurul Yuhana saat mengajar di kelas. Foto: dok Nurul Yuhana

Oleh: Nurul Yuhana SPd MSi

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang saat ini diberlakukan untuk semua jenjang pendidikan. Hal baru dalam kurikulum merdeka adalah pembelajaran dengan paradigma baru. Pembelajaran paradigma baru memastikan praktik pembelajaran untuk berpusat pada peserta didik. Pembelajaran merupakan satu siklus yang berawal dari pemetaan standar kompetensi, perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan asesmen untuk memperbaiki pembelajaran sehingga peserta didik dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.

Keberlangsungan pembelajaran yang efektif sangat tergantung pada manajemen kelas yang dibuat oleh guru. Manajemen kelas merupakan sistem manajemen yang bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi murid.

Pola pembelajaran efektif dan menyenangkan dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa aspek, meliputi; keterlibatkan murid, penentuan tata ruang kelas, hubungan positif antara guru dan murid, kesepakatan kelas, dan pengelompokan kelas-kelas. Aspek-aspek tersebut dapat digunakan oleh guru untuk memodifikasi dengan strategi lainnya yang efektif.

Ragam strategi manajemen kelas dapat diupayakan untuk membuat proses belajar yang nyaman sehingga murid dapat terlibat secara aktif didalam kelas. Pembelajaran yang cukup familiar dengan pendekatan pembelajaran konstruktivis atau sering juga disebut cara belajar siswa aktif di mana sesungguhnya siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri melalui pendampingan dan bimbingan guru. Pelepasan tanggung jawab bertahap merupakan salah satu cara untuk membimbing murid mengkonstruksi pengetahuan secara bertahap.

Hal lain yang perlu ditekankan yaitu manajemen kelas yang baik diperlukan bukan hanya untuk guru tetapi juga untuk murid. Dengan adanya bimbingan guru sebagai stimulis awal bagi murid dalam mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri merupakan salah satu cara untuk membimbing dan mencetak murid untuk dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.

Lalu bagaimana kaitannya manajemen kelas dengan proses pelepasan tanggung jawab bertahap dari guru kepada murid?

Hal pertama yang harus dipahami adalah pengertian pelepasan tanggungjawab bertahap. Pelepasan tanggung jawab bertahap adalah sebuah proses tanggung jawab berpikir secara bertahap yang bergeser dari guru hingga akhirnya murid dapat mengaplikasikan sebuah ilmu secara mandiri sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Wedemeyer (1983).

Perkembangan metode pembelajaran selama ini kita mungkin sudah melakukan dan mengenal pendekatan cara belajar siswa aktif di mana murid dapat belajar secara mandiri dan aktif dalam proses belajarnya. Namun capaian yang konkret dengan belum terwujud dengan baik. Sehingga kurikulum merdeka dapat menjadi solusi nyata dalam proses pembelajaran.

Proses pelepasan tanggung jawab bertahap dari guru kepada murid memiliki empat tahapan penting yang dapat digambarkan dalam dua piramida, di mana masing-masing porsi tanggung jawab yang dipikul oleh guru dan murid terlihat jelas setiap tahapan. Empat tahapan yang ada perlu dijabarkan secara mendetail, sebagai berikut;

Tahapan pertama, pada tahapan ini diawali dengan fokus pembelajaran pada guru yang memiliki porsi besar dalam memberi penjelasan tentang tujuan pembelajaran serta mendemonstrasikan alur berpikir dalam menyelesaikan masalah terkait suatu konsep tertentu.

Tahap kedua, pada tahapan ini berisi instruksi terarah dari guru kepada murid. Tahapan ini pula, guru dapat memberikan pertanyaan-pertanyaan awal sebagai pemantik yang berfungsi sebagai fasilitas dalam membangun pemahaman murid. Guru melakukan observasi akan keterlibatan murid dalam proses, cara ini dapat digunakan sebagai alat ukur perkembangan pemahaman murid yang disertai dengan umpan balik sebagai acuan murid meningkatkan pemahaman dalam proses belajarnya. Berbagai nilai yang dapat digunakan oleh guru di tahap ini akan lebih kecil dari dalam materi pelibatan murid.

Tahap ketiga, pada tahapan ini cenderung lebih besar porsi siswa daripada guru. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kerja kelompok. Murid bekerja dalam kelompok dalam untuk menghasilkan sebuah karya yang berkaitan dengan konsep yang sedang dipelajari. Para murid perlu menggunakan bahasa yang relevan serta masing-masing wajib memiliki konstribusi dalam karya tersebut. Pada tahapan ini para murid bekerjasama untuk memperkuat pemahaman konsep. Pemahaman konsep dapat dibuat dalam bentuk mapping sederhana untuk menjabarkan esensi yang dipelajari.

Tahap keempat, pada tahapan ini proses pembelajaran dilakukan secara mandiri di mana para murid dapat mengaplikasikan konsep yang telah dipelajari di dalam dan di luar kelas serta mengaitkannya dengan berbagai hal disiplin ilmu lainnya. Pada tahapan merupakan tahapan akhir yang perlu dilakukan secara baik oleh siswa. Sehingga siswa tidak perlu secara spontan untuk menyelesaikannya dengan cepat. Murid memerlukan waktu berlatih yang cukup sebelum materi yang telah dipelajari dapat melekat dan mahir dalam mengaplikasikan pengetahuanya.

Empat tahap ini tidak harus dilakukan secara berurutan selama semua tahap ini ada dalam satu siklus. Guru dapat menyusun secara bebas tahap mana yang akan dilakukan terlebih dahulu disesuaikan dengan kebutuhan pengajaran yang ada. Sebagai gambaran, terdapat ilustrasi penerapan proses pelepasan tanggung jawab di pembelajaran perilaku pelaku ekonomi pada elemen Ekonomi dan Bisnis fase F atau kelas XI.

Pada tahap (1), guru memberi contoh membuat peta konsep tentang urutan kegiatan perilaku pelaku ekonomi berdasarkan tahapannya. Tahap (2), dengan instruksi terarah murid diajak untuk mencari informasi yang detil mengenai masing-masing perilaku pelaku ekonomi dan membuat catatan dari bahan belajar yang telah disediakan. Kegiatan yang bisa dilakukan untuk merumuskan tahapan perilaku pelaku ekonomi, peserta didik dapat memanfaatkan lingkungan sekitarnya. Sehingga pengalaman belajarnya akan berbasis konstektual.

Setelah itu guru perlu memberikan pertanyaan-pertanyaan pemantik: Adakah persamaan dan perbedaan kegiatan yang dilakukan oleh pelaku ekonomi? Tahap (3) selanjutnya murid diminta untuk bekerja dalam kelompok atau berpasangan untuk mengecek pemahaman dan membuat peta konsep dari masing-masing persamaan atau perbedaan dari perilaku pelaku ekonomi dan pada tahap (4) akhirnya peserta didik dapat membuat sendiri serta mempresentasikan peta konsep yang dibuatnya, nah sampai disini guru sudah dapat menilai peningkatan pemahaman peserta didik akan materi belajar yang dipelajarinya.

Dengan demikian, terlihat benang merah antara manajemen kelas dengan proses pelepasan tanggung jawab belajar. Kunci utama keberhasilan proses ini adalah hubungan positif antara partisipasi aktif serta komunikasi yang baik antar semua anggota kelas. Dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas yang baik akan mempermudah berjalannya proses pelepasan tanggung jawab bertahap dari guru kepada murid.

Perencanaan pelaksanaan maupun refleksi pembelajaran merupakan langkah positif untuk memahami murid. Ketertarikan murid pada hal tertentu dapat dijadikan rancangan kegiatan yang bersifat personal yang bermakna sesuai kebutuhan masing-masing murid sehingga pembelajaran akan efektif , dan lebih bermakna. Peran guru dalam merdeka belajar abad 21 adalah memfasilitasi dengan baik dan benar bagaimana murid membangun pemahamannya dengan maksimal sehingga murid belajar untuk meningkatkan kemahirannya sesuai kodrat zamannya.

*Penulis merupakan Guru SMK Negeri 6 Surakarta