Pembuktian Generasi Emas Belgia di Euro 2020

  • Bagikan
Pemain Belgia, Kevin De Bruyne saat berselebrasi usai membobol gawang Denmark pada laga Denmark vs Belgia di ajang Euro 2020, Kamis (17/6/2021). (Foto: Instagram/belgianreddevils)
Pemain Belgia, Kevin De Bruyne saat berselebrasi usai membobol gawang Denmark pada laga Denmark vs Belgia di ajang Euro 2020, Kamis (17/6/2021). (Foto: Instagram/belgianreddevils)

Tugujatim.id – Salah satu penantang terkuat di Euro 2020 adalah Timnas Belgia yang saat ini diperkuat para generasi emas mereka. Tak butuh waktu lama, Red Devils membuktikan kualitas mereka dengan menjadi salah satu tim pertama yang memastikan lolos ke babak 16 besar Euro 2020 mewakili Grup B setelah mengalahkan Denmark dengan pada Kamis (17/06/2021).

Skuad asuhan Roberto Martínez Montoliú ini memang memerlukan pembuktian karena belum meraih satupun gelar internasional meskipun diperkuat pemain bertabur bintang dari liga-liga top Eropa. Pasalnya, hasil terbaik yang pernah diraih Belgia adalah runner-up Euro 1980.

Jika boleh disebutkan, generasi emas Belgia saat ini diperkuat oleh gelandang paling mengerikan di dunia saat ini, Kevin De Bruyne, yang baru saja mengantarkan Manchester City menjuarai Premier League dan runner-up Liga Champions. Selain itu ada nama-nama seperti Romelu Lukaku yang menjuarai Serie A bersama Inter Milan, Eden Hazard, Thorgan Hazard, Dries Mertens, Thibaut Courtois, Thoby Alderweireld, Jan Vertonghen, dan masih banyak lagi.

Di laga perdana melawan Rusia pada Minggu (13/06/2021), Belgia menang meyakinkan dengan skor 3-0. Romelu Lukaku membuktikan kualitasnya dengan mencetak 2 gol pada menit 10′ dan 88′, sementara satu gol diciptakan Thomas Munier pada menit 34′.

Dalam laga tersebut Belgia benar-benar menunjukkan kualitasnya dengan menguasai 67 persen penguasaan bola, 9 tendangan, 4 tendangan ke gawang, dan 89 persen akurasi umpan. Sementara Rusia hanya menguasai 33 persen penguasa bola, 5 tendangan, 1 tendanya ke gawang, dan 74 persen akurasi umpan.

Kualitas pemain-pemain Belgia benar-benar diuji pada pertandingan melawan Denmark. Pasalnya Kevin De Bruyne dan kawan-kawan harus tertinggal lebih dulu dari gol kekuatan Poulsen saat laga berjalan baru 2 menit. Syukur, Thorgan Hazard berhasil menyamakan kedudukan di menit 54′ dan ia menutup skor menjadi 1-2 pada menit 70′.

Dalam laga tersebut Denmark sebenarnya unggul dari sisi shooting yaitu 21 tendangan berbanding 6 shooting milik Belgia, sementara tendangan keduanya sama-sama 5 tendangan, dan sama-sama memiliki 84 persen akurasi umpan. Belgia hanya unggul tipis dari segi penguasaan bola yaitu 53 persen.

Konsistensi Belgia sendiri masih akan diuji dalam pertandingan melawan Finlandia untuk menasbihkan posisi pertama Grup B pada Selasa (22/06/2021).

Tak berbeda kontribusinya seperti di Manchester Biru, Kevin De Bruyne, masih membuktikan diri sebagai gelandang paling kreatif di dunia. Menggantikan Dries Mertens di babak kedua, Kevin De Bruyne menjadi penentu kemenangan pada laga melawan Denmark usai tertinggal di menit-menit awal.

Dilansir dari BBC, Kapten Belgia, Jan Vertonghen mengatakan jika Kevin De Bruyne menjadi pembeda dalam laga tersebut.

“Ketika De Bruyne, Axel Witsel, dan Eden Hazard masuk ke lapangan, meteka menambah kualitas ektra kepada kami,” tuturnya.

  • Bagikan