Pemkab Tuban Apresiasi Program Pencegahan Stunting untuk Masyarakat

Pemkab Tuban Apresiasi Program Pencegahan Stunting untuk Masyarakat

  • Bagikan
Wakil Bupati, H Riyadi memberikan sambutan saat kegiatan Program Pencegahan Stunting.
Wakil Bupati, H Riyadi memberikan sambutan saat kegiatan Program Pencegahan Stunting. (Foto: Diskominfo Tuban)

TUBAN, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Tuban mendukung program Sosialisasi Pencegahan Stunting untuk Generasi Indonesia Sehat. Dukungan tersebut dinyatakan langsung oleh Wakil Bupati Tuban, H Riyadi.

Gerakan yang diinisiasi Yayasan Yatim Mandiri Cabang Tuban ini menyasar di Desa Mander, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban.

Turut hadir mendampingi Wabup Riyadi pada kegiatan tersebut di antaranya Camat Tambakboyo, Kepala Puskesmas Tambakboyo, Ketua Yayasan Yatim Mandiri Tuban, Ketua TP PKK Desa Mander, dan ibu-ibu warga setempat.

Wakil Bupati, H Riyadi menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk kepedulian kepada umat. Kegiatan tersebut mendukung program Pemkab Tuban dalam membangun Indeks Pembangunan Masyarakat. Salah satunya menekan angka stunting.

Kang Riyadi, sapaan akrab Wabup Tuban menyatakan, pemilihan lokasi di Mander sangat tepat mengingat angka stunting di desa ini cukup tinggi. Tercatat angka stunting di desa Mander mencapai 30 persen.

“Ini menandakan banyak balita yang tumbuh belum sesuai standar kesehatan yang ditetapkan, karenanya perlu mendapat atensi serius,” ungkap Riyadi, Kamis (18/11/2021) sore.

Lebih lanjut, warga diminta untuk benar-benar memperhatikan gizi anak mulai dari kandungan hingga masa pertumbuhan. Tidak hanya itu, perlu adanya edukasi kepada masyarakat terkait pernikahan usia dini.

Tujuannya, untuk mempersiapkan kondisi fisik maupun psikis dari calon pasangan pengantin.

Wakil Bupati, H. Riyadi, berserta Camat, Kepala Puskesmas Tambakboyo dan beberapa instansi yang lainnya melihat penimbangan bayi, sebagai salah satu cara indentifikasi stunting. (Foto: Diskominfo Tuban)

Hal tersebut sesuai dengan UU Nomor 16 Tahun 2019 yang menyebut bahwa usia minimal untuk menikah adalah 19 tahun baik untuk perempuan maupun laki-laki.

Pria ramah ini menekankan agar seluruh elemen masyarakat, termasuk kader Posyandu, gizi, dan PKK saling bersinergi memberi pemahaman tentang Germas. Konsumsi makanan bergizi dapat terus disosialisasikan kepada masyarakat, utamanya ibu-ibu.

Dengan meningkatkan kualitas kesehatan mampu menyokong pengembangan sumberdaya manusia.

“Mengingat pondasi pembangunan SDM salah satunya penguatan sektor kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Yatim Mandiri, Samsul Ma’arif, mengatakan bahwa kegiatan ini diadakan guna mendukung program Pemkab Tuban untuk menekan angka kasus stunting. Peserta yang merupakan ibu-ibu diberikan penjelasan tentang pentingnya memperhatikan gizi untuk ibu dan anak.

Kegiatan ini selaras dengan tujuan Yatim Mandiri sebagai lembaga Amal Zakat yang bergerak di bidang sosial, kemanusiaan, dan pendidikan.

“Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga dan vaksinasi untuk lansia,” sambungnya.

  • Bagikan