TUBAN, Tugujatim.id – Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2024 pada 15-28 Juli 2024 atau selama 14 hari, ada beberapa perubahan signifikan dalam pola kecelakaan lalu lintas di Tuban. Salah satu perubahan yang mencolok adalah pergeseran lokasi blackspot dari jalan Tuban- Bancar ke Tuban- Widang. Meski jumlah kecelakaan menurun, tingkat fatalitas justru mengalami peningkatan.
Kasat Lantas Polres Tuban AKP Ayip Rizal dalam wawancara mengungkapkan, pihaknya melihat adanya penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas sebesar 13 persen pasca ada pergeseran lokasi blackspot. Pada tahun ini, jumlah kecelakaan yang terjadi sebanyak 32 kejadian, sedangkan pada periode sebelumnya tercatat 35 kejadian.
“Data menunjukkan jumlah korban laka ringan juga mengalami penurunan dari 45 orang pada tahun sebelumnya menjadi 43 orang pada tahun ini,” kata Ayip.
Baca Juga: Deklarasi Dukung Gus Fawait di Pilkada Jember 2024, Partai Demokrat Beberkan Alasannya
Menurut eks atlet bola Voli Nasional, penurunan jumlah kecelakaan ini merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam meningkatkan kesadaran berlalu lintas di kalangan masyarakat.
“Kami terus melakukan berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas. Selain itu, patroli dan razia juga rutin dilakukan untuk menindak pelanggar lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan,” jelasnya.
Namun, masih kata perwira menengah polisi kelahiran Banjarmasin ini juga mengakui, peningkatan fatalitas menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Meski jumlah kecelakaan menurun, tapi adanya peningkatan dalam tingkat fatalitas.
“Ini menjadi perhatian utama kami untuk lebih meningkatkan kesadaran dan disiplin berlalu lintas di masyarakat,” tambahnya.
Kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama Operasi Patuh Semeru 2024 didominasi oleh kendaraan roda dua. Banyaknya pengendara yang tidak memperhatikan situasi jalan raya, terutama saat keluar dari gang, menjadi salah satu faktor utama terjadinya kecelakaan.
“Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan selalu mematuhi peraturan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua,” ujar AKP Ayip Rizal.
Kasat Lantas Polres Tuban juga menjelaskan, salah satu fokus utama Operasi Patuh Semeru 2024 adalah meningkatkan kesadaran para pengendara roda dua. Mereka memiliki risiko kecelakaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengendara kendaraan lainnya.
“Oleh karena itu, kami memberikan perhatian khusus dalam mengedukasi mereka agar lebih berhati-hati dan selalu menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm,” katanya.
Baca Juga: Respon Pemkab Mojokerto Pasca Pelaporan AMPP Ke Bawaslu
Ayip mengungkapkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rawan kecelakaan. Termasuk bekerja sama dengan dinas perhubungan dan instansi lainnya untuk memperbaiki kondisi jalan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“Selain itu, pemasangan rambu-rambu lalu lintas dan penerangan jalan juga terus ditingkatkan,” ujarnya.
Operasi Patuh Semeru 2024 di Tuban bertujuan untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas dan mengurangi angka kecelakaan di jalan raya. Dengan adanya penurunan jumlah kecelakaan, meskipun fatalitas meningkat, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Ayip juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib.
“Mari kita bersama-sama menjaga keselamatan di jalan raya. Patuhi peraturan lalu lintas, gunakan helm saat berkendara, dan selalu waspada terhadap kondisi sekitar,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








