Peralihan Musim, Waspadai Bencana Angin Puting Beliung - Tugujatim.id

Peralihan Musim, Waspadai Bencana Angin Puting Beliung

  • Bagikan
Ilustrasi beberapa dampak dari bencana angin puting beliung di Kabupaten Tuban pada akhir November 2019. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)
Ilustrasi beberapa dampak dari bencana angin puting beliung di Kabupaten Tuban pada akhir November 2019. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)

Tugujatim.id – Menjelang peralihan musim hujan ke musim kemarau, masyarakat harus lebih waspada karena ada banyak bencana alam, seperti halnya angin puting beliung maupun hujan lebat disertai angin dan petir.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dr Raditya Jati menyebutkan dari laporan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB, bencana angin puting beliung terjadi di dua tempat jelang akhir minggu pertama Maret 2021. BNPB melaporkan kejadian tersebut terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Lampung.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa akibat fenomena yang biasa terjadi saat pergantian musim itu,” kata Dr Raditya dalam siaran pers di website resmi bnpb.go.id.

Berdasarkan laporan yang disebabkan bencana alam ini, sebanyak 51 KK terdampak. Rumah mereka mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda. BPBD setempat masih memverifikasi tingkat kerusakan di lapangan. BPBD telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, tagana, PMI, serta warga untuk membantu mereka.

“Sementara itu, fenomena serupa terjadi di Provinsi Lampung sehari sebelumnya Kamis (04/03/2021). Peristiwa terjadi di Desa Margototo, Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur, sekitar pukul 19.00 WIB,” terangnya.

Ilustrasi terkait dampak bencana alam angin puting beliung. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)
Ilustrasi terkait dampak bencana alam angin puting beliung. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)

Sedangkan data BPBD setempat mencatat 69 KK terdampak akibat kejadian tersebut. Di samping itu, BPBD mengidentifikasi rumah rusak ringan 52 unit dan rusak berat 9 unit. Tidak hanya sektor perumahan yang rusak, tapi juga tempat budi daya jamur maupun peternakan setempat.

“Merespons kejadian ini, BPBD bersama mitra terkait lain mendata dan menolong warga terdampak. BPBD mengirimkan bantuan logistik berupa perlengkapan makan, sekolah, dan kebutuhan keluarga,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan data BNPB dari awal Januari hingga 6 Maret 2021, total bencana yang tercatat berjumlah 723 kejadian. Dari total bencana, 171 kejadian merupakan angin puting beliung. Sejauh ini bencana itu mengakibatkan rumah rusak berat 209 unit, rusak sedang 513 unit, dan rusak sedang 2.195 unit. Selain dampak kerusakan, bencana ini mengakibatkan korban meninggal dunia 1 orang dan luka-luka 36 orang.

“Kami imbau untuk berhati-hati saat angin puting beliung terjadi seiring pergantian musim. Apabila terjadi angin kencang atau angin puting beliung,” imbaunya.

Selain itu, warga direkomendasikan untuk berlindung di dalam bangunan yang kokoh. Jangan berlindung di bawah pohon atau di dekat papan serta hindari benda-benda tajam yang dapat dengan mudah terbawa oleh angin kencang. (Mochamad Abdurrochim/ln)

  • Bagikan